Minggu, 03 September 2017

Kode Rahasia Smartphone Android Wajib Diketahui


Smartphone Android ternyata memiliki banyak kode rahasia yang bisa kita pakai untuk mendapatkan informasi mengenai perangkat Android tersebut. salah satu contoh yang paling sering dipakai orang adalah *#06# , Kode tersebut adalah perintah untuk mengecek nomor IMEI. Selain dari kode di atas ternyata android ternyata masih  banyak kode rahasia lain yang tidak banyak diketahui pengguna smartphone Android. Berikut adalah beberapa daftar kode rahasia smartphone Android tersebut.
  1. *#*#4636#*#* (Menampilkan informasi tentang smartphone, baterai, dan penggunaan data)
  2. *#*#7780#*#* ( Factory reset)  Dengan menggunakan kode ini, berarti kamu akan membuat smartphone kembali ke settingan awal/pabrik dan semua data akan terhapus.
  3. *2767*3855# (Menginstal ulang OS Android, secara total menghapus semua data dalam smartphone)
  4. *#*#34971539#*#* (Menampilkan informasi seputar kamera)
  5. *#*#273283*255*663282*#*#* (Mencadangkan (back-up) data secara cepat)
  6. *#*#197328640#*#* (Tes layanan seluler atau internet), Untuk mengecek jaringan yang sedang digunakan beserta  nama operatornya.
  7. *#*#1472365#*#* (Tes GPS), Dengan kode bisa diketahui apakah GPS sudah berfungsi dengan baik atau tidak. Selain itu disini juga akan terdapat informasi lainnya tentang GPS tersebut.
  8. *#*#0*#*#* (Tes performa layar LCD), Kode ini berguna untuk menguji warna dan detail pada layar, apakah semuanya masih berjalan normal atau tidak.
  9. *#*#0673#*#* atau *#*#0289#*#* (Tes performa audio smartphone), Jika audio Smartphone dirasa tidak berfungsi dengan baik, maka bisa dilakukan tes ini. 
  10. *#*#0842#*#* (Tes getar dan lampu latar belakang)
  11. *#*#2664#*#* (Tes kemampuan layar sentuh)
  12. *#*#232331#*#* (Tes Bluetooth)
Demikianlah beberapa kode rahasia Android yang bisa diaktifkan dengan mudah dengan hanya memasukkan kode tersebut lewat menu panggilan.

Sabtu, 15 Juli 2017

Wariskan Anak Ilmu


Pagi ini salah satu penumpang travel BM Trans, salah satu bidang usaha yang saya miliki berada di teras depan rumah saya sembari menunggu mobil travel penjemput yang akan membawanya dari Sangatta ke Balikpapan.

Mengingat dia menunggu di teras depan rumah saya, maka mau tidak mau saya  "njagong" bersamanya senbari menunggu mobil travel yang datang menjemputnya. Sekitar 10 atau 15 menit kemudian mobil travel yang menjemputnya datang dan membawanya berangkat menuju Balikpapan.

Sebelumnya, percakapan sederhana pun terjadi, dan dia menceritakan mengapa anak-anaknya tidak mau disekolahkan di perguruann tinggi, begitu lulus SMA langsung minta bekerja. Menurut anaknya, dengan langsung bekerja maka akan mendapatkan upah ataupun gaji, meskipun keinginannya menjadi "engineer" atau "mechanic", namun karena keterbatasan skill dan kemampuan, makanya menjadi operator pun diterima, yang terpenting baginya bisa cepat bekerja.

Padahal bapaknya selama kerja 20 tahun di perusahaan salah satu kontraktor tambang batubara di Sangatta, dikarenakan ijazah yang tidak terlalu tinggi, maka ia merasa bahwa jabatan dan gaji yang dimiliki dan didapatnya di perusahaan hanya begitu-begitu saja. Malahan dia dipimpin oleh seorang atasan dengan usia yang sangat muda, jauh di bawahnya dengan ijazah yang lebih tinggi darinya.

Dia beralibi seorang atasan dengan ijazah yang tinggi menurutnya, hanya menang di teori saja, sementara prakteknya skill di lapangan kadang-kadang malah kalah dengan orang-orang yang berada di bawahnya. Namun demikian, apa boleh dikata begitulah sistem birokrasi kita lebih mengenal pendidikan formal daripada pendidikan non-formal, lebih mengenal pendidikan berbasis teori dibandingkan memiliki skill yang kompeten.

Mendengar kata-katanya menceritakan tentang dirinya dan anaknya, saya lantas terdiam dan termenung sejenak kemudian menyampaikan sebuah cerita tentang kebiasaan orang-orang yang ada di kampung saya kepadanya.

Bagi orang tua-orang tua di kampung saya meskipun tidak berpendidikan tinggi, bahkan bahkan mayoritas malah tidak mengenyam pendidikan menginginkan anak-anaknya untuk bisa mengenyam pendidikan yang tinggi bagaimanapun caranya meskipun dengan cara berhutang sana, berhutang sini yang terpenting baginya anak-anak bisa selesai sekolah.

Meminjam peribahasa kuno "sikil digawe ndas, ndas digawe sikil" (kaki dipakai kepala, dan kepala dijadikan kaki) menyekolahkan anak yang tinggi merupakan pilihan orang-orang kampung, mereka beranggapan bahwa dengan menyekolahkan anak yang tinggi, dengan diajarkan ilmu yang tinggi, maka derajat akan di naikkan.

Bagi orangtua-orangtua di kampung saya, lebih baik mewariskan anak dengan ilmu yang tinggi daripada mewariskan anak dengan banyak harta. Seberapa pun banyaknya harta yang diwariskan kepada anak, apabila anak tidak bisa mengelolanya maka harta itu akan habis juga.

Teori dasar Human capital yang dipopulerkan Gary Becker, seorang ekonom dari the Chicago University nampaknya sangat dijiwai oleh orang tua orang tua di kampung saya Meskipun mereka tidak mengenal teori human capital. Bagi mereka yang terpenting anak-anaknya mau sekolah, maka berapapun biaya dan "ugo rampai" untuk menyelesaikan sekolah anaknya akan dicarikan .

Percakapan singkat pagi itu, nampaknya kita sepakat bahwa dengan pendidikan dan ilmu yang tinggi, lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan tidak memiliki pendidikan  maupun ilmu yang tinggi. Mudah-mudahan Anda juga sepakat dengan kita.

Sangatta, 14 Juli 2017 || Oleh : Sismanto

Minggu, 09 Juli 2017

DAFTAR ISTILAH DALAM SIM-PKB


INILAH ISTILAH DAN AKRONIM PROGRAM SIM-PKB GURU PEMBELAJAR TAHUN 2017 YANG GURU WAJIB KETAHUI ...

Guru wajib tahu, ada sejumlah istilah dan akronim program PKB Guru Pembelajar Tahun 2017. Agar memudahkan bapak ibu guru dalam mengikuti program ini, berikut kami bagikan istilah-istilahnya, silakan disimak dan difahami baik-baik.

Dapodik GTK = data pokok pendidik yang ada di Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)

Daring = dalan jejaring atau secara online, melalui media internet

Ditjen GTK = Direktorat Jendreral Guru dan Tenaga Kependidikan

E-portofolio = wadah yang terdapat pada LMS yang digunakan untuk menyimpan lembar kerja yang telah disediakan

Interaksi asynchronous = interaksi yang terjadi pada waktu yang tidak bersamaan
Interaksi asyncronous = interaksi yang terjadi pada waktu bersamaan

Instruktur Nasioanal (IN)/Mentor = guru yang memenuhi krteria sebagai instruktur atau mentor dan lulus dalam pembekalan instruktur nasional/ mentor tahun 2016 atau telah mengikuti dan lulus penyegaran instruktur nasional/ mentor tahun 2017

In service training (In) = pembelajaran melalui kegiatan tatap muka antara peserta dengan instruktur nasional

KCM = kriteria capaian minimal

KKG (kelompok Kerja Guru) = wadah atau forum kegiatan profesioanal bagi guru sekolah dasar/ madarasah ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yeng terdiri dari guru beberapa sekolah dengan legalitas Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupten/Kota.

Komunitas GTK = komunitas yang telah terdaftar dan terintegrasi secara resmi di SIM pembinaan karir guru

Komunitas POKJA = komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan memiliki Surat Keputusan Pendirian Komunitas

Komunitas Rayon = Forum / wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran/ paket keahlian yang dikoordinir dan dibentuk oleh UPT

Koordinator admin LMS = tenaga teknis yang ada di UPT yang mempunyai otoritas di dalam memperbaiki konten teknis untuk menjamin keberlangsungan pelaksaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

LMS (Learning Management System) = sistem manajemen pembelajaran secara elektronik contohnya moodle dan blackboard.

Log activity = rekaman kegiatan dalam sistem

Luring = luar jejaring (internet) / offline

MKBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) = wadah atau forum kegiatan profesional bagi guru Bimbingan Konseling di tingkat gugus atau
kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Provinsi/kabupaten/kota

MGMP (Musyawarh Guru Mata Pelajaran) = wadah atau forum kegiatan profesional guru mata pelajaran pada SMP/MTs, SMPLB/MTsLB, SMALB, SMK/MAK, SMALB/MALB yang berada pada satu wilayah/kabupaten/kota/kecamatan/ sanggar/ gugus sekolah dengan legalitas dari dinas pendidikan Provinsi/ Kabupetan/kota

NS (Nara sumber) = widyaiswara, pengembang teknologi pendidikan (PTP) dan/atau guru yang memiliki kriteria dan lulus dalam pelatihan narasumber nasional/ pengampu tahun 2016 atau yang telah mengikuti penyegaran program pengembangan keprofesian berkelanjutan tahun 2017

On teh job learning (on) = merupakan kelanjutan program pembelajaran dari kegiatan In 1

Pengampu = widyaiswara/PTP/dosen/instruktur yang memfasilitasi, membimbing, dan memonitor kegiatan peserta dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan = proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya

Moda Daring Murni = model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh Moda

Daring Kombinasi = model pembelajaran bagi guru yang dilaksanakan secara tatap muka dengan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Daring Murni – Model 1: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan difasilitasi hanya oleh pengampu

Murni – Model 2: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Tatap Muka = model pembbelajaran bagi guru yang dilakukan secara tatap muka dengan didampingi dan difasilitasi oleh instruktur nasional dan narasumber nasional

PB (Pusat Belajar) = tempat kegiatan pendampingan dan tatap muka antara instruktur nasional (mentor) dengan peserta PKB moda tatap muka atau moda daring kombinasi

Pusat Kegiatan Gugus = merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru taman kanak-kanak (TK) di tingkat kecamatan terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari dinas provinsi/ kabupaten/ kodya

Refleksi = memikirkan ulang dan menuangkan hal-hal yang telah diperoh dalam proses belajar, fakto-faktor pendukung maupun penghambat, mengantisipasi langkah yang perlu dilakukan dan rencana tindak lanjut

SIM PKB = sistem informasi manajemen terpadu pada sistem PKB

Smiley face = instrumen untuk mengukur reaksi peserta terhadap proses pembelajaran berupa ‘kepuasan peserta’

Surel = surat elektronik atau email

UPT = unit pelaksana teknis mencakup PPPPTK dan LPPPTK-KPTK yang menyelenggrakan program PKB.

Terimakasih .....

Rabu, 28 Juni 2017

Lulus SBMPTN Masuk ITB Umur 14 Tahun, Izzan Tak Pernah Sekolah Formal


Bocah bernama Musa Izzanardi Wijanarko menjadi sosok fenomenal dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017.

Bagaimana tidak, Izzan, sapaan akrabnya, diterima masuk menjadi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Teknologi Bandung ( ITB) di usianya yang baru 14 tahun.

Anak kedua dari pasangan Yanti Herawati (46) dan Mursid Wijanarko (46) ini ternyata tidak pernah bersekolah formal seperti orang kebanyakan.

Ijazah paket C yang didapatkannya pada tahun 2015 lalu menjadi modal untuk mengikuti SBMPTN 2017.

"Ijazah paket A (SD) diambil waktu dia umur 8 tahun," ujar Yanti saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (14/6/2017).

Yanti memaparkan alasan anaknya tidak pernah bersekolah resmi. Menurut dia, kejeniusan Izzan mulai terlihat ketika usiannya masih 3 tahun. Buku-buku tentang tokoh-tokoh fisika dan matematika menjadi bacaan wajibnya sehari-hari.

" Izzan pernah enggak naik dari TK A ke TK B karena waktu di sekolah alam cuma main terus enggak mau belajar dan tidak mampu mengikuti kegiatan di kelas. Akhirnya saya ajari sendiri di rumah," tutur Yanti.

Di rumah, Yanti mengajari Izzan membaca. Bahkan Izzan meminta ibunya untuk mengajarinya bermain catur hingga akhirnya permainan asah otak tersebut menjadi aktivitas rutin ibu dan anak ini.

Menginjak usia 6 tahun, Izzan bertambah cerdas. Bocah pengagum Newton ini pun kerap kali mempraktikkan hukum gravitasi dalam kegiatan sehari-hari.
" Izzan anaknya enggak bisa diam, tetapi kalau belajar matematika dia bisa tenang. Ternyata mengamati bagian dari belajar yang dilakukannya. Dia senangnya nabrak anak lain sampai jatuh. Dia juga sering nanya teori Newton tentang hukum benda-benda angkasa," sebutnya.

Secara intensif Izzan terus belajar sendiri matematika di rumah dengan ibunya sebagai mentor. Satu tahun berjalan Izzn pun mampu menyelesaikan soal-soal dan rumus matematika yang dipelajari anak-anak SMA.

"Matematika kelas 1 SD sampai kelas 1 SMA ditempuh dalam waktu satu tahun karena dia cuma belajar matematika saja. Tulisannya juga acak-acakan karenaa jarang nulis. Umur 7 tahun Izzan mulai belajar fisika," tuturnya.

Ilmu fisika terus dipelajari secara tekun oleh Izzan. Bahkan, di usianya yang masih 7 tahun dia mampu menyelesaikan soal-soal fisika setingkat kelas 3 SMP. Salah satu teori fisika yang dipejari oleh Izzan adalah teori fisika gasing.

Kewalahan

Yanti mulai kewalahan menanggapi rasa ingin tahu Izzan yang mulai membesar ketika usia putranya 8 tahun. Dia pun tidak mampu lagi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Izzan.

"Umur 8 tahun dia bisa menyelesaikan matematikan kelas 3 SMA. Pertanyaannya juga sudah mulai tidak bisa saya imbangi. Salah satu pertanyaannya adalah bagaimana menurunkan diferensial benda ke dimensi N," ujarnya.

Selain itu, Izzan yang masih berusia 8 tahun juga pernah mempertanyakan tentang matematika sudut bola.

"Saya tanya teman saya yang tamatan astronomi, kata dia itu dipelajari nanti pada tingkat 3 kuliah astronomi tentang sudut 3 dimensi," ungkapnya.

Yanti pun akhirnya bolak balik berkonsultasi dengan dosen-dosen matematika ITB seperti Agus Jodi dan Oki Neswan. Kedua dosen tersebut juga tidak mampu memberikan banyak solusi.

Oki Neswan pun menyuruh agar Izzan mengikuti SBMPTN agar bakatnya bisa diasah di ITB.

Dengan penuh kesabaran, Yanti pun membimbing Izzan selama beberapa tahun agar bisa ikut ujian persamaan untuk mengambil ijazah paket A hingga C.

Setelah berhasil mengambil ijazah paket C pada tahun 2015 lalu, Izzan sempat mengikuti SBMPTN pada tahun 2016. Sayang, Izzan gagal dan baru sukses pada tahun ini.

"Ikut tahun ini persiapannya juga cuma dua bulan," ucapnya.

Sumber : ptjvillage

Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah ...