Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kisah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 15 Juli 2017

Wariskan Anak Ilmu


Pagi ini salah satu penumpang travel BM Trans, salah satu bidang usaha yang saya miliki berada di teras depan rumah saya sembari menunggu mobil travel penjemput yang akan membawanya dari Sangatta ke Balikpapan.

Mengingat dia menunggu di teras depan rumah saya, maka mau tidak mau saya  "njagong" bersamanya senbari menunggu mobil travel yang datang menjemputnya. Sekitar 10 atau 15 menit kemudian mobil travel yang menjemputnya datang dan membawanya berangkat menuju Balikpapan.

Sebelumnya, percakapan sederhana pun terjadi, dan dia menceritakan mengapa anak-anaknya tidak mau disekolahkan di perguruann tinggi, begitu lulus SMA langsung minta bekerja. Menurut anaknya, dengan langsung bekerja maka akan mendapatkan upah ataupun gaji, meskipun keinginannya menjadi "engineer" atau "mechanic", namun karena keterbatasan skill dan kemampuan, makanya menjadi operator pun diterima, yang terpenting baginya bisa cepat bekerja.

Padahal bapaknya selama kerja 20 tahun di perusahaan salah satu kontraktor tambang batubara di Sangatta, dikarenakan ijazah yang tidak terlalu tinggi, maka ia merasa bahwa jabatan dan gaji yang dimiliki dan didapatnya di perusahaan hanya begitu-begitu saja. Malahan dia dipimpin oleh seorang atasan dengan usia yang sangat muda, jauh di bawahnya dengan ijazah yang lebih tinggi darinya.

Dia beralibi seorang atasan dengan ijazah yang tinggi menurutnya, hanya menang di teori saja, sementara prakteknya skill di lapangan kadang-kadang malah kalah dengan orang-orang yang berada di bawahnya. Namun demikian, apa boleh dikata begitulah sistem birokrasi kita lebih mengenal pendidikan formal daripada pendidikan non-formal, lebih mengenal pendidikan berbasis teori dibandingkan memiliki skill yang kompeten.

Mendengar kata-katanya menceritakan tentang dirinya dan anaknya, saya lantas terdiam dan termenung sejenak kemudian menyampaikan sebuah cerita tentang kebiasaan orang-orang yang ada di kampung saya kepadanya.

Bagi orang tua-orang tua di kampung saya meskipun tidak berpendidikan tinggi, bahkan bahkan mayoritas malah tidak mengenyam pendidikan menginginkan anak-anaknya untuk bisa mengenyam pendidikan yang tinggi bagaimanapun caranya meskipun dengan cara berhutang sana, berhutang sini yang terpenting baginya anak-anak bisa selesai sekolah.

Meminjam peribahasa kuno "sikil digawe ndas, ndas digawe sikil" (kaki dipakai kepala, dan kepala dijadikan kaki) menyekolahkan anak yang tinggi merupakan pilihan orang-orang kampung, mereka beranggapan bahwa dengan menyekolahkan anak yang tinggi, dengan diajarkan ilmu yang tinggi, maka derajat akan di naikkan.

Bagi orangtua-orangtua di kampung saya, lebih baik mewariskan anak dengan ilmu yang tinggi daripada mewariskan anak dengan banyak harta. Seberapa pun banyaknya harta yang diwariskan kepada anak, apabila anak tidak bisa mengelolanya maka harta itu akan habis juga.

Teori dasar Human capital yang dipopulerkan Gary Becker, seorang ekonom dari the Chicago University nampaknya sangat dijiwai oleh orang tua orang tua di kampung saya Meskipun mereka tidak mengenal teori human capital. Bagi mereka yang terpenting anak-anaknya mau sekolah, maka berapapun biaya dan "ugo rampai" untuk menyelesaikan sekolah anaknya akan dicarikan .

Percakapan singkat pagi itu, nampaknya kita sepakat bahwa dengan pendidikan dan ilmu yang tinggi, lebih tinggi derajatnya dibandingkan dengan tidak memiliki pendidikan  maupun ilmu yang tinggi. Mudah-mudahan Anda juga sepakat dengan kita.

Sangatta, 14 Juli 2017 || Oleh : Sismanto

Minggu, 28 Mei 2017

Hanya Sebatas Mimpi ??


Saat malam menghampiriku
Rasa lelah ikut menemani dalam semu

Kau tahu angin ...
Rasa ingin bersandar di bahumu terbayang di benakku
Namun aku sadar
Ini bukanlah saatnya
Entah kapan, pun aku tak mengerti
Dan aku tak ingin kecewa dengan rasaku

Mengertilah,
Kucoba selalu untuk meraih
Namun tangan ini tak mampu meraihmu
saat kau berada jauh di sana
Dan saat kau berada dekat dengan mereka

Hanya tetes air mata menjadi teman lelahku dalam inginku
Dan menangis saat rindu datang
Serta kenyataan menyadarkanku bahwa kau tak ada di sisiku

Kau tahu angin ...
Ketika ku pejamkan mata
Aku selalu mengingat nama mu
Aku selalu mengingat perlahan senyummu terlihat jelas di ujung mimpi yang indah
Namun semua itu hanya sebatas mimpi
Karena selamanya kau tetap berada di sana
Di kejauhan pandanganku
Di batas ambang penglihatanku

Dan yang kurasa tak mungkin untuk kau menjemputku
Dan yang kurasa tak mungkin untuk kau menoleh ke arahku
Ke arah dimana aku setia menantimu kembali

Biarlah ...
Biarlah ini menjadi mimpi terindahku
walau rindu yang terbelenggu ingin memilikimu telah menyiksa hatiku separah ini
Hingga syaraf hati terasa lumpuh kian memati

Aku tidak mengerti hingga hari ini
Aku tidak mengerti mengapa semilir angin selalu melekat dalam jemariku

Tunggu dulu,
Bukankah ini hanyalah sebatas mimipi?

Jika benar,
Aku tidak ingin terbangun dari tidurku
Boleh kan ?
Kumohon ...

Dan benar
Hanya Sebatas Mimpi ...
Mimpiku dan mimpimu ...

===================
Peraduan mimpi
28 Mei 2017

Jika Kamu Ikhlas, Aku Milikmu ...


Ikhlaslah ketika rambutmu rontok karena seharian ditutupi kerudung panjang ...

Ikhlaslah ketika kau terlihat gemuk karena berlapis-lapis pakaian yang kau gunakan ...

Biarkan saja ...
Mereka tidak perlu tau bagaimana indahnya untaian rambut panjangmu ...
Biarkan saja ...
Mereka tidak perlu tahu bagaimana rampingnya tubuh indahmu ...
Bukan suatu masalah jika orang lain tak bisa melihat betapa mulus dan putihnya kulitmu, karena memang bukan mereka yang berhak untuk menikmatinya ...

Seperti halnya kau adalah orang yang istimewa, maka hanya orang istimewa juga yang berhak untuk menikmatinya ...

Jangan takut kalau tiada lelaki yang ingin melamarmu karena hijabmu seperti ibu-ibu atau bahkan jika mereka menyebutmu seperti wanita wanita Taliban ...
Bukankah jelas janji Allah bahwa yang baik akan berpasangan dengan yang baik, yang buruk akan berpasangan dengan yang buruk ...
Jika saat ini kau merasa belum baik jangan berputus asa dari rahmat Allah, teruslah memperbaiki diri, Insya Allah Dia akan pertemukanmu dengan seseorang yang pandai memperbaiki, asalkan engkau mau untuk menjadi lebih baik ...

Jangan biarkan hijabmu seperti tudung saji yang bisa dibuka dan ditutup kapan saja.
Jangan biarkan perawatan-perawatan yang kau gunakan untuk menjaga kulit mulusmu menjadi bahan bakar untuk membakar dirimu sendiri.

Jangan rendahkan dirimu,
dirimu adalah perhiasan terbaik dunia meski di mata manusia kau terlihat menakutkan ...
Kecantikanmu membuat bidadari-bidadari surga cemburu ...

================
Untuk Seseorang Yang Istimewa
Jauh di Dalam Hati Yang Mencinta
28 Mei 2017

Kamis, 16 Februari 2017

Sang Ayah Temukan Tulisan 'Kangen Mamah' Milik Putrinya, Ceritanya Bikin Netizen Banjir Air Mata

Laporan Wartawan TribunStyle.com, Rifan Aditya
Akun bernama Ojack Siga Rantang mengunggah sebuah foto berupa tulisan tangan anaknya ke Facebook pada Kamis (9/2/2017).
Tulisan tangan sang anak begitu mengharukan.
Hal ini lantas membuat netizen yang melihatnya jadi banjir air mata.
"Keluar air mata membacanya," komentar dari Jonny Oendy.
"Ya Allah, gak kuat aku bacanya surat anak yg begitu rindu dengan mamanya aku sampai bisa nangis," komentar dari Sevaira Maya.
Semua anak pasti ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Namun bagi anak yang tidak memiliki orang tua yang lengkap hal ini menimbulkan rasa rindu yang teramat.
Seperti yang dirasakan oleh anak bernama Feriska Putri Saroja, si anak yang menuliskan tulisan tangan tersebut.
Tulisan tangan Feriska Putri Saroja ini ditemukan sang ayah yang memiliki akun Facebook bernama Ojack Siga Rantang.
Ojack Siga Rantang menuliskan keterangan dalam postingannya seperti ini:
"Assalamualaikum…Hati seorang ayah yang mana yang tak menangis jikalau anaknya seperti ini"
Dia mengunggah foto tulisan tangan anaknya, Feriska Putri Saroja ke Facebook.
Tulisan Feriska Putri Saroja (Facebook Ojack Siga Rantang)
"Kangen mamah.
Mamah Eis kangen sama mamah.
Kenapa mamah meninggal.
Kalau mamah enggak ada Eis sedih.
Eis nangis kal ingt mamah.
Tapi Eis juga berdoa buat mamah.
Semoga mama tenang di dekat owloh.
Eis sekarang nangis mah."
Tampak pula dalam selembar kertas itu gambar dua orang yang menunjukkan Feriska dan mamahnya yang dihubungkan dengan gambar hati.
Ojack menuturkan bahwa tulisan mengharukan itu dibuat oleh putri semata wayangnya. Setelah berhasil dikonfirmasi, Ojack tak sengaja membuka tas Feriska untuk melihat pelajarannya. Namun dia justru menemukan tulisan 'kangen mamah' milik anaknya tersebut.
Menurut Ojack, Feriska tak pernah melihat ibunya sejak lahir.
"Ibunya meninggal waktu melahirkan dia," tutur Ojack, Selasa (14/2/2017).
Feriska yang akan berusia 9 tahun pada Juli mendatang selama ini diasuh oleh neneknya.
Karena Ojack harus mencari nafkah di Bayah, Banten selatan.
Dia hanya bisa bertemu dengan Feriska dua bulan sekali.
Meskipun sudah lama kata Ojack, ternyata Feriska tak pernah bisa melupakan ibunya.
"Masih kelas 3 SD. Anaknya bisa mandiri dan lumayan pintar," tambahnya.

Selasa, 14 Februari 2017

Kisah Cinta Yang Tak Sampai di Dunia Nyata

Tidak ada cerita yang paling memilukan daripada cerita kasih tak sampai. Bagaimana dua insan saling mencintai tapi harus berpisah karena takdir dan kondisi.
Kisah kasih tak sampai tak hanya terjadi di cerita roman atau di film saja. Di kehidupan nyata, pilunya kisah cinta yang tak kesampaian pun banyak terjadi. Beberapa sangat terkenal dan kisahnya selalu dituturkan dari generasi ke generasi.
Berikut kisah kasih tak sampai untuk mengiringi Hari Valentine kamu, yang dirangkum dari berbagai sumber.
Chairil Anwar dan Dien Tamaela
Dien Tamaela dan Chairil Anwar. Foto dari Moluccastimes.
Dien Tamaela dan Chairil Anwar. Foto dari Moluccastimes.
Untuk penggemar puisi karya penyair Chairil Anwar, nama Dien Tamaela tentu tak asing lagi. Nama gadis kelahiran Palembang, 27 Desember 1923 dari pasangan dr. Lodwijk Tamaela dan Mien Jacomina Pattirajawane ini memang sempat tercantum di salah satu karya puisi Chairil berjudul Cerita untuk Dien Tamaela.
Kisah kedekatan Chairil dan Dien memang tidak banyak terungkap. Namun dari kesaksian para sahabat, keduanya memang sangat dekat. Salah satu keluarga Dien pun menyebut bahwa Dien dan Chairil memang pernah berpacaran.
Kelihaian Dien memainkan piano menjadi salah satu daya tariknya, selain wajahnya yang cantik. Penampilan Dien berbeda jauh dengan Chairil yang selalu terlihat "urakan", kurus dan berantakan. Kabarnya, ini yang menyebabkan orang tua Dien tidak menyukai Chairil.
Ketidaksukaan itu dirasakan Chairil setiap kali ia menyambangi rumah keluarga Dien di Jakarta dan Yogyakarta. Ditambah lagi, Chairil dan Dien memang berbeda agama. Karena itulah, Chairil mencurahkan isi hatinya lewat puisi Cerita untuk Dien Tamaela.
Sayang, cinta keduanya tidak pernah bersatu. Chairil menikahi Hapsah Wiriaredja, perempuan asal Sukabumi pada 6 September 1946 dan bercerai dua tahun kemudian. Mereka dikaruniai satu putri bernama Evawani.
Dien meninggal muda pada usia 24 tahun (8 Agustus 1948) karena penyakit TBC yang dideritanya. Setahun setelahnya, Chairil meninggal dunia di usia 26 tahun, tepatnya 28 April 1949 juga karena penyakit TBC.

Widodo Suwardjo dan Widari Soewahyo
Kisah cinta Widodo dan Widari yang menjadi inspirasi pertunjukan teater boneka 'Setjangkir Kopi dari Plaja'. Foto oleh Yetta Tondang/Rappler.
Kisah cinta Widodo dan Widari yang menjadi inspirasi pertunjukan teater boneka 'Setjangkir Kopi dari Plaja'. Foto oleh Yetta Tondang/Rappler.
Pernah menonton kisah teater boneka Pappermon Puppet Theatre yang berjudul Setjangkir Kopi dari Plaja? Nah, cerita cinta yang diangkat di kisah pertunjukan teater boneka itu benar-benar terjadi.
Kisah cinta tak sampai yang melibatkan sosok Widodo Suwardjo, pemuda kelahiran 2 September 1940 dan kekasihnya seorang putri sulung direktur perusahaan negara bernama Widari Soewahjo.
Dikisahkan, setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Widodo mendapat kehormatan untuk melanjutkan studinya jauh ke Moskow, Rusia, pada 1959.
Sebelum berangkat, ia bertunangan dan bahkan berencana menikah selepas masa tugas belajarnya. Tahun berganti, surat-surat cinta di antara mereka pada akhirnya harus terputus oleh peristiwa 30 September 1965.
Saat sedang belajar di Moskow itulah, tiba-tiba kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah Orde Baru karena ia dianggap pro terhadap Soekarno dan belajar di negara komunis. Ia tak bisa pulang, tak bisa menghubungi keluarga dan kekasihnya secara tiba-tiba. Tanpa alasan yang dipahaminya
Hingga 40 tahun lebih telah berlalu, dan sang mahasiswa telah menyelesaikan studi S3, dan menjadi ahli Metalurgi di Kuba. Empat puluh tahun telah berlalu, dan ia tetap memilih tidak menikah, demi memenuhi janjinya pada kekasih yang entah di mana.
Di masa pemerintahan Gus Dur, sang ahli metalurgi kemudian mendapat visa untuk bisa kembali ke Tanah Air, menemui sejumlah keluarganya. Tahun 2007, Widodo pun menerima paspor RI setelah empat puluh tahunan lebih berstatus stateless.
Hampir setiap sore, sang ahli metalurgi naik bis dengan trayek yang sama dengan jurusan yang dulu, di tahun 60-an, yang selalu ditempuh olehnya bersama sang kekasih. Dengan harapan, ia akan berjumpa dengan tunangannya di masa lalu itu di dalam bis!
Widari sendiri sudah menikah dengan seorang pria bernama Wiwoho Brodjonegoro dan dikaruniai dua anak. Keduanya sempat bertemu di pertunjukan Setjangkir Kopi dari Plaja dan kini memutuskan untuk menyambung silaturahmi sebagai sahabat. Hingga kini, Widodo tidak pernah menikah.

Putri Margaret dan Peter Townsend
Kisah cinta Putri Margaret dan Peter Townsend ikut diceritakan di serial 'The Crown'. Foto dari Netflix.
Kisah cinta Putri Margaret dan Peter Townsend ikut diceritakan di serial 'The Crown'. Foto dari Netflix.
Adik Ratu Elizabeth II, Putri Margaret, menjalani kisah kasih tak sampai dengan salah satu orang kepercayaan ayahnya, Raja George VI bernama Peter Townsend. Kedekatan keduanya bahkan sudah terjadi sebelum ayah Margaret meninggal dunia pada 6 Februari 1952 di usia 56 tahun.
Townsend adalah salah satu penanggung jawab rumah tangga kerajaan. Ia bekerja dengan Raja George VI dari tahun 1944-1952. Setelah kematian sang raja, ia bekerja di bawah Ratu Elizabeth II dari tahun 1952-1953.
Tahun 1953, ia bercerai dari istrinya yang sudah mengaruniainya dua anak. Setelah itu, Townsend dan Putri Margaret jatuh cinta dan menjalani hubungan diam-diam. Bahkan Townsend sudah melamar Margaret untuk dijadikan istri. Lamaran itu pun diterima Margaret. 
Ia lantas mengabarkan berita ini pada kakaknya, Ratu Elizabeth II. Sayang, sesuai aturan gereja Inggris, seseorang tidak diizinkan menikah kembali setelah bercerai. Elizabeth sempat berusaha mencari jalan agar adiknya dan Townsend bisa menikah. Ia bahkan memindahkan Townsend dari tugas di kediaman ibunya ke rumahnya untuk bekerja sebagai penanggung jawab rumah tangga.
Elizabeth pun meminta Margaret untuk menunggu satu tahun. Tapi kemudian halangan kembali datang dari kabinet pemerintahan Inggris. Jika pernikahan tersebut terjadi, maka akan mencoreng citra dan melanggar tradisi serta aturan kerajaan dan gereja Inggris.
Kecuali jika Margaret rela menanggalkan statusnya sebagai anggota kerajaan, pernikahan tersebut tidak mungkin terjadi. Perdana Menteri Inggris saat itu, Winston Churchiil juga tidak menyetujui pernikahan tersebut.
Churchill juga yang akhirnya memberi saran pada Elizabeth untuk menugaskan Townsend ke Brussel agar terpisah dari Margaret. Uniknya, banyak warga Inggris justru mendukung Margaret dan Townsend untuk menikah saat itu. Bahkan Townsend menjadi populer mendadak.
Namun usaha Margaret dan Townsend untuk menyatukan cinta mereka tidak berakhir indah. Pada 31 Oktober 1955, Putri Margaret akhirnya merilis pernyataan yang menyebut bahwa dia tidak akan menikahi Townsend.
"Mengingat ajaran gereja bahwa pernikahan tidak bisa diceraikan, ditambah lagi tugasku untuk negara, aku memutuskan untuk mengutamakan semua itu. Aku membuat keputusan ini sendiri dengan dukungan penuh dan kesetiaan dari Townsend," tulis Margaret.
Margaret lantas menikah dengan seorang fotografer bernama Antony Armstrong-Jones di Westminster Abby, 6 Mei 1960. Kabarnya, Margaret menerima pinangan Antony sehari setelah mengetahui bahwa Townsend berniat menikahi seorang perempuan muda asal Belgia bernama Marie-Luce Jamagne, yang sangat mirip dengan Margaret.

Ernest Hemingway dan Agnes von Kurowsky
Foto dari Wikipedia.
Foto dari Wikipedia. 
Semasa hidupnya (1899-1961), novelis, penulis sekaligus jurnalis asal Amerika Serikat, Ernest Hemingway diketahui pernah menikahi empat wanita. Mereka adalah Elizabeth Hadley Richardson (menikah 1921-1927), Pauline Pfeiffer (menikah 1927-1940), Martha Gellhorn (menikah 1940-1945) dan Mary Welsh Hemingway (menikah 1946-1961).
Tapi ada satu lagi wanita yang sukses mencuri perhatian Hemingway. Wanita yang dicintainya jauh wanita lain hadir dalam hidupnya. Ia tersebut adalah Agnes von Kurowsky. Bahkan kisah tentang Agnes pernah dituliskan Hemingway dalam bukunya yang berjudul A Farewell to Arms (1929).
Hemingway dan von Kurowsky bertemu di sebuah rumah sakit di Milan tahun 1918. Ia dirawat di sana karena luka perang. Saat itu Hemingway berusia 19 tahun. Sementara von Kurowsky bertugas sebagai perawat berusia 26 tahun. Banyak prajurit yang jatuh hati pada von Kurwosky, namun Hemingway adalah satu-satunya yang paling serius.
Saat itu, perawat dilarang berpacaran dengan pasiennya tapi Hemingway dan von Kurowsky menyembunyikan hubungan mereka. Sesekali mereka berkirim surat dan makan malam bersama.
Menurut kisah yang dituturkan sahabatnya, Hemingway selalu berpikir seandainya saat itu ia berusia lebih tua. Bahkan Hemingway sempat menulis surat pada orang tuanya yang berisi kalimat, "Aku jatuh cinta lagi."
Saat perang berakhir, Hemingway kembali ke rumahnya di AS. Ia berharap von Kurowsky ikut bersamanya dan menikahinya. Selama beberapa bulan, mereka saling berkirim surat cinta.
Tapi bulan Maret 1919, von Kurowsky yang menyelesaikan tugasnya di Palang Merah di Italia, menerima cinta seorang pria Italia. Ia sempat menuliskan surat pada Hemingway yang bertuliskan, "Aku masih sangat menyukaimu. Tapi aku seperti lebih cocok menjadi ibumu daripada kekasihmu."
Hemingway sangat terpukul saat itu. Namun keduanya tidak pernah bertemu lagi. Von Kurowsky menikah dua kali dan bekerja sebagai librarian sampai ia meninggal dunia tahun 1984 di usia 92 tahun.

Jane Austen dan Thomas Lefroy
Sosok Jane Austen seperti yang dilukis Cassandra. Foto dari Wikipedia.
Sosok Jane Austen seperti yang dilukis Cassandra. Foto dari Wikipedia.
Novelis kelahiran 16 Desember 1775 ini terkenal dengan kisah-kisah cinta yang romantis di karyanya. Tapi ternyata, kisah cinta Jane Austen justru tak seindah cerita yang ditulisnya. Kisah yang tak berakhir yang bahagia.
Di usia 20an, Jane jatuh cinta pada Thomas (Tom) Lefroy, seorang pelajar jurusan hukum asal Irlandia yang tengah bermukim sementara di kota Steventon tempat Jane bermukim. Tom adalah keponakan suami sahabat baiknya, Anne, yang juga memperkenalkan keduanya untuk pertama kali.
Jane dan Tom sempat menghabiskan waktu bersama. Tom digambarkan sebagai sosok yang serius, pendiam dan baik hati, seperti penyeimbang bagi karakter Jane yang humoris dan penuh enerji.
Tom berasal dari keluarga yang baik namun sederhana. Ayahnya berlatar belakang militer dan dia adalah anak sulung dari 11 bersaudara. Masa depan keluarganya ada di tangan Tom. Karena alasan itu pula, Anne dan suaminya memutuskan untuk memulangkan Tom ke keluarganya, supaya Tom dan Jane tidak bertambah dekat, karena Tom memiliki tanggung jawab besar.
Anne sempat diceritakan frustasi dengan keputusan ini, karena ia merasa Tom memberi harapan palsu pada Jane yang jelas-jelas sahabatnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Keluarga Tom menganggap Jane tidak layak mendampingi Tom dengan tanggung jawab yang besar yang ada di pundaknya.
Tom akhirnya menikah dengan seorang wanita kaya, memiliki tujuh anak dan menjadi salah satu petinggi pengadilan di Irlandia. Tom dan Jane tidak pernah bertemu lagi. Saat keduanya berpisah, Jane sempat menulis surat pada saudara perempuannya, Cassandra. "Akhirnya tiba waktunya aku mengakhiri semuanya dengan Tom Lefroy. Saat kau menerima surat ini, semuanya sudah berakhir. Air mataku menetes saat aku menuliskan ini."
Jane meninggal dunia di Winchester pada 18 Juli 1817 di usia 41 tahun. Sampai akhir hayatnya, ia tidak pernah menikah.

Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah ...