Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label belajar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2019

Keuntungan Mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG)

 
Pendidikan Profesi Guru atau sering disingkat PPG adalah pendidikan yang dijalani seorang calon guru profesional setelah menempuh pendidikan sarjana, yang merupakan program pengganti Akta IV yang dinyatakan tidak berlaku lagi mulai tahun 2005. Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai suatu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru, tujuannya adalah untuk menciptakan seluruh guru-guru menjadi semakin profesional pada bidangnya masing-masing.

PPG itu sendiri terbagi ke dalam dua jenis yaitu PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan. PPG Prajabatan adalah Pendidikan yang diikuti oleh yang belum berstatus guru aktif (lulusan baru), sedangkan PPG Dalam Jabatan merupakan Pendidikan yang dikhususkan bagi yang sudah berstatus Guru aktif dengan masa kerja tertentu baik PNS maupun Non PNS.

Lalu apa saja yang menjadi keuntungan dengan mengikuti PPG tersebut? berikut ulasannya. 
  1. Menyandar gelar S.Pd., Gr. setelah LULUS PPG
  2. Meningkatkan skill dan kemampuan Guru
  3. Menambah teman / keluarga baru
  4. Mendapat tunjangan sertifikasi
  5. Mendapat sertifikat pendidik
  6. Sertifikat PPG dapat digunakan untuk mendaftar menjadi Guru Garis Depan (GGD)
  7. Sertifikat PPG dapat digunakan untuk mendaftar menjadi Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)
  8. Peluang lapangan kerja semakin banyak
  9. Kemampuan mengoperasikan komputer atau ilmu IT meningkat
  10. Bisa study banding dengan sekolah tempat PPL
  11. Menjadi prioritas utama pengangkatan CPNS dengan menggunakan SERTIFIKAT PENDIDIK
  12. NUPTK diterbitkan otomatis bagi Guru yang belum ber-NUPTK
  13. Biaya PPG disubsidi Pemerintah

Dari sekian banyak keuntungan mengikuti PPG di atas, maka tak heran jika ribuan Guru berlomba-lomba mengikuti program PPG tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah asal bahkan yang dari luar pulau menuju LPTK yang ditentukan oleh Pusat. Mereka juga rela meninggalkan anak, sanak saudara, keluarga, bahkan suami/istri tercinta.

Namun sejatinya mengikuti PPG memang adalah sebuah keharusan jika kita berharap generasi penerus bangsa semakin hebat dan berkualitas. Maka hal tersebut dimulai dari meningkatkan kualitas gurunya.

Demikianlah ulasan mengenai 13 Keuntungan ikut PPG, semoga bermanfaat dan semoga Bapak/Ibu menjadi Pendidik berkarakter dan semakin Profesional. JIka anda tertarik mengikuti PPG, maka pergunakan kesempatan emasnya dan persiapkan diri mulai sekarang.

Rabu, 30 Januari 2019

Materi 2 TIK - Sistem Bilangan

Sistem Bilangan atau Numeral Sistem adalah kumpulan dari simbol untuk mempresentasikan suatu bilangan atau cara untuk mewakili besaran dari suatu item fisik. Konsep dasar sistem bilangan dikarakteristikan oleh Basis (Radix), Absolute Digit dan Position Value dengan rumus :


Keterangan :
  • Absolute value adalah nilai mutlak dari masing-masing digit bilangan
  • Position Value adalah nilai penimbang atau bobot dari masing-masing digit bilangan tergantung dari letak posisinya
  • Basis (radix) adalah sistem bilangan tergantung dari jumlah nilai bilangan yang dipergunakan

SISTEM BILANGAN DESIMAL

Sistem bilangan decimal adalah sistem yang menggunakan basis 10 (deca), Menggunakan 10 macam simbol bilangan yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9. Sistem bilangan desimal merupakan yang paling umum digunakan dalam kehidupan sehari-hari manusia. Sistem bilangan desimal dapat berupa integer decimal (bilangan bulat) dan dapat juga berupa pecahan desimal. bilangan desimal dapat ditulis dalam bentuk eksponensial, yaitu ditulis dengan mantissa dan exponent.
Untuk melihat nilai bilangan desimal dapat digunakan perhitungan seperti berikut, misalkan contoh bilangan desimalnya adalah 8598. Ini dapat diartikan :


SISTEM BILANGAN BINER

Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 2 yang terdiri dari 2 macam simbol bilangan berbentuk digit angka yaitu 0 dan 1. Sistem bilangan biner modern ditemukan oleh Gottfried Wilhelm Leibniz pada abad ke-17 dan dipopulerkan oleh John Von Neumann.


SISTEM BILANGAN OKTAL

Sistem Bilangan Oktal adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 8 (octal), dan menggunakan 8 macam simbol bilangan berbentuk digit angka yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7.


SISTEM BILANGAN HEXADESIMAL

Sistem bilangan hexadecimal adalah sistem bilangan yang menggunakan basis 16 (hexa). Menggunakan 16 macam simbol bilangan, yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7,8,9,A,B,C,D,E,F. Untuk simbol A mewakili angka 10, B mewakili angka 11 dan seterusnya hingga F yang mewakili angka 15.


SISTEM BILANGAN BINER TERKODE (BCD)

Sistem bilangan biner terkode merupakan bilangan yang terdiri dari angka 1 dan angka 0. Berbeda dengan bilangan Biner biasa karena bilangan ini lebih condong untuk menyelesaian satu-persatu angka yang telah diberikan. Contoh penulisan (10010001)BCD.

TABEL KONVERSI SISTEM BILANGAN


TEKNIK KONVERSI SISTEM BILANGAN

  1. Biner
    • Biner ke Desimal
      Cara mengubah bilangan Biner menjadi bilangan Desimal dengan mengalikan 2n dimana n merupakan posisi bilangan yang dimulai dari angka 0 dan dihitung dari belakang.
      Contoh :
      1100012 diubah menjadi bilangan Desimal
      1100012 = ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) +                   ( 1 x 20 )
                     = 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
                     = 49
      Jadi, 110012 = 49
    • Biner ke Oktal
      Cara mengubah bilangan Biner menjadi bilangan Oktal dengan mengambil 3 digit bilangan dari kanan.
      Contoh :
      111100110012 diubah menjadi bilangan Oktal
      11 110 011 001 = 112 = (1 x 21) + (1 x 20) = 38
                               = 1102 = (1 x 22) + (1 x 21) + (0 x 20) = 68
                               = 0112 = (0 x 22 + (1 x 21) + (1 x 20) = 38
                               = 0012 = (0 x 22 + (0 x 21) + (1 x 20) = 18
      Jadi, 111100110012 = 36318
    • Biner ke HexaDesimal
      Cara mengubah Biner menjadi bilangan HexaDesimal dengan mengambil 4 digit bilangan dari kanan.
      Contoh :
      01001111010111002 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
      0100 1111 0101 1100 =>
                 01002 = (0 x 23) + (1 x 22) + (0 x 21) + (0 x 20) = 416
                 11112 = (1 x 23) + (1 x 22) + (1 x 21) + (1 x 20) = 15 = F16
                 01012 = (0 x 23) + (1 x 22) + (0 x 21) + (1 x 20) = 516
                 11002 = (1 x 23) + (1 x 22) + (0 x 21) + (0 x 20) = 12 = C16
      Jadi, 01001111010111002 = 4F5C16
    • Biner ke BCD
      Untuk konversi dari bilangan biner kedalam bentuk bilangan BCD, terlebih dahulu ubah kedalam bentuk decimal setelah itu kita tinggal membaginya empat-empat bilangan.
      Contoh :
      1011102 diubah menjadi bilangan BCD
      jadi hasil konversinya yaitu 46 desimal = 4 6
      4 = 0100 dan 6 = 0110
      maka hasilnya = 0100 0110 BCD
  2. Oktal
    • Oktal ke Biner
      Cara mengubah bilangan Oktal menjadi Biner dengan menjadikan satu persatu angka bilangan Oktal menjadi bilangan Biner dahulu kemudian disatukan. Untuk bilangan Oktal haruslah memiliki 3 digit bilangan Biner sehingga jika hanya menghasilkan kurang dari 3 digit makan didepannya ditambahkan bilangan 0.
      Contoh :
      2618 diubah menjadi bilangan Biner
                      28 = 0102
                      68 = 1102
                      18 = 0012
      Jadi, 2618 = 0101100012
    • Oktal ke Desimal
      Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan Desimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal.
      Contoh :
      2618 diubah menjadi bilangan Desimal
      Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
                       28 = 0102
                       68 = 1102
                       18 = 0012
      Jadi, 2618 = 0101100012
      Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
          0101100012 = (0 x 28) + (1 x 27) + (0 x 26)
                                 + (1 x 25) + (1 x 24) + (0 x 23 ) +
                                 (0 x 22) + (0 x 21) + (1 x 20)
                              = 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
                              = 177
      Jadi, 2618 = 177
    • Oktal ke HexaDesimal
      Cara mengubah bilangan Oktal menjadi bilangan HexaDesimal dengan mengubah bilangan Oktal tersebut menjadi bilangan Biner terlebih dahulu baru kita ubah menjadi bilangan Desimal. Lalu kita ubah lagi menjadi bilangan HexaDesimal.
      Contoh :
      2618 diubah menjadi bilangan HexaDesimal
      Langkah 1 : mengubah ke bilangan Biner
      261 = 28 = 0102
                      = 68 = 1102
                      = 18 = 0012
      Jadi, 2618 = 0101100012
      Langkah 2 : mengubah bilangan Biner menjadi Desimal
      0101100012 = ( 0 x 28 ) + ( 1 x 27 ) + ( 0 x 26 ) + ( 1 x 25 ) + ( 1 x 24 ) + ( 0 x 23 ) + ( 0 x 22 ) + ( 0 x 21 ) + ( 1 x 20 )
                      = 0 + 128 + 0 + 32 + 16 + 0 + 0 + 0 + 1
                      = 177
      Langkah 3 : mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal
      177 kita bagi dengan 16 117:16 = 11 sisa 1
      11 : 16 = 0 sisa 11 - B
      dibaca dari bawah maka menjadi B1
      Jadi 2618 = B116
    • Oktal ke BCD
      Untuk konversi kedalam bentuk bilangan BCD yaitu terlebih dahulu kita harus mengubahnya kedalam bentuk decimal. Setelah itu baru kita membaginya ke dalam empat-empat bagian. Untuk lebih jelasnya lihat cara kerja di bawah ini :

  3. Desimal
    • Desimal ke Biner
      Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Biner yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 2 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas.
      Contoh :
             25 diubah menjadi bilangan Biner
             25 : 2 = 12 sisa 1
             12 : 2 = 6 sisa 0
             6 : 2 = 3 sisa 0
             3 : 2 = 1 sisa 1
             1 : 2 = 0 sisa 1
             maka ditulis 11001
             Jadi 25 = 110012
    b. Desimal ke Oktal Cara mengubah bilangan Desimal menjadi Oktal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 8 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas. Contoh : 80 diubah menjadi bilangan Oktal 80 : 8 = 10 sisa 0 10 : 8 = 1 sisa 2 1 : 8 = 0 sisa 1 maka ditulis 120 Jadi 80 = 1208 c. Desimal ke HexaDesimal Cara mengubah bilangan Desimal menjadi HexaDesimal yaitu dengan membagi bilangan Desimal dengan angka 16 dan tulis sisanya mulai dari bawah ke atas. Contoh : 275 diubah menjadi bilangan HexaDesimal 275 : 16 = 17 sisa 3 17 : 16 = 1 sisa 1 1 : 16 = 0 sisa 1 maka ditulis 113 Jadi 275 = 11316 d. Desimal Ke BCD Jika kita mengkonversi kan bilangan decimal 86 ke dalam bentuk bilangan BCD, langkah pertama kita harus kita membagi bilangan tersebut menjadi 2 bagian. Misalnya 86, 1 bagian kita buat dalam 4 buah bilangan biner. Perhatikan cara kerja di bawah ini : Sistem Bilangan dan Cara Konversinya Jadi hasil konversi ke dalam bentuk BCD adalah 1000 . 0110

Minggu, 07 Oktober 2018

Cara Mudah Hard / Factory Reset Semua HP Samsung


Salah satu perusahaan terbesar dan hampir menguasai pasar smartphone / table berbasis Android di seluruh penjuru dunia adalah Samsung. Perusahaan ini berasal dari Asia Tenggara tepatnya Negara Korea Selatan yang sudah memproduksi puluhan ribu ponsel pintar dengan berbagai jenis dan model. Adapun sistem operasi andalan untuk mengoperasikan ponsel buatannya adalah OS Android yang diciptakan oleh Google.

Meski memiliki banyak fitur, smartphone Samsung terkadang memiliki permasalahan-permasalahan pada sistem operasi Android yang ia gunakan, misalnya tampilannya tidak sempurna yang diakibatkan oleh keliru dalam melakukan pengaturan, adanya aplikiasi yang dipasang manual yang tidak bisa dihapus setelahnya, ponsel terasa berat saat dioperasikan, penggunanya ingin mengembalikan pengaturan awal dan lain sebagainya.

Nah solusi atas permasalahan yang sebagian besar sudah disebutkan di atas adalah dengan melakukan Factory Reset atau Hard Reset. Factory reset ini berfungsi untuk mengembalikan semua pengaturan ponsel ke posisi awal atau dengan kata lain kembali dalam keadaan baru (kondisi awal saat ponsel dibeli). Dampak yang ditimbulkan setelah selesai melakukan Hard / Factory Reset adalah menyebabkan semua data / aplikasi yang tersimpan di memori internal smartphone android terhapus permanen.

Untuk melakukan Factory Reset, ada banyak cara yang bisa dilakukan, baik itu dengan melalui menu Backup dan Reset yang ada di menu pengaturan android, menekan kode rahasia pada dial pad, atau melalui Recovery Mode dengan menekan tombol kombinasi. Nah, bagi anda yang ingin melakukan factory reset, sebaiknya lakukan backup / pindahkan data, file atau aplikasi yang ada di dalam memori (penyimpanan) internal ponsel ke kartu memori eksternal (SD Card) atau ke tempat penyimpanan lain seperti ke dalam hardisk komputer atau ke penyimpanan Cloud. Tujuannya adalah agar data anda tidak ikut terhapus dan setelah melakukan factory reset/hard reset anda bisa mengembalikannya ke keadaan seperti semula.

Hard / Factory Reset Samsung Melalui Menu Pengaturan Android
Cara pertama yang paling gampang untuk melakukan hard reset terhadap smartphone Samsung ialah melalui menu pengaturan Android. Untuk melakukannya, silahkan ikuti panduannya berikut ini:
  1. Buka menu "Settings/Pengaturan/Setelan".
  2. Gulir ke bawah, temukan dan buka menu "Backup and Reset".
  3. Gulir ke bawah lagi kemudian tap pada "Factory Data Reset".
  4. Tap pada "RESET DEVICE".
  5. Tekan "OK/Yes" untuk mengkonfirmasi pilihan anda.
  6. Secara otomatis ponsel akan melakukan restart.
  7. Proses reset mungkin membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 5 menit.
  8. Selesai.

Hard / Factory Reset Samsung Melalui Dial Pad
Proses hard reset yang kedua ini adalah salah satu cara mudah yang bisa dilakukan, karena anda hanya perlu membuka menu dial pad atau papan telepon saja kemudian memasukkan kode rahasia kedalamnya.
  1. Buka menu "Phone" (tempat untuk memasukkan nomor telepon)
  2. Tekan kode rahasia *#*#7780#*#*, lalu tekan "Call/Panggil".
  3. Sebuah box kecil akan muncul untuk meminta konfirmasi anda, silahkan tekan "OK/Yes" untuk melanjutkan.
  4. Secara otomatis ponsel akan melakukan restart.
  5. Proses reset biasanya membutuhkan waktu sekitar 2 sampai 5 menit. Tunggu hingga selesai.
  6. Selesai.

Hard / Factory Reset Samsung Melalui Recovery Mode (CWM)
Apa itu Recovery Mode? Recovery Mode adalah menu yang disediakan oleh penyedia untuk memberikan akses kepada pengguna dalam melakukan beberapa pengaturan khusus. Contohnya melakukan instalasi Stock ROM, menghapus partisi kedua memori, backup dan restore serta melakukan Hard Reset / Wipe Data.Hard Reset melalui recovery memiliki keunggulan tersendiri apabila dibandingkan dengan menggunakan 2 cara yang ada di atas, karena kedua cara di atas terkadang masih menyisakan sisa-sisa file (berkas) didalam penyimpanan telepon atau dengan kata lain tidak terlalu bersih. Sedangkan cara yang ketiga ini, mampu membersihkan sekitar 99% sisa-sisa file yang ada di dalam smarphone.
  1. Non aktifkan / matikan perangkat Samsung Android hingga off total.
  2. Tekan tombol fisik "Home + Volume Atas + Power" secara bersamaan hingga ponsel bergetar, lalu lepaskan.
  3. Pilih menu "Wipe Data / Factory Reset". Untuk memindahkan pilihan, gunakan Volume Atas / Bawah dan untuk memilih menu tersebut, gunakan Tombol Power.
  4. Gunakan volume bawah untuk memilih menu "Yes - Delete all user data" lalu tekan "Tombol Power" untuk mengkonfirmasi pilihan.
  5. Tunggu beberapa saat hingga prosesnya penghapusan data selesai.
  6. Terakhir, pilih menu "Reboot system now".
  7. Selesai.

Untuk beberapa tipe Samsung lainnya, ada juga yang menggunakan tombol kombinasi berbeda dengan Samsung pada umumnya. Beberapa daftar tersebut bisa anda lihat berikut ini.
  • Samsung Galaxy Mini, Ace, Gio dan Fit : Tombol Home + Power.
  • Samsung Galaxy 551, Galaxy Pro : Tombol T + Power.
  • Samsung Galaxy Y (Young) CDMA : Matikan perangkat » Tekan Tombol Power, saat Logo Samsung Muncul » tekan tombol Volume Atas.
  • Samsung Galaxy Tab 7 (P1000) / Tab 7 Plus (P6200) : Tombol Volume Atas + Power.
  • Samsung Galaxy Chat GT-B5330 : Volume Bawah + Home + Power.
  • Samsung Galaxy Ace Plus : Vol UP + Vol Down + Home.

Demikianlah tutorial tentang Bagaimana Cara Melakukan Hard Reset / Factory Reset Ponsel Android Samsung

Minggu, 09 Juli 2017

DAFTAR ISTILAH DALAM SIM-PKB


INILAH ISTILAH DAN AKRONIM PROGRAM SIM-PKB GURU PEMBELAJAR TAHUN 2017 YANG GURU WAJIB KETAHUI ...

Guru wajib tahu, ada sejumlah istilah dan akronim program PKB Guru Pembelajar Tahun 2017. Agar memudahkan bapak ibu guru dalam mengikuti program ini, berikut kami bagikan istilah-istilahnya, silakan disimak dan difahami baik-baik.

Dapodik GTK = data pokok pendidik yang ada di Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)

Daring = dalan jejaring atau secara online, melalui media internet

Ditjen GTK = Direktorat Jendreral Guru dan Tenaga Kependidikan

E-portofolio = wadah yang terdapat pada LMS yang digunakan untuk menyimpan lembar kerja yang telah disediakan

Interaksi asynchronous = interaksi yang terjadi pada waktu yang tidak bersamaan
Interaksi asyncronous = interaksi yang terjadi pada waktu bersamaan

Instruktur Nasioanal (IN)/Mentor = guru yang memenuhi krteria sebagai instruktur atau mentor dan lulus dalam pembekalan instruktur nasional/ mentor tahun 2016 atau telah mengikuti dan lulus penyegaran instruktur nasional/ mentor tahun 2017

In service training (In) = pembelajaran melalui kegiatan tatap muka antara peserta dengan instruktur nasional

KCM = kriteria capaian minimal

KKG (kelompok Kerja Guru) = wadah atau forum kegiatan profesioanal bagi guru sekolah dasar/ madarasah ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yeng terdiri dari guru beberapa sekolah dengan legalitas Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupten/Kota.

Komunitas GTK = komunitas yang telah terdaftar dan terintegrasi secara resmi di SIM pembinaan karir guru

Komunitas POKJA = komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan memiliki Surat Keputusan Pendirian Komunitas

Komunitas Rayon = Forum / wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran/ paket keahlian yang dikoordinir dan dibentuk oleh UPT

Koordinator admin LMS = tenaga teknis yang ada di UPT yang mempunyai otoritas di dalam memperbaiki konten teknis untuk menjamin keberlangsungan pelaksaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

LMS (Learning Management System) = sistem manajemen pembelajaran secara elektronik contohnya moodle dan blackboard.

Log activity = rekaman kegiatan dalam sistem

Luring = luar jejaring (internet) / offline

MKBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) = wadah atau forum kegiatan profesional bagi guru Bimbingan Konseling di tingkat gugus atau
kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Provinsi/kabupaten/kota

MGMP (Musyawarh Guru Mata Pelajaran) = wadah atau forum kegiatan profesional guru mata pelajaran pada SMP/MTs, SMPLB/MTsLB, SMALB, SMK/MAK, SMALB/MALB yang berada pada satu wilayah/kabupaten/kota/kecamatan/ sanggar/ gugus sekolah dengan legalitas dari dinas pendidikan Provinsi/ Kabupetan/kota

NS (Nara sumber) = widyaiswara, pengembang teknologi pendidikan (PTP) dan/atau guru yang memiliki kriteria dan lulus dalam pelatihan narasumber nasional/ pengampu tahun 2016 atau yang telah mengikuti penyegaran program pengembangan keprofesian berkelanjutan tahun 2017

On teh job learning (on) = merupakan kelanjutan program pembelajaran dari kegiatan In 1

Pengampu = widyaiswara/PTP/dosen/instruktur yang memfasilitasi, membimbing, dan memonitor kegiatan peserta dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan = proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya

Moda Daring Murni = model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh Moda

Daring Kombinasi = model pembelajaran bagi guru yang dilaksanakan secara tatap muka dengan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Daring Murni – Model 1: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan difasilitasi hanya oleh pengampu

Murni – Model 2: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Tatap Muka = model pembbelajaran bagi guru yang dilakukan secara tatap muka dengan didampingi dan difasilitasi oleh instruktur nasional dan narasumber nasional

PB (Pusat Belajar) = tempat kegiatan pendampingan dan tatap muka antara instruktur nasional (mentor) dengan peserta PKB moda tatap muka atau moda daring kombinasi

Pusat Kegiatan Gugus = merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru taman kanak-kanak (TK) di tingkat kecamatan terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari dinas provinsi/ kabupaten/ kodya

Refleksi = memikirkan ulang dan menuangkan hal-hal yang telah diperoh dalam proses belajar, fakto-faktor pendukung maupun penghambat, mengantisipasi langkah yang perlu dilakukan dan rencana tindak lanjut

SIM PKB = sistem informasi manajemen terpadu pada sistem PKB

Smiley face = instrumen untuk mengukur reaksi peserta terhadap proses pembelajaran berupa ‘kepuasan peserta’

Surel = surat elektronik atau email

UPT = unit pelaksana teknis mencakup PPPPTK dan LPPPTK-KPTK yang menyelenggrakan program PKB.

Terimakasih .....

Jumat, 09 Juni 2017

Membuat Salam Pembuka PC dan Laptop Saat Dihidupkan

Mengucapkan "Salam" merupakan ciri khas mahluk hidup yang dilakukan ketika bertemu dengan sesamanya. Manusia juga sebagai bagian dari mahluk hidup pasti akan menerapkan budaya salam ini. Selain sebagai bentuk kesopanan, orang yang mendengar salam kita juga pasti akan merasa lebih dihargai.

Perangkat komputer yang sering kita gunakan juga bisa mengucapkan berbagai salam sesuai selera penggunanya. Saya akan menjelaskan bagaimana cara membuat komputer atau laptop bisa menyapa atau mengucapkan salam.

Langkah-langkahnya :

  • Pastikan komputer memiliki Driver Audio (Kebanyakan komputer memilikinya secara default). Jika sudah, buka terlebih dahulu aplikasi Notepad kalian melalui Start Menu.
  • Setelah terbuka, ketikkan perintah berikut: Dim speaks, speech speaks=”Welcome to your PC, Username” Set speech=CreateObject(“sapi.spvoice”) speech.Speak speaks. Kalian wajib mengetikkan seluruh perintah tersebut dengan sama persis kecuali pada bagian Welcome to your PC, Username.
  • Ganti tulisan Welcome to your PC, Username menjadi Halo Ganteng, Nama Kalian.
  • Simpan perintah tersebut dalam format VBs. File tidak boleh disimpan dalam format lain, namun kalian bisa mengganti dari nama file tersebut sesuai keinginan kalian.
  • Simpan perintah tersebut pada direktori C:\Users\User atau nama pengguna kalian\AppData\Roaming\Microsoft\Windows\StartMenu\Programs\Startup.
  • Restart PC dan pada saat kalian masuk ke desktop, nantinya akan terdengar salam dari sistem komputer kalian.

Demikian cara membuat PC atau Laptop memberi salam saat dihidupkan.
Semoga bermanfaat ....

Senin, 27 Maret 2017

Tiga Agenda Penting Implementasi Kurikulum 2013



Tahun 2017, implementasi kurikulum 2013 (K-13) memasuki tahun ke-4. Di jenjang Sekolah Dasar (SD), pada tahun 2016, K-13 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah. Pada Tahun 2017/2018, Kemendikbud menargetkan sekolah yang mengimplementasikan K-13 sebanyak 35% sekolah sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh SD telah menerapkan K-13 (Kemdikbud, 2017).
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, pada saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengembang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Tingkat Provinsi tanggal 14 Maret 2017 di Hotel Allium Tangerang, mengatakan bahwa ada 3 hal penting yang menjadi agenda atau fokus dalam implementasi K-13, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad 21.
Penguatan Pendidikan Karakter
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak lepas dari program Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo. Ada 5 nilai yang menjadi fokus PPK, yaitu nasionalis, integritas, mandiri, gotong rotong, dan religius. Penjabaran dari nasionalis seperti; cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan menghargai kebhinekaan. Penjabaran dari nilai integritas seperti; kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran. Penjabaran dari nilai mandiri seperti; kerja keras, disiplin, kreatif, berani, dan pembelajar. Penjabaran dari nilai gotong royong seperti; kerjasama, solidaritas, saling menolong dan kekeluargaan. Adapun penjabaran dari nilai religius seperti; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bersih, toleransi, dan cinta lingkungan. Orang tua, guru, masyarakat, dan para pemegang kebijakan tentunya dapat mengembangkan penjabaran nilai-nilai lainnya sepanjang relevan dengan lima nilai yang menjadi fokus PPK.
Karena bangsa-bangsa hebat dan maju di dunia ini pada umumnya berkarakter kuat, seperti pekerja keras, disiplin, jujur, berintegritas, memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia, sebagai salah satu bangsa terbesar di dunia perlu juga diperkuat karakternya agar dapat menjadi bangsa yang maju, beradab, dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta dalam rangka mempersiapkan generasi emas tahun 2045.
Pendidikan karakter disamping mengacu kepada Nawa Cita yang digulirkan presiden Joko Widodo, juga merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Hamid Muhammad menyampaikan bahwa PPK meliputi pada tiga hal. Pertama, penguatan kejujuran dan integritas. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur dan berintegritas. Faktanya pada pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan yang tinggi tidak selalu identik dengan kejujuran. Keserakahan menjadi faktor utama terjadinya di kalangan orang pendidikan memiliki jabatan di lembaga-lembaga pemerintahan. Justru banyak orang yang berpendidikan rendah dan miskin jujur. Walau mereka kondisinya miskin, tapi hatinya kaya, masih memiliki nurani, memiliki rasa takut dan malu yang tinggi.
Kedua, penguatan sikap yang berkaitan dengan kinerja. Bangsa Indonesia dikenal kurang menghargai waktu dan kurang disiplin. Hal ini dapat kita lihat perilaku warga masyarakat di jalan raya. Pelaksanaan rapat yang sering terlambat karena peserta banyak yang terlambat hadir alias jam karet, terlalu banyak membuang waktu memperdebatkan yang kurang penting sehingga kurang produktif. Ada pribahasa Inggris yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Begitu pun dalam ajaran agama Islam diingatkan tentang kerugian bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Dalil Al Qur’annya banyak dibaca, tetapi belum benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Urusan disiplin justru bangsa Indonesia harus banyak mencontoh kepada negara Jepang dan Korea selatan yang sangat menghargai waktu dan produktivitasnya tinggi.
Ketiga, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali. Hal ini bertujuan agar semangat untuk mencintai negeri sendiri semakin tumbuh dan kuat di tengah derasnya pengaruh budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan, dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.
Hamid Muhammad juga menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi dalam implementasi K-13 sehingga perlu benar-benar diinternalisasikan dalam pembelajaran. Dan tentunya guru adalah sosok kunci yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam implementasinya. Selain itu, perlu diciptakan suasana yang kondusif dalam PPK di sekolah. Hal yang paling utama adalah adanya keteladanan dari Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan.

Penguatan Budaya Literasi
Selain Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pada kurikulum 2013 juga ditekankan tentang penguatan budaya literasi. Sebagaimana diketahui bahwa minat baca Indonesia masih rendah. Sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang puas di posisi 61. Sedangkan Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, di posisi 59. (Media Indonesia, 30/8/2016).Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Keprihatinan kita makin bertambah jika melihat data UNDP yang menyebutkan angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen. Sebagai pembanding, di Malaysia angka melek hurufnya 86,4 persen (Republika, 15/12/2014).Berdasarkan hal tersebut di atas, sejak tahun 2015 melalui penerbitan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Literasi menjadi salah satu bentuk penumbuhan budi pekerti di sekolah. Salah satu bentuknya adalah pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa.
Budaya literasi juga ditumbuhkan melalui integrasi dalam pembelajaran, utamanya dalam penerapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang dikenal dengan 5M. Skenario pembelajaran juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan penilaian hasil belajar pada level kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill/HOTS) siswa di mana arahnya pada menemukan dan menyelesaikan masalah. Hal tersebut tentunya harus tergambar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru.
Literasi pada jenjang SD harus diperkuat, karena SD adalah fondasi dalam pendidikan siswa. Literasi merupakan pintu gerbang untuk menguasai materi pelajaran. Di kelas rendah (I-III) diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang notabene merupakan literasi yang paling mendasar. Literasi secara sederhana diartikan sebagai keberaksaraan. Dalam perkembangannya, literasi bukan hanya diidentikkan dengan kemampuan calistung, tetapi juga pada aspek yang lain seperti kemampuan memilih dan memilah informasi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dalam masyarakat. UNESCO tahun 2003 menyatakan bahwa “Literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.” Walau pengertian literasi sudah berkembang, aktivitas membaca dan menulis merupakan hal yang paling mendasar dalam literasi. Mengapa demikian? Karena memilih dan memilah informasi tentunya dilakukan dengan membaca. Dan aktivitas membaca hanya dilakukan jika ada bacaan yang notabene karya para penulis.

Pembelajaran Abad 21
Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. Pertama, kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek.
Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersamasama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.
Kedua, kreativitas (creativity). Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai.
Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.
Ketiga, komunikasi (communication). Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan Wikipedia dinyatakan bahwa komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.
Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan. Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.
Keempat, kolaborasi (collaboration). Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antar anggota. Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.
Semoga implementasi kurikulum 2013 mencapai tujuan yang diharapkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan melahirkan generasi bangsa yang memiliki kompetensi dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.* (Idris Apandi).
*
Idris Apandi, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat.  

Minggu, 05 Maret 2017

Hacking : Mengenal Teknik Gangguan Keamanan Dunia Maya


Dunia maya (cyberspace) merupakan istilah mengenai dunia tanpa batas jaringan komputer terbesar di muka bumi, Internet. Internet sudah sangat berperan dalam kehidupan manusia saat ini. Banyak aktivitas manusia yang dilakukan berhubungan dengan Internet. Beberapa aktivitas tersebut misalnya berbelanja secara online, Internet banking, melamar pekerjaan, berkomunikasi dan lain sebagainya. Segala macam aktivitas di Internet tersebut dapat disalahgunakan atau mengandung resiko mengenai kemanannya, terutama keamanan ketika berlangsungnya pentransferan data pada jaringan. Data yang melewati jaringan komputer bisa disadap, dicuri, atau dirusak.  Data-data yang dicuri dan disalahgunakan tersebut untuk kemudian digunakan untuk keuntungan pribadi, bahkan dapat digunakan untuk tindak kejahatan. Segala macam tindak kejahatan di dunia maya (cyberspace) atau kejahatan dengan menggunakan komputer dan jaringan komputer, untuk kemudian disebut dengan cybercrime.

Secara garis besar, ancaman terhadap teknologi sistem informasi terbagi dua :
1.    Ancaman Aktif
  • Kejahatan terhadap komputer
  • Kecurangan
2.    Ancaman Pasif
  • Kegagalan sistem
  • Kesalahan manusia
  • Bencana alam

Macam Ancaman
Contoh
Bencana alam dan politik
  • Gempa bumi, banjir, kebakaran, perang.
Kesalahan manusia
  • Kesalahan pemasukkan data.
  • Kesalahan penghapusan data.
  • Kesalahan operator (salah memberi label pada pita magnetik)
Kegagalan perangkat lunak dan perangkat keras
  • Gangguan listrik.
  • Kegagalan peralatan.
  • Kegagalan fungsi perangkat lunak.
Kecurangan dan kejahatan komputer oleh user
  • Penyelewengan aktivitas.
  • Penyalahgunaan kartu kredit.
  • Sabotase.
  • Pengaksesan oleh orang yang tidak berhak
Program yang jahat
  • Virus, cacing (worm), bom waktu, dll.

Ada tiga cara untuk melakukan gangguan terhadap teknologi sistem informasi :
  1. Data Tampering
  2. Penyelewengan program
  3. Penetrasi ke teknologi sistem informasi

Kemampuan hacking hingga saat ini masih dipandang sebagai skill yang populer di kalangan IT. Terbukti mulai dari siswa IT hingga para pakar IT berlomba-lomba untuk mempelajari ilmu hacking ini secara otodidak. Secara umum, ada dua bentuk serangan terhadap data yang disimpan di jaringan komputer, yaitu hacking dan cracking. Hacking adalah usaha memasuki secara ilegal sebuah jaringan dengan maksud bisa hanya sekedar mengamati, menyadap, mencuri data, dan sebagainya. Adapun Cracking, adalah usaha memasuki secara ilegal sebuah jaringan dengan maksud menghancurkan atau merusak data yang disimpan di komputer yang ada di jaringan tersebut. Pelaku hacking disebut Hacker, dan pelaku cracking disebut Cracker.

Contoh-contoh cybercrime yang umum diantaranya adalah pornografi dan prostitusi, perjudian online, pemalsuan jati diri, pencurian, penipuan, pelanggaran privasi, pelanggaran yang berhubungan dengan kekayaan intelektual, perusakan nama baik, spam, sabotase, penyerangan jati diri (mencemoh atau mengejek orang lain), SARA dan sebagainya. Di Indonesia pengaturan perundang-undangan mengenai cybercrime sebagai dasar hukum terhadap pelanggaran yang terjadi diatur oleh UU HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual) No 19 Tahun 2002 dan UU ITE (Informasi dan Transaksi Elektronik) No 11 Tahun 2008.

Berikut ini adalah istilah-istilah yang berkenaan dengan kejahatan di dunia maya (cybercrime), yaitu:
1.      Malware
Malware merupakan program yang dibuat untuk melakukan suatu tindak kejahatan tertentu oleh suatu pihak sehingga akan merugikan pengguna yang komputernya terjangkit program ini, malware terdiri dari:
a.       Virus : program yang bertujuan untuk mengubah cara bekerja komputer tanpa seizin pengguna
b.       Worm : program-program yang menggandakan dirinya secara berulang-ulang di komputer sehingga menghabiskan sumber daya
c.       Trojan Horse: program / sesuatu yang menyerupai program yang bersembunyi di dalam program komputer kita
d.       Spyware: Program yang diinstal secara diam-diam tanpa sepengetahuan pengguna. Spyware akan merugikan pengguna karena memungkinkan pihak lain untuk mengumpulkan informasi penting yang rahasia, seperti keystrokes, user ID, password, alamat email, history dari halaman web yang dikunjungi korban.
e.       Adware: Adware tidak berbeda jauh dengan spywareAdware akan memata-matai korban, merekam aktivitas browsing dan download, kemudian mencoba mempelajari profil korban. Adware kemudian mengirimkan iklan-iklan di browser sesuai dengan profil korbannya.
f.         BackDoor: Program yang memungkinkan pengguna tak terotorisasi (tak diizinkan) bisa masuk ke komputer tertentu.
g.       Browser Hijackers: perangkat lunak yang bekerja dengan cara membajak browserBrowser hijacker dapat mengalihkan url yang kita ketik di browser ke situs-situs tertentu. Tujuannya untuk meningkatkan jumlah pengunjung situs tersebut. Selain itu browser hijackers dapat pula mengubah pengaturan browser, seperti mengubah pengaturan homepage pengguna pada browser dengan homepage yang diatur oleh pembajak. Browser hijacker dapat pula menginterupsi pencarian informasi yang dilakukan pengguna menggunakan mesin pencari (search engine) dengan cara menampilkan hasil pencarian dari mesin pencari pembajak, bukan dari hasil pencarian dari mesin pencari yang digunakan oleh korban.

2.      Unauthorized Access
Unauthorized Access (penggunaan tak terotorisasi), merupakan penggunaan komputer atau data-data di dalamnya secara illegal atau tanpa persetujuan. Kejahatan ini dilakukan dengan cara memasuki komputer atau jaringan komputer secara tidak sah. Penyusupan dilakukan tanpa izin dan diam-diam dengan memanfaatkan kelemahan sistem kemanan komputer yang disusupi. Biasanya penyusupan bertujuan untuk mencuri informasi penting dan rahasia, sabotase atau hanya sekedar tertantang untuk menguji kemampuannya dan kehandalan sistem keamanan komputer yang disusupi.

3.      Illegal Content
Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan menyebarkan informasi ke Internet mengenai sesuatu yang tidak benar (HOAX), tidak sesuai dengan norma dsb dengan tujuan untuk merugikan orang lain atau menimbulkan kekacauan.

4.      Cyber Espionage
Bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan dengan memasuki jaringan kompute pihak tertentu atau sebuah negara untuk tujuan mata-mata. Biasanya dilakukan untuk mencari data-data penting rahasia suatu negara lain atau perusahaan yang menjadi saingan bisnis.

5.      Data Forgery
Bentuk kejahatan dunia maya yang dilakukan dengan cara memalsukan data-data.

6.      Cyber Sabotage and Extortion atau Cyber Terrorism
Bentuk cybercrime yang dilakukan untuk menimbulkan gangguan, pengrusakan, atau penghancuran terhadap suatu data, program atau jaringan komputer pihak lain. Biasanya kejahatan ini dilakukan dengan cara memasukan malware yang bersifat merusak.

7.      Infringements of Privacy
Cybercrime yang dilakukan karena menggunakan hak kekayaan intelektual yang dimiliki pihak lain di Internet.

8.      Spam
Email atau pesan-pesan lewat media komunikasi yang tidak diinginkan yang dikirim ke banyak penerima sekaligus.

9.      Spoofing
Tindakan untuk menyusup ke dalam sebuah jaringan dengan memalsukan alamat IP komputer sehingga dipercaya oleh jaringan. Dengan cara memalsukan IP Address kemudian pelaku melakukan serangan ke jaringan yang berhasil disusupi tersebut. Cara ini biasa dilakukan untuk mengecoh firewall  dari jaringan yang menjadi target. Firewall adalah hardware atau software pelindung agar paket-paket data yang dicurigai dapat dicegah masuk ke dalam jaringan. Dengan memalsukan IP Address, paket data yang datang tersebut seolah-olah berasal dari sumber yang terpercaya sehingga firewall akan membiarkan paket tersebut masuk ke jaringan. Setelah berhasil masuk ke jaringan, paket data tersebut kemudian menjalankan aksi jahatnya. Aksi jahat tersebut dapat bermacam-macam, seperti melumpuhkan sistem kemanan sehingga aksi selanjutnya dapat dilakukan (mencuri data penting atau merusak data).

10. Email Spoofing
Teknik penipuan yang dilakukan dengan cara memalsukan email header sehingga seolah-olah email tersebut berasal dari seseorang dan bukan datang dari pengirim sebenarnya. Teknik ini biasanya dilakukan oleh pelaku spam atau penipu untuk mengelabui korbannya. Biasanya pelaku menggunakan email spoofing sehingga seolah-olah email yang dikirimkannya berasal dari lembaga terpercaya atau sahabat yang korban percaya.

11. Carding
Cybercrime yang dilakukan dengan melakukan penipuan dengan menggunakan kartu kredit (credit card fraud). Penipuan tersebut dilakukan dengan cara mencuri data-data nomor kartu kredit orang lain dan menggunakannya untuk transaksi di Internet. Carding dapat dilakukan dengan mudah tanpa harus memiliki pengetahuan dalam pemrograman dan sistem keamanan jaringan. Para pelaku carding biasa disebut dengan carderCarder dapat melakukan carding dengan menggunakan bantuan program spoofing yang banyak dinstall di situs-situs Internet. Dengan menggunakan program spoofing, seorang carder dapat menembus jaringan komputer yang sedang melakukan transaksi menggunakan kartu kredit. Transaksi tersebut direkam untuk kemudian masuk ke email carder untuk bertransaksi di Internet.

12. Eavesdropping
Tindakan melakukan intersepsi (mengintip/menguping) secara langsung (realtime) yang tidak diotorisasi (diijinkan) terhadap komunikasi pribadi seperti telepon, pesan instan, video conference, atau transmisi fax. Ini merupakan teknik mengintersepsi jaringan komunikasi korban secara real time. Jaringan komunikasi itu sendiri contohnya telepon, video call, SMS, fax, dan lain-lain. Tindakan ini biasanya dilakukan untuk mencuri data yang dikirim melalui jaringan tanpa dienskrispsi terlebih dahulu. Enkripsi adalah pengubahan data ke dalam suatu kode untuk tujuan keamanan. Data yang tidak dienkrispsi memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk diintersepsi.
Teknik hacking ini bisa dibilang tergolong sulit, tapi mudah dilakukan bagi orang yang memiliki wewenang khusus. Karena untuk melalukan teknik ini, biasanya membutuhkan perangkat tambahan ataupun sebuah akses khusus.
Berikut adalah beberapa cara untuk mengetahui saat ada seseorang yang menyerang kamu dengan teknik hacking Eavesdropping :
a.        Apabila yang diserang adalah jalur komunikasi telepon. Biasanya jalur komunikasi telepon kita nantinya tidak jernih, akan ada seperti suara berdengung. Di satu sisi, suara lawan bicara kita juga akan menggema.
b.       Sambungan jalur telepon akan sering terputus setiap beberapa menit, meskipun sinyal kamu dan lawan bicara kamu kuat.
c.        Saat kita menelepon, kadang tersasar ke nomor yang tidak jelas. Padahal kita sudah memastikan nomor telepon yang dituju.
d.       Apabila yang diserang adalah jalur komunikasi pesan, biasanya pesan-pesan kamu akan mengalami delay, bahkan bukan tidak mungkin gagal dikirim.
e.        Pesan akan terkirim dua kali, bahkan juga menyebabkan biaya pengiriman pesan kamu menjadi dua kali lipat.

13. Snooping
Tindakan mengakses data orang lain tanpa otorisasi. Berbeda dengan eavesdropping, snooping tidak terbatas pada usaha mengakses data pada saat data tersebut dikirimkan. Snooping dapat saja dilakukan dengan cara mengintip email orang lain pada saat ditampilkan di monitor atau mengamati seseorang ketika mengetik sesuatu di keyboard. Cara yang lebih canggih adalah menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras khusus untuk mengintip apa yang ditampilkan dimonitor korban dari tempat lain.
Snooping juga sering dilakukan dengan menggunakan keylogger. Keylogger bekerja dengan cara merekam setiap tombol yang ditekan pengguna ketika bekerja dengan komputer kemudian mengirimkan informasi tersebut ke alamat email seseorang. Hal ini memungkinkan pelaku snooping dapat mengetahui informasi-informasi penting milik pengguna, seperti User ID, password, nomor kartu kredit, akun bank online dan sebagainya. Informasi tersebut kemudian digunakan oleh pelaku untuk kepentingannya yang dapat merugikan korban.

14. Phishing
Merupakan trik yang dilakukan pelaku kejahatan untuk mendapatkan informasi rahasia dengan cara menggunakan situs palsu dan mengarahkan korban agar memasukan data pentingnya di situs palsu tersebut. Phising dirancang untuk mengecohkan orang lain agar memberikan data pribadinya ke situs yang disiapkan oleh pelaku. Situs tersebut dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai situs milik perusahaan tertentu. Sebagai contoh, pelaku ingin mencuri data penting pengguna sebuah situs bank online. Maka pelaku akan mengirimkan email ke pengguna situs bank online bersangkutan seolah-olah email tersebut berasal dari pegawai bank asli. Korban akan diminta memperbaiki akun bank onlinenya dengan cara membuka link yang disediakan di email yang dikirimkan. Jika mengklik link tersebut, korban akan dibawa ke sebuah situs bank online palsu. Di situs tersebut korban akan diminta untuk memasukan data pentingnya . Jika tidak hati-hati korban akan memasukan data penting tersebut tanpa curiga karena mengira situs tersebut adalah situs asli. Selanjutnya, data penting tersebut akan digunakan oleh pelaku phising untuk keperluan pribadinya yang tentu saja akan sangat merugikan korban.

15. Pharming
Pharming adalah bentuk lain dari phising, jika phishing menggunakan email, maka pharming langsung menuju ke web tertentu dengan cara membajak DNS (Domain Name System) dari situs yang dipalsukan.

16. Denial Of Service Attack
Merupakan serangan yang bertujuan untuk akses komputer pada layanan web atau email. Pelaku akan mengirimkan data yang tak bermanfaat secara berulang-ulang sehingga jaringan akan memblok pengunjung lainnya.

17. Cookies
Cookies bukan merupakan tindak kejahatan dan tidak berbahaya. Cookies berguna untuk mempermudah pengguna ketika mengunjungi sebuah situs sehingga memungkinkan pengguna tersebut tanpa login berulang-ulang. Ketika kita memberikan tanda ceklis di kotak “Cek Remember Me” dihalaman situs pada saat login, berarti kita telah mengaktifkan cookies. Dengan cookies, Data User ID dan password selain disimpan di server yang bersangkutan maka akan disimpan di harddisk pengguna untuk digunakan langsung oleh browser, sehingga kita tidak perlu lagi mengetik ulang User ID dan Password tersebut. Namun, cookies akan menjadi berbahaya ketika komputer terjangkit spyware yang bekerja membaca data yang ada di cookies dan menggunakannya untuk keperluan pribadi pembuat/pengirim spyware tersebut.

18. Data Tampering atau Data Diddling
Data Tampering adalah merubah data sebelum, atau selama proses dan sesudah proses dari teknologi sistem informasi.
Data diubah sebelum diproses yaitu pada waktu data ditangkap di dokumen dasar atau pada saat diverifikasi sebelum dimasukkan ke teknologi sistem informasi. Data diubah pada saat proses teknologi sistem informasi biasanya dilakukan pada saat dimasukkan ke dalam teknologi sistem informasi. Data diubah setelah proses teknologi sistem informasi yaitu dengan mengganti nilai keluarannya. Data diubah dapat diganti, dihapus atau ditambah. Kegiatan data tampering ini biasanya banyak dilakukan oleh orang dalam perusahaan itu sendiri.

19. Round Down Technique
Teknik ini merupakan bagian program yang akan membulatkan nilai pecahan ke dalam nilai bulat dan mengumpulkan nilai-nilai pecahan yang dibulatkan tersebut. Bila diterapkan di bank misalnya, pemrogram dapat membulatkan ke bawah semua biaya bunga yang dibayarkan ke nasabah, dan memasukkan pecahan yang dibulatkan tersebut ke rekeningnya.

20. Salami Slicing
Merupakan bagian program yang memotong sebagian kecil dari nilai transaksi yang besar dan menggumpulkan potongan-potongan ini dalam suatu periode tertentu.
Misalnya suatu akuntan di suatu perusahaan di California menaikkan sedikit secara sistematik biaya-biaya produksi. Bagian-bagian yang dinaikkan ini kemudian dikumpulkan selama periode tertentu dan diambil oleh akuntan tersebut.

21. Super Zapping
Adalah penggunaan tidak sah dari program utiliti Superzap yang dikembangkan oleh IBM untuk melewati beberapa pengendalian-pengendalian sistem yang kemudian melakukan kegiatan tidak legal.

22. Bom Logika atau Bom Waktu (Logic bomb atau Time bomb)
Bom logika atau bom waktu adalah suatu program yang beraksi karena dipicu oleh sesuatu kejadian atau setelah selang waktu berlalu. Program ini biasanya ditulis oleh orang dalam yang akan mengancam perusahaan atau membalas dendam kepada perusahaan karena sakit hati.
Contoh kasus bom waktu terjadi di USPA, perusahaan asuransi di Forth Worth. Donal Burkson, seorang programmer pada perusahaan tersebut dipecat karena sesuatu hal. Dua hari kemudian, sebuah bom waktu mengaktifkan dirinya sendiri dan menghapus kira-kira 160.000 rekaman-rekaman penting pada komputer perusahaan tersebut.

23. Piggybacking
Piggybacking adalah menyadap jalur telekomunikasi dan ikut masuk ke dalam sistem komputer bersama-sama dengan pemakai sistem komputer yang resmi.

24. Masquerading atau Impersonation
Masquerading atau Impersonation yaitu penetrasi ke sistem komputer dengan memakai identitas dan password dari orang lain yang sah. Identitas dan password ini biasanya diperoleh dari orang dalam.

25. Scavenging
Scavenging yaitu penetrasi ke sistem komputer dengan memperoleh identitas dan password dari mencari di dokumen-dokumen perusahaan. Data identitas dan password diperoleh dari beberapa cara mulai dari mencari dokumen di tempat sampah sampai dengan mencarinya di memori-memori komputer.


CARA MENANGGULANGI ANCAMAN/ GANGGUAN TERHADAP TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI

1.      Pengendalian akses.
Pengendalian akses dapat dicapai dengan tiga langkah, yaitu:
a.       Identifikasi pemakai (user identification).
Mula-mula pemakai mengidentifikasikan dirinya sendiri dengan menyediakan sesuatu yang diketahuinya, seperti kata sandi atau password. Identifikasi tersebut dapat mencakup lokasi pemakai, seperti titik masuk jaringan dan hak akses telepon.
b.       Pembuktian keaslian pemakai (user authentication).
Setelah melewati identifikasi pertama, pemakai dapat membuktikan hak akses dengan menyediakan sesuatu yang ia punya, seperti kartu id (smart card, token dan identification chip), tanda tangan, suara atau pola ucapan.
c.       Otorisasi pemakai (user authorization).
Setelah melewati pemeriksaan identifikasi dan pembuktian keaslian, maka orang tersebut dapat diberi hak wewenang untuk mengakses dan melakukan perubahan dari suatu file atau data.

2.      Memantau adanya serangan pada sistem.
Sistem pemantau (monitoring system) digunakan untuk mengetahui adanya penyusup yang masuk kedalam sistem (intruder) atau adanya serangan (attack) dari hacker. sistem ini biasa disebut “intruder detection system” (IDS). Sistem ini dapat memberitahu admin melalui e-mail atau melalui mekanisme lain. Terdapat berbagai cara untuk memantau adanya penyusup. Ada yang bersifat aktif dan pasif. IDS cara yang pasif misalnya dengan melakukan pemantauan pada logfile.

3.      Penggunaan Enkripsi.
Salah satau mekanisme untuk meningkatkan keamanan sistem yaitu dengan menggunakan teknologi enkripsi data. Data-data yang dikirimkan diubah sedemikian rupa sehingga tidak mudah diketahui oleh orang lain yang tidak berhak.

Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah ...