Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label edukasi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2019

Keuntungan Mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG)

 
Pendidikan Profesi Guru atau sering disingkat PPG adalah pendidikan yang dijalani seorang calon guru profesional setelah menempuh pendidikan sarjana, yang merupakan program pengganti Akta IV yang dinyatakan tidak berlaku lagi mulai tahun 2005. Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai suatu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru, tujuannya adalah untuk menciptakan seluruh guru-guru menjadi semakin profesional pada bidangnya masing-masing.

PPG itu sendiri terbagi ke dalam dua jenis yaitu PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan. PPG Prajabatan adalah Pendidikan yang diikuti oleh yang belum berstatus guru aktif (lulusan baru), sedangkan PPG Dalam Jabatan merupakan Pendidikan yang dikhususkan bagi yang sudah berstatus Guru aktif dengan masa kerja tertentu baik PNS maupun Non PNS.

Lalu apa saja yang menjadi keuntungan dengan mengikuti PPG tersebut? berikut ulasannya. 
  1. Menyandar gelar S.Pd., Gr. setelah LULUS PPG
  2. Meningkatkan skill dan kemampuan Guru
  3. Menambah teman / keluarga baru
  4. Mendapat tunjangan sertifikasi
  5. Mendapat sertifikat pendidik
  6. Sertifikat PPG dapat digunakan untuk mendaftar menjadi Guru Garis Depan (GGD)
  7. Sertifikat PPG dapat digunakan untuk mendaftar menjadi Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)
  8. Peluang lapangan kerja semakin banyak
  9. Kemampuan mengoperasikan komputer atau ilmu IT meningkat
  10. Bisa study banding dengan sekolah tempat PPL
  11. Menjadi prioritas utama pengangkatan CPNS dengan menggunakan SERTIFIKAT PENDIDIK
  12. NUPTK diterbitkan otomatis bagi Guru yang belum ber-NUPTK
  13. Biaya PPG disubsidi Pemerintah

Dari sekian banyak keuntungan mengikuti PPG di atas, maka tak heran jika ribuan Guru berlomba-lomba mengikuti program PPG tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah asal bahkan yang dari luar pulau menuju LPTK yang ditentukan oleh Pusat. Mereka juga rela meninggalkan anak, sanak saudara, keluarga, bahkan suami/istri tercinta.

Namun sejatinya mengikuti PPG memang adalah sebuah keharusan jika kita berharap generasi penerus bangsa semakin hebat dan berkualitas. Maka hal tersebut dimulai dari meningkatkan kualitas gurunya.

Demikianlah ulasan mengenai 13 Keuntungan ikut PPG, semoga bermanfaat dan semoga Bapak/Ibu menjadi Pendidik berkarakter dan semakin Profesional. JIka anda tertarik mengikuti PPG, maka pergunakan kesempatan emasnya dan persiapkan diri mulai sekarang.

Jumat, 05 Oktober 2018

Download Aplikasi APKGM-RA, APKGM-MI, APKGM-MTs & APKGM-MA

Asesmen Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah atau disingkat dengan APKGM, adalah sebuah program yang bertujuan untuk memetakkan kemampuan guru madrasah dengan media daring (online) dengan menggunakan media smartphone (android).

Berdasarkan pemetaan tersebut akan diketahui kelebihan dan kekurangan masing-masing guru, untuk selanjutnya akan dilakukan pembinaan sesuai dengan tingkat kemampuan dan ruang lingkup pembinaan kompetensi masing-masing.

Aplikasi dapat di download DISINI

Semoga bermanfaat .....

Tiga Kebohongan yang Sering Diucapkan Wanita

White Lie selalu ditampilkan dengan mimik serius dan penuh perhatian
Apakah kamu pernah dengar istilah white lie? White lie atau kebohongan putih adalah istilah yang merujuk pada situasi abu-abu. Maksudnya abu-abu adalah dia sadar berbohong, tapi semua itu dilakukan untuk tujuan kebaikan. Nah, cewek paling sering melakukan hal ini ke cowok lho! Penasaran seperti apa kebohongannya? Simak ya ....


  1. ''Aku nggak apa-apa kok, tenang aja.''
    Kalimat ini paling sering terlontar dari mulut cewek, bukan karena mereka benar-benar fine, tapi karena cewek ingin pasangannya mencari tahu perasaan yang sebenarnya, meskipun tanpa diungkapkan langsung. Sebagai cowok, kamu harus peka lho! Banyak juga yang berpendapat jika kalimat itu adalah ungkapan hati cewek ketika mereka tersakiti. Cara membedakan kapan cewek benar-benar fine atau sedang menutupi perasaannya cukup mudah. Perhatikan gelagat cewek ketika mengucapkan itu, apabila dia mengucapkannya dengan lirih dan menghindari kontak mata, fix, dia sedang terluka hatinya!


  2. ''Jujur saja, aku nggak marah kok''
    Bagi sebagian cowok, dengar kalimat kayak gini seperti mendapat jebakan batman! Jadi cewek akan menuntunmu masuk dalam jebakan yang berasumsi kalau dia nggak marah, tapi sebenarnya itu bohong! Jika kamu bicara jujur dan itu melukai perasaannya, dia tetap marah, percaya deh! Biasanya, kalimat ini akan terlontar sebagai pancingan ketika cewek sudah tahu arah ceritanya, tapi ingin mendengarkan langsung dari pasangannya. Jadi besok lagi jangan tertipu ya Boys! Sebaiknya pilih kata-kata yang tepat jika ingin menyampaikan pendapat karena cewek cenderung bersikap frontal jika mendengar kata-kata yang terlalu jujur. Gunakan kata-kata yang lembut dan tatap matanya, maka cewek akan luluh.
  3. ''Aku suka kamu apa adanya''
    Eitss, jangan GR dulu Boys! Cewek bilang gini bukan berarti dia sedang jujur. Bisa jadi dia bilang gitu karena suasana hatinya sedang gembira. Seringnya, cewek akan lupa dengan kalimat ini dan mulai mengeluarkan sifat aslinya untuk mengatur kamu. Dia akan sibuk memilih pakaian untukmu, mengantarmu saat cukur rambut hingga menyeleksi deodoran untukmu! Jangan bersikap risih ya, cewek kayak gini bukan karena nggak suka kamu yang apa adanya, tapi karena mereka punya naluri untuk menjadi bagian dari dirimu.

Minggu, 03 September 2017

Kode Rahasia Smartphone Android Wajib Diketahui


Smartphone Android ternyata memiliki banyak kode rahasia yang bisa kita pakai untuk mendapatkan informasi mengenai perangkat Android tersebut. salah satu contoh yang paling sering dipakai orang adalah *#06# , Kode tersebut adalah perintah untuk mengecek nomor IMEI. Selain dari kode di atas ternyata android ternyata masih  banyak kode rahasia lain yang tidak banyak diketahui pengguna smartphone Android. Berikut adalah beberapa daftar kode rahasia smartphone Android tersebut.
  1. *#*#4636#*#* (Menampilkan informasi tentang smartphone, baterai, dan penggunaan data)
  2. *#*#7780#*#* ( Factory reset)  Dengan menggunakan kode ini, berarti kamu akan membuat smartphone kembali ke settingan awal/pabrik dan semua data akan terhapus.
  3. *2767*3855# (Menginstal ulang OS Android, secara total menghapus semua data dalam smartphone)
  4. *#*#34971539#*#* (Menampilkan informasi seputar kamera)
  5. *#*#273283*255*663282*#*#* (Mencadangkan (back-up) data secara cepat)
  6. *#*#197328640#*#* (Tes layanan seluler atau internet), Untuk mengecek jaringan yang sedang digunakan beserta  nama operatornya.
  7. *#*#1472365#*#* (Tes GPS), Dengan kode bisa diketahui apakah GPS sudah berfungsi dengan baik atau tidak. Selain itu disini juga akan terdapat informasi lainnya tentang GPS tersebut.
  8. *#*#0*#*#* (Tes performa layar LCD), Kode ini berguna untuk menguji warna dan detail pada layar, apakah semuanya masih berjalan normal atau tidak.
  9. *#*#0673#*#* atau *#*#0289#*#* (Tes performa audio smartphone), Jika audio Smartphone dirasa tidak berfungsi dengan baik, maka bisa dilakukan tes ini. 
  10. *#*#0842#*#* (Tes getar dan lampu latar belakang)
  11. *#*#2664#*#* (Tes kemampuan layar sentuh)
  12. *#*#232331#*#* (Tes Bluetooth)
Demikianlah beberapa kode rahasia Android yang bisa diaktifkan dengan mudah dengan hanya memasukkan kode tersebut lewat menu panggilan.

Minggu, 09 Juli 2017

DAFTAR ISTILAH DALAM SIM-PKB


INILAH ISTILAH DAN AKRONIM PROGRAM SIM-PKB GURU PEMBELAJAR TAHUN 2017 YANG GURU WAJIB KETAHUI ...

Guru wajib tahu, ada sejumlah istilah dan akronim program PKB Guru Pembelajar Tahun 2017. Agar memudahkan bapak ibu guru dalam mengikuti program ini, berikut kami bagikan istilah-istilahnya, silakan disimak dan difahami baik-baik.

Dapodik GTK = data pokok pendidik yang ada di Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)

Daring = dalan jejaring atau secara online, melalui media internet

Ditjen GTK = Direktorat Jendreral Guru dan Tenaga Kependidikan

E-portofolio = wadah yang terdapat pada LMS yang digunakan untuk menyimpan lembar kerja yang telah disediakan

Interaksi asynchronous = interaksi yang terjadi pada waktu yang tidak bersamaan
Interaksi asyncronous = interaksi yang terjadi pada waktu bersamaan

Instruktur Nasioanal (IN)/Mentor = guru yang memenuhi krteria sebagai instruktur atau mentor dan lulus dalam pembekalan instruktur nasional/ mentor tahun 2016 atau telah mengikuti dan lulus penyegaran instruktur nasional/ mentor tahun 2017

In service training (In) = pembelajaran melalui kegiatan tatap muka antara peserta dengan instruktur nasional

KCM = kriteria capaian minimal

KKG (kelompok Kerja Guru) = wadah atau forum kegiatan profesioanal bagi guru sekolah dasar/ madarasah ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yeng terdiri dari guru beberapa sekolah dengan legalitas Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupten/Kota.

Komunitas GTK = komunitas yang telah terdaftar dan terintegrasi secara resmi di SIM pembinaan karir guru

Komunitas POKJA = komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan memiliki Surat Keputusan Pendirian Komunitas

Komunitas Rayon = Forum / wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran/ paket keahlian yang dikoordinir dan dibentuk oleh UPT

Koordinator admin LMS = tenaga teknis yang ada di UPT yang mempunyai otoritas di dalam memperbaiki konten teknis untuk menjamin keberlangsungan pelaksaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

LMS (Learning Management System) = sistem manajemen pembelajaran secara elektronik contohnya moodle dan blackboard.

Log activity = rekaman kegiatan dalam sistem

Luring = luar jejaring (internet) / offline

MKBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) = wadah atau forum kegiatan profesional bagi guru Bimbingan Konseling di tingkat gugus atau
kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Provinsi/kabupaten/kota

MGMP (Musyawarh Guru Mata Pelajaran) = wadah atau forum kegiatan profesional guru mata pelajaran pada SMP/MTs, SMPLB/MTsLB, SMALB, SMK/MAK, SMALB/MALB yang berada pada satu wilayah/kabupaten/kota/kecamatan/ sanggar/ gugus sekolah dengan legalitas dari dinas pendidikan Provinsi/ Kabupetan/kota

NS (Nara sumber) = widyaiswara, pengembang teknologi pendidikan (PTP) dan/atau guru yang memiliki kriteria dan lulus dalam pelatihan narasumber nasional/ pengampu tahun 2016 atau yang telah mengikuti penyegaran program pengembangan keprofesian berkelanjutan tahun 2017

On teh job learning (on) = merupakan kelanjutan program pembelajaran dari kegiatan In 1

Pengampu = widyaiswara/PTP/dosen/instruktur yang memfasilitasi, membimbing, dan memonitor kegiatan peserta dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan = proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya

Moda Daring Murni = model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh Moda

Daring Kombinasi = model pembelajaran bagi guru yang dilaksanakan secara tatap muka dengan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Daring Murni – Model 1: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan difasilitasi hanya oleh pengampu

Murni – Model 2: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Tatap Muka = model pembbelajaran bagi guru yang dilakukan secara tatap muka dengan didampingi dan difasilitasi oleh instruktur nasional dan narasumber nasional

PB (Pusat Belajar) = tempat kegiatan pendampingan dan tatap muka antara instruktur nasional (mentor) dengan peserta PKB moda tatap muka atau moda daring kombinasi

Pusat Kegiatan Gugus = merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru taman kanak-kanak (TK) di tingkat kecamatan terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari dinas provinsi/ kabupaten/ kodya

Refleksi = memikirkan ulang dan menuangkan hal-hal yang telah diperoh dalam proses belajar, fakto-faktor pendukung maupun penghambat, mengantisipasi langkah yang perlu dilakukan dan rencana tindak lanjut

SIM PKB = sistem informasi manajemen terpadu pada sistem PKB

Smiley face = instrumen untuk mengukur reaksi peserta terhadap proses pembelajaran berupa ‘kepuasan peserta’

Surel = surat elektronik atau email

UPT = unit pelaksana teknis mencakup PPPPTK dan LPPPTK-KPTK yang menyelenggrakan program PKB.

Terimakasih .....

Rabu, 28 Juni 2017

Lulus SBMPTN Masuk ITB Umur 14 Tahun, Izzan Tak Pernah Sekolah Formal


Bocah bernama Musa Izzanardi Wijanarko menjadi sosok fenomenal dalam Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2017.

Bagaimana tidak, Izzan, sapaan akrabnya, diterima masuk menjadi mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Institut Teknologi Bandung ( ITB) di usianya yang baru 14 tahun.

Anak kedua dari pasangan Yanti Herawati (46) dan Mursid Wijanarko (46) ini ternyata tidak pernah bersekolah formal seperti orang kebanyakan.

Ijazah paket C yang didapatkannya pada tahun 2015 lalu menjadi modal untuk mengikuti SBMPTN 2017.

"Ijazah paket A (SD) diambil waktu dia umur 8 tahun," ujar Yanti saat dihubungi melalui ponselnya, Rabu (14/6/2017).

Yanti memaparkan alasan anaknya tidak pernah bersekolah resmi. Menurut dia, kejeniusan Izzan mulai terlihat ketika usiannya masih 3 tahun. Buku-buku tentang tokoh-tokoh fisika dan matematika menjadi bacaan wajibnya sehari-hari.

" Izzan pernah enggak naik dari TK A ke TK B karena waktu di sekolah alam cuma main terus enggak mau belajar dan tidak mampu mengikuti kegiatan di kelas. Akhirnya saya ajari sendiri di rumah," tutur Yanti.

Di rumah, Yanti mengajari Izzan membaca. Bahkan Izzan meminta ibunya untuk mengajarinya bermain catur hingga akhirnya permainan asah otak tersebut menjadi aktivitas rutin ibu dan anak ini.

Menginjak usia 6 tahun, Izzan bertambah cerdas. Bocah pengagum Newton ini pun kerap kali mempraktikkan hukum gravitasi dalam kegiatan sehari-hari.
" Izzan anaknya enggak bisa diam, tetapi kalau belajar matematika dia bisa tenang. Ternyata mengamati bagian dari belajar yang dilakukannya. Dia senangnya nabrak anak lain sampai jatuh. Dia juga sering nanya teori Newton tentang hukum benda-benda angkasa," sebutnya.

Secara intensif Izzan terus belajar sendiri matematika di rumah dengan ibunya sebagai mentor. Satu tahun berjalan Izzn pun mampu menyelesaikan soal-soal dan rumus matematika yang dipelajari anak-anak SMA.

"Matematika kelas 1 SD sampai kelas 1 SMA ditempuh dalam waktu satu tahun karena dia cuma belajar matematika saja. Tulisannya juga acak-acakan karenaa jarang nulis. Umur 7 tahun Izzan mulai belajar fisika," tuturnya.

Ilmu fisika terus dipelajari secara tekun oleh Izzan. Bahkan, di usianya yang masih 7 tahun dia mampu menyelesaikan soal-soal fisika setingkat kelas 3 SMP. Salah satu teori fisika yang dipejari oleh Izzan adalah teori fisika gasing.

Kewalahan

Yanti mulai kewalahan menanggapi rasa ingin tahu Izzan yang mulai membesar ketika usia putranya 8 tahun. Dia pun tidak mampu lagi menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan Izzan.

"Umur 8 tahun dia bisa menyelesaikan matematikan kelas 3 SMA. Pertanyaannya juga sudah mulai tidak bisa saya imbangi. Salah satu pertanyaannya adalah bagaimana menurunkan diferensial benda ke dimensi N," ujarnya.

Selain itu, Izzan yang masih berusia 8 tahun juga pernah mempertanyakan tentang matematika sudut bola.

"Saya tanya teman saya yang tamatan astronomi, kata dia itu dipelajari nanti pada tingkat 3 kuliah astronomi tentang sudut 3 dimensi," ungkapnya.

Yanti pun akhirnya bolak balik berkonsultasi dengan dosen-dosen matematika ITB seperti Agus Jodi dan Oki Neswan. Kedua dosen tersebut juga tidak mampu memberikan banyak solusi.

Oki Neswan pun menyuruh agar Izzan mengikuti SBMPTN agar bakatnya bisa diasah di ITB.

Dengan penuh kesabaran, Yanti pun membimbing Izzan selama beberapa tahun agar bisa ikut ujian persamaan untuk mengambil ijazah paket A hingga C.

Setelah berhasil mengambil ijazah paket C pada tahun 2015 lalu, Izzan sempat mengikuti SBMPTN pada tahun 2016. Sayang, Izzan gagal dan baru sukses pada tahun ini.

"Ikut tahun ini persiapannya juga cuma dua bulan," ucapnya.

Sumber : ptjvillage

Sabtu, 10 Juni 2017

Berapa Nilai Kehidupanmu ?


Seorang Pemuda datang kepada kakeknya dan bertanya, "Arti dari Nilai Kehidupan?"

Kakek itu memberinya satu batu dan berkata, "cari tahu nilai batu ini, tapi jangan menjualnya."

Anak laki laki itu membawa batu itu ke penjual jeruk dan bertanya kepadanya berapa harganya?
Penjual jeruk melihat batu yg mengkilap dan berkata, "anda bisa mengambil 12 jeruk dan memberikan batu itu pada saya."

Anak laki laki itu meminta maaf dan berkata bahwa kakeknya telah memintanya untuk tidak menjual batu tersebut.

Dia pergi ke tempat yang lain dan menemukan penjual sayuran.
"Berapa nilai batu ini?" tanyanya kepada penjual sayuran.
Penjual sayur itu melihat batu yang mengkilap dan berkata, "ambillah satu kantong kentang dan beri aku batu tersebut."

Anak laki laki itu kembali meminta maaf dan berkata bahwa dia tidak dapat menukarkannya.

Selanjutnya..., dia pergi ke toko perhiasan dan menanyakan nilai batu tersebut. Tukang perhiasan itu melihat batu di bawah lensa dan berkata, "saya akan memberi kamu Rp 1 juta untuk batu ini."

Ketika anak laki laki itu menggelengkan kepalanya, tukang perhiasan itu berkata, "baiklah, ambillah dua kalung emas 24 karat, dan berilah aku batu tersebut."

Anak laki laki itu sekali lagi menjelaskan bahwa ia tidak bisa menjual batu itu.

Dia berjalan lagi dan anak laki-laki itu melihat sebuah toko batu mulia dan meminta penjual menilai batu ini.

Ketika penjual batu mulia itu melihat batu rubi besar tersebut, dia meletakkan kain merah dan meletakkan batu rubi diatasnya.

Lalu dia berjalan ber-putar putar mengelilingi batu rubi dan membungkuk dan menyentuh kepalanya di depan batu rubi. "Dari mana kamu membawa batu rubi yang tak ternilai harganya ini?" tukang batu rubi bertanya.

"Bahkan jika saya menjual dunia dan hidup saya, saya tidak akan bisa membeli batu yang tak ternilai harganya ini."

Tertegun dan bingung, anak laki laki itu kembali ke kakeknya dan menceritakan apa yang telah terjadi.

"Sekarang ceritakan kepadaku seberapa banyakkah Nilai suatu Kehidupan itu, kakek?"

Kakek berkata, "jawaban yang kamu dapatkan dari penjual jeruk, penjual sayuran, tukang perhiasan dan tukang penjual batu mulia, mereka menjelaskan tentang Nilai Kehidupan kita ..."

Kamu mungkin adalah batu yang berharga, bahkan tak ternilai harganya, tapi orang akan menghargai kamu berdasarkan status intelektual, tingkat informasi, keyakinan mereka terhadap kamu, motif dan tujuan mereka di balik menyanjung kamu, kemampuan kamu mengambil risiko dan akhirnya menjadi senjata mereka untuk menilai kamu.

~~~~~~~~~~~~~
Pesan :
"Jadi janganlah kau berasa takut, kamu pasti akan menemukan seseorang yg akan mengetahui seberapa berharganya diri kamu."

Minggu, 28 Mei 2017

Fintech: Instrumen Kolaboratif Untuk Capai Pembangunan Inklusif, Berkelanjutan, dan Berkeadilan


JAKARTA  – Kementerian PPN/Bappenas bersama Pemerintah Australia melalui program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK) menyelenggarakan lokakarya Peran Teknologi Keuangan dalam Pembangunan, dengan tema Fintech untuk Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan, pada Rabu, 24 Mei 2017, di Gedung Utama Kementerian PPN/Bappenas. Lokakarya ini bertujuan untuk bersama-sama mencari solusi dalam menghadapi tantangan pengarusutamaan pembangunan inklusif melalui teknologi keuangan, dan membangun momentum pemanfaatan layanan keuangan digital dalam kebijakan pemerintah pusat dan daerah.

Dalam kata sambutannya, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro mengatakan teknologi keuangan (financial technology) atau yang lebih populer disebut sebagai Fintech, diharapkan dapat menjadi jawaban dari tantangan sistem keuangan di Indonesia. “Kementerian PPN/Bappenas memandang Fintech sebagai salah satu elemen strategis untuk mewujudkan keuangan inklusif, dan sekaligus dapat menciptakan pembangunan berkeadilan bagi masyarakat miskin dan yang rentan tidak mampu mengakses layanan jasa keuangan formal. Pada 2016, Asosiasi Fintech Indonesia mendata setidaknya terdapat 140 pemain Fintech di Indonesia. Diharapkan dengan semakin meningkatnya literasi keuangan masyarakat Indonesia, maka investasi jangka panjang dan penempatan modal pada berbagai sektor-sektor produktif juga dapat ditingkatkan,” jelas Menteri Bambang.

Lebih lanjut, Menteri Bambang menjelaskan tiga prioritas pembangunan yang dapat digerakkan oleh pemanfaatan FintechPertama, mobilisasi modal untuk meningkatkan aktivitas ekonomi kelompok yang kurang terlayani, seperti Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Usaha Kecil Menengah (UKM). Kedua, mobilisasi uang yang ada di masyarakat untuk membiayai infrastruktur dasar, seperti sanitasi dan listrik. Ketiga, mobilisasi dana untuk mendorong pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan, seperti energi bersih, dan/atau membiayai inovasi yang penting dalam rangka peningkatan produksi pertanian dan perikanan. “Dari hasil simulasi Kementerian PPN/Bappenas, kebutuhan pembiayaan investasi untuk pembangunan infrastruktur pada 2018 sekitar Rp 5.248 Triliun, namun dengan keterbatasan kapasitas fiskal maka 62 persen sumber pembiayaan harus berasal dari masyarakat. Kami melihat Fintech memiliki kapabilitas untuk mengisi potensi pasar yang cukup besar tersebut, sehingga pada akhirnya Fintech juga dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangga miskin melalui pembiayaan usaha, akses terhadap air bersih dan listrik, dan pengelolaan keuangan untuk pendidikan dan kesehatan,” jelas beliau.

Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, keuangan inklusif merupakan upaya pemerintah untuk mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik. Sasarannya adalah meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan jasa keuangan formal dalam kerangka pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan. Sejalan dengan sasaran RPJMN tersebut, berdasarkan Survei Deloitte Consulting dan Asosiasi Fintech Indonesia pada 2016, terdapat tiga hal yang dapat mendorong penerapan Fintech di Indonesia, yakni regulasi yang lebih jelas, kolaborasi, dan utamanya literasi keuangan.

Dari hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 2016 menunjukkan bahwa Indeks Literasi Keuangan sebesar 29,66 persen dan Indeks Inklusi Keuangan sebesar 67,82 persen. Merespons hal tersebut, pemerintah akan terus mendorong dan melaksanakan program literasi dan inklusi keuangan agar target Indeks Inklusi Keuangan yang dicanangkan pemerintah melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 82 Tahun 2016 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusi (SNKI) sebesar 75 persen, dapat dicapai pada 2019.

Namun, data dari OJK menunjukkan baru sekitar 67 persen orang dewasa di Indonesia pada 2016 yang mendapatkan akses di lembaga keuangan formal; Bank Dunia menerangkan sekitar 49 juta unit UKM belum bankable; sementara data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pangsa kredit baru mencapai 35,5 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Untuk itu, kebijakan yang adaptif terhadap teknologi serta kemitraan dengan pihak swasta dan layanan jasa keuangan, sangat diperlukan agar dapat berkontribusi positif terhadap pencapaian sasaran RPJMN 2015-2019.

Pemerintah Australia sangat mendukung kebijakan dan program Pemerintah Indonesia ini untuk meningkatkan Indeks Literasi Keuangan dan Indeks Inklusi Keuangan. “Pemerintah Australia melalui program KOMPAK memiliki kegiatan penguatan kapasitas masyarakat dan UKM dalam mengakses pasar dan jasa keuangan,” jelas Astrid Kartika, Unit Manager for Basic Services – Human Development Section, Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Australia. Menurutnya, diseminasi informasi kepada kelompok khusus, terutama masyarakat pedesaan dan kelompok difabel, adalah kunci memperluas akses dan literasi keuangan di Indonesia.

Dalam laporan McKinsey Global Institute yang berjudul “Digital Finance for All: Powering Inclusive Growth in Emerging Economies”, layanan keuangan digital dapat memberikan akses kepada 1,6 miliar orang yang tidak memiliki rekening bank untuk masuk ke sektor usaha formal. Sebanyak 95 juta lapangan kerja baru dapat diciptakan, dan PDB negara-negara berkembang meningkat sebesar $3,7 Triliun. “Pemanfaatan Fintech terbukti mampu membuka akses yang lebih besar terhadap layanan jasa keuangan formal, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta pembangunan inklusif dan berkelanjutan. Tantangannya bagi Indonesia adalah menjadikan proses pembangunan dan pelayanan publik adaptif terhadap perkembangan Fintech. Hal ini yang akan coba kita dorong dalam proses perencanaan pembangunan,” ungkap Direktur Jasa Keuangan dan BUMN Kementerian PPN/Bappenas Muhammad Cholifihani.

Lokakarya ini diharapkan dapat menyusun rekomendasi bagi pemerintah pusat dan daerah dalam merencanakan dan melaksanakan program keuangan inklusif melalui Fintech, terutama pada pelayanan publik. Lokakarya ini melibatkan sektor swasta yang berhasil menerapkan Fintech dalam pelayanan maupun usahanya. Hadir CEO Gojek Nadiem Makarim, Vice President PT Amartha Mikro Fintek Aria Widyanto, CEO Kitabisa M. Alfatih Timur, dan Executive Director WeCare.id Gigih Rezki Septianto, yang di dalam lokakarya ini sekaligus bertindak sebagai narasumber dalam sesi Diskusi Panel: Inisiatif dan Kolaborasi dengan Sektor Swasta. Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi Rembuk Ide dan Kolaborasi, yang dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu (1) Fintech dan Kesehatan; (2) Fintech, Pendidikan, dan Infrastruktur Dasar; dan (3) Fintech, Tenaga Kerja, dan Kewirausahaan, membahas potensi kolaborasi swasta dengan pemerintah di berbagai sektor serta pembelajaran penggunaan Fintech dalam pelayanan publik.

Sumber : https://www.kemdikbud.go.id/main/blog/2017/05/fintech-instrumen-kolaboratif-untuk-capai-pembangunan-inklusif-berkelanjutan-dan-berkeadilan





Pelatihan Penulisan Soal Puspendik Kemdikbud


Dalam rangka penjaminan mutu pendidikan, Pusat Penilaian Pendidikan - Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bermaksud mengadakan kegiatan Pelatihan Penulisan Soal di Daerah yang bertujuan memperoleh penulis soal berkualitas. Kegiatan pelatihan rencananya dilaksanakan pertengahan bulan Juli 2017 selama 4 hari di wilayah Solo, Purwokerto, Yogyakarta, Pangkal Pinang, Batam, Balikpapan, Samarinda, dan Bandung.

Bagi guru yang berminat dapat mendaftar melalui laman http://siap.puspendik.kemdikbud.go.id, kriteria penulis soal yang bisa mendaftar adalah:

  1. Guru SD, SMP, SMA, dan SMK berusia maksimal 45 tahun.
  2. Berpengalaman mengajar minimal 5 (lima) tahun.
  3. Minimal lulusan S1 (Strata 1) atau D-IV (Diploma IV) dari jurusan yang sesuai dengan bidang studi yang diampu.
  4. Tidak mengajar dan berafiliasi dengan Bimbingan Belajar (Bimbel) dan Penerbit Buku Soal.
  5. Dapat mengoperasikan MS-Office (MS-Word, MS-Excel, dll).
  6. Berkomitmen menulis soal berkualitas untuk peningkatan mutu pendidikan dan menjaga kerahasiaan soal beserta seluruh perangkat terkait upaya mencapai penilaian yang berkualitas dengan melampirkan Surat Pernyataan Kesanggupan dan Pakta Integritas.
  7. Melampirkan Surat Ijin dan Penugasan dari Kepala Sekolah untuk mengikuti Pelatihan.

Informasi lebih lanjut silahkan kunjungi laman http://siap.puspendik.kemdikbud.go.id

Senin, 08 Mei 2017

Bayang Persahabatan UNBK 2017

Waktu terus berjalan, tanpa kusadari, sudah habis lembaran-lembaran kertas putih yang ku tulis dengan semua kisah kita. Aku menyadari kau pasti bersedih, dan akupun menyadari bahwa aku tidak akan lagi bersamamu.



Aku berjalan, pergi, dan keluar dari kehidupanmu, agar kamu tak lagi merasakan perih dan pedih. Aku menyadari bahwa aku harus berjalan dengan bayangan hitamku, yang setia menemaniku setiap saat.



Aku tertidur di sebuah tempat, di sebuah tempat yang tak ada siapapun kecuali diri ini. Aku diam membisu seribu bahasa, aku mulai memutarkan isi otakku dan melihat ke masa lalu. Ini lah tempat pertama kita berjumpa.

Aku ingat masa masa itu. Aku ingat masa ketika kita berkumpul bersama pertama sekali. Ada yang datang malu-malu, ada yang datang penuh senyum, ada yang datang dengan kecantikannya, dan aku sendiri yang datang dalam diam tak banyak bicara.

Lalu aku mulai berjalan untuk meninggalkan tempat itu. Aku menelusuri lantai yang penuh debu. Aku berhenti untuk beristirahat sejenak, namun ada sesuatu yang terlintas dalam benakku. Tempat pemberhentianku kali ini adalah tempat dimana kita dulu sering bercanda.

Sekarang semuanya telah berubah. Mungkin kau tak akan ingat semua itu. Mungkin semua itu hanya masa lalu yang kelam, namun bagiku itu adalah satu bayangan kelam dalam hidup ini yang tak dapat terlepaskan dari diri ini.

ICT SMAN 1 Telukdalam
08 Mei 2017

Siprianus Hondro, ST
Untuk :
Robinz Daely
Sanjaya Ndraha
Roy Wau
Firman Harita
Jefri Zai
Fatiya Marunduri

Senin, 01 Mei 2017

Penemuan Wah untuk Masa Depan

1. Pilot, earphone super mungil yang mampu menerjemahkan segala bahasa

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (8)

2. Gadget ini bisa melakukan copy-paste semua yang dipindai olehnya

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (3)

3. Smartphone tiga sisi yang super keren!

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (9)

4. Flexwarm, jaket canggih ini sudah dilengkapi dengan penghangat suhu yang bisa dikontrol melalui smartphone

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (11)

5. Phree pen, pulpen dengan sensor elektronik yang membuatmu bisa menulis dimana saja, kemudian tulisannya akan muncul di smartphone atau komputer

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (2)

6. Portal, smartphone super fleksibel yang bisa diremas dan tahan bantingan, serta tahan air.

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (6)

8. Kitchen Sanitizing Wand, scanner pembersih permukaan dari kuman dan bakteri

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (10)

9. TellSpec, gadget pemindai kandungan resep dan nutrisi makanan

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (5)

10. Port, colokan tenaga matahari yang bisa membuat kamu ngecas smartphone kapanpun dimananpun!

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (13)

11. Flyte, lampu meja yang bisa melayang di udara

gadget-canggih-yang-berasal-dari-masa-depan (12)
Keren-keren kan penemuan super canggih di atas? Berasa seperti alat-alat masa depan milik Doraemon!
Makin keren lagi karena alat-alat canggih tadi sudah ada yang tersedia di toko-toko saat ini. Dan beberapa masih dalam tahap pengembangan

Senin, 27 Maret 2017

Tiga Agenda Penting Implementasi Kurikulum 2013



Tahun 2017, implementasi kurikulum 2013 (K-13) memasuki tahun ke-4. Di jenjang Sekolah Dasar (SD), pada tahun 2016, K-13 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah. Pada Tahun 2017/2018, Kemendikbud menargetkan sekolah yang mengimplementasikan K-13 sebanyak 35% sekolah sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh SD telah menerapkan K-13 (Kemdikbud, 2017).
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, pada saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengembang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Tingkat Provinsi tanggal 14 Maret 2017 di Hotel Allium Tangerang, mengatakan bahwa ada 3 hal penting yang menjadi agenda atau fokus dalam implementasi K-13, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad 21.
Penguatan Pendidikan Karakter
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak lepas dari program Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo. Ada 5 nilai yang menjadi fokus PPK, yaitu nasionalis, integritas, mandiri, gotong rotong, dan religius. Penjabaran dari nasionalis seperti; cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan menghargai kebhinekaan. Penjabaran dari nilai integritas seperti; kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran. Penjabaran dari nilai mandiri seperti; kerja keras, disiplin, kreatif, berani, dan pembelajar. Penjabaran dari nilai gotong royong seperti; kerjasama, solidaritas, saling menolong dan kekeluargaan. Adapun penjabaran dari nilai religius seperti; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bersih, toleransi, dan cinta lingkungan. Orang tua, guru, masyarakat, dan para pemegang kebijakan tentunya dapat mengembangkan penjabaran nilai-nilai lainnya sepanjang relevan dengan lima nilai yang menjadi fokus PPK.
Karena bangsa-bangsa hebat dan maju di dunia ini pada umumnya berkarakter kuat, seperti pekerja keras, disiplin, jujur, berintegritas, memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia, sebagai salah satu bangsa terbesar di dunia perlu juga diperkuat karakternya agar dapat menjadi bangsa yang maju, beradab, dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta dalam rangka mempersiapkan generasi emas tahun 2045.
Pendidikan karakter disamping mengacu kepada Nawa Cita yang digulirkan presiden Joko Widodo, juga merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Hamid Muhammad menyampaikan bahwa PPK meliputi pada tiga hal. Pertama, penguatan kejujuran dan integritas. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur dan berintegritas. Faktanya pada pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan yang tinggi tidak selalu identik dengan kejujuran. Keserakahan menjadi faktor utama terjadinya di kalangan orang pendidikan memiliki jabatan di lembaga-lembaga pemerintahan. Justru banyak orang yang berpendidikan rendah dan miskin jujur. Walau mereka kondisinya miskin, tapi hatinya kaya, masih memiliki nurani, memiliki rasa takut dan malu yang tinggi.
Kedua, penguatan sikap yang berkaitan dengan kinerja. Bangsa Indonesia dikenal kurang menghargai waktu dan kurang disiplin. Hal ini dapat kita lihat perilaku warga masyarakat di jalan raya. Pelaksanaan rapat yang sering terlambat karena peserta banyak yang terlambat hadir alias jam karet, terlalu banyak membuang waktu memperdebatkan yang kurang penting sehingga kurang produktif. Ada pribahasa Inggris yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Begitu pun dalam ajaran agama Islam diingatkan tentang kerugian bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Dalil Al Qur’annya banyak dibaca, tetapi belum benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Urusan disiplin justru bangsa Indonesia harus banyak mencontoh kepada negara Jepang dan Korea selatan yang sangat menghargai waktu dan produktivitasnya tinggi.
Ketiga, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali. Hal ini bertujuan agar semangat untuk mencintai negeri sendiri semakin tumbuh dan kuat di tengah derasnya pengaruh budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan, dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.
Hamid Muhammad juga menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi dalam implementasi K-13 sehingga perlu benar-benar diinternalisasikan dalam pembelajaran. Dan tentunya guru adalah sosok kunci yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam implementasinya. Selain itu, perlu diciptakan suasana yang kondusif dalam PPK di sekolah. Hal yang paling utama adalah adanya keteladanan dari Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan.

Penguatan Budaya Literasi
Selain Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pada kurikulum 2013 juga ditekankan tentang penguatan budaya literasi. Sebagaimana diketahui bahwa minat baca Indonesia masih rendah. Sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang puas di posisi 61. Sedangkan Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, di posisi 59. (Media Indonesia, 30/8/2016).Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Keprihatinan kita makin bertambah jika melihat data UNDP yang menyebutkan angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen. Sebagai pembanding, di Malaysia angka melek hurufnya 86,4 persen (Republika, 15/12/2014).Berdasarkan hal tersebut di atas, sejak tahun 2015 melalui penerbitan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Literasi menjadi salah satu bentuk penumbuhan budi pekerti di sekolah. Salah satu bentuknya adalah pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa.
Budaya literasi juga ditumbuhkan melalui integrasi dalam pembelajaran, utamanya dalam penerapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang dikenal dengan 5M. Skenario pembelajaran juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan penilaian hasil belajar pada level kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill/HOTS) siswa di mana arahnya pada menemukan dan menyelesaikan masalah. Hal tersebut tentunya harus tergambar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru.
Literasi pada jenjang SD harus diperkuat, karena SD adalah fondasi dalam pendidikan siswa. Literasi merupakan pintu gerbang untuk menguasai materi pelajaran. Di kelas rendah (I-III) diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang notabene merupakan literasi yang paling mendasar. Literasi secara sederhana diartikan sebagai keberaksaraan. Dalam perkembangannya, literasi bukan hanya diidentikkan dengan kemampuan calistung, tetapi juga pada aspek yang lain seperti kemampuan memilih dan memilah informasi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dalam masyarakat. UNESCO tahun 2003 menyatakan bahwa “Literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.” Walau pengertian literasi sudah berkembang, aktivitas membaca dan menulis merupakan hal yang paling mendasar dalam literasi. Mengapa demikian? Karena memilih dan memilah informasi tentunya dilakukan dengan membaca. Dan aktivitas membaca hanya dilakukan jika ada bacaan yang notabene karya para penulis.

Pembelajaran Abad 21
Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. Pertama, kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek.
Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersamasama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.
Kedua, kreativitas (creativity). Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai.
Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.
Ketiga, komunikasi (communication). Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan Wikipedia dinyatakan bahwa komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.
Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan. Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.
Keempat, kolaborasi (collaboration). Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antar anggota. Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.
Semoga implementasi kurikulum 2013 mencapai tujuan yang diharapkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan melahirkan generasi bangsa yang memiliki kompetensi dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.* (Idris Apandi).
*
Idris Apandi, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat.  

Minggu, 12 Februari 2017


SIARAN PERS KEMENTERIAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA NO. 15 /HM/KOMINFO/01/2017
Tentang
Program Pencarian Talenta Keamanan Siber Di Indonesia


Indonesia kekurangan bakat keamanan siber (cyber security) dan itu menimbulkan masalah yang sangat nyata dalam industri strategis, pertahanan, kesatuan bangsa dan bisnis, sehingga diperlukan SDM keamanan siber di Indonesia baik untuk pemerintahan maupun industri. Hal ini mengingat keamanan siber merupakan keahlian yang memadukan tentang ketrampilan, manajemen, teknologi dan seni.

Ditjen Aplikasi dan Informatika c.q. Direktorat Keamanan Informasi bersama PT Xynexis dan APTIKOM memberi penyadaran kepada generasi muda yang berbakat namun tidak disalurkan sehingga terarah dengan baik dan positif.

Program ini bertujuan menghimpun generasi muda yang punya passion terhadap keamanan siber yang kemudian bisa dididik dengan baik sehingga bisa terjun langsung membantu industri strategis nasional dalam menjaga keamanan Informasi di Indonesia.

Manfaat bagi peserta atau kandidat nantinya dapat menjadi peluang kerja bidang keamanan siber melalui wadah (talent pool) yang dapat digunakan industri. Peserta mendapatkan akses ke modul referensi Keamanan Siber yang bisa di download pada website https://borntocontrol.id , peringkat top 1000 akan mendapat sertifikat, peringkat 100 terbaik akan diikutkan dalam DigitalCamp untuk dididik secara khusus dan diberikan akses ke industri (perusahaan ternama) di bidang keamanan siber serta industri yang bekerjasama dalam program Born To Control.

Pencarian talenta keamanan siber menjaring sejumlah 10.000 kandidat melalui roadshow di 10 kota yaitu : Jakarta, Bandung, Yogya, Malang, Bali, Makassar, Manado, Samarinda, Medan dan Palembang.

Kandidat akan dilakukan pemeringkatan dan dicari sejumlah peringat terbaik untuk tahapan pendidikan melaliu DigitalCamp.

Peserta talenta keamanan siber adalah generai muda berusia 17 tahun keatas, berpendidikan menengah keatas hingga perguruan tinggi.

Tahapan pencarian bakat adalah:

1.         Registrasi online https://borntocontrol.id/

2.         Security Test (Hacking Contest & IT Quiz) dan Seminar Awarnes di 10 kota di Indonesia

3.         Semi Final seleksi secara online

4.         Final Digicamp dan Industrial Base

Untuk penjelasan, silakan unduh FAQ Program Born to Control.

EKO SIAM MUWARDI MENYAMBUNG MIMPI MELALUI BIDIK MISI 2014


Nama saya Eko Siam Muwardi, Mahasiswa Bidik Misi dari Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Kebahagiaan tidak terkira saat saya dinyatakan lolos SBMPTN melalui jalur Bidik Misi. Terlebih keluargaku sampai airmata pun tertumpah karena haru. Saya yang tinggal dengan kakek dan nenek di Gombong Selatan arah Pantai Karang Bolong ini, harus berusaha keras untuk medapatkan jatah Bidik Misi. Saya sebagai korban “broken home” harus menyakinkan orang tua saya yang berdomisili di Depok, untuk merestui saya kuliah.
Dengan mempersiapkan segalanya sendiri akhirnya saya bisa diterima menjadi mahasiswa Bidik Misi di FE UNY. Mungkin nasib mujur sedang menemuiku, karena tidak semua teman-temanku saat SMA bisa masuk kampus impiannya. Banyak dari mereka yang merogoh kantong dalam-dalam untuk biaya bimbel dengan iklan dan jargon mampu membantu sampai lolos PTN tapi nyatanya gagal juga. Kesempatan inipun lantas tidak saya sia-siakan guna menyambung mimpiku agar dapat menjadi seorang guru.

Menjadi mahasiswa memang hal yang dinanti, tapi kadang pula jika sudah masanya sangat melelahkan dan menguras tenaga. Begitu halnya dengan saya yang menjadi mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Walaupun bukan bidang ekonomi murni, namun melelahkannya sama juga dengan yang murni. Setiap hari kami menghadapi rumus-rumus, data statistika, dan permasalahan ekonomi negera kita. Tentu hal ini sangat melelahkan dan membuat mahasiswa kadang patah semangat. Banyak dari mereka yang merasa salah jurusan dan ada juga yang pindah jurusan. Namun, segala kesusahan saya hadapi dengan menggarap Ridho sang illahi, sehingga saya mendapat IP yang cukup untuk ukuran mahasiswa ekonomi.
Ya.. memang IP-ku tergolong cumlaude saat ini, tapi perjuangan ini belum berakhir. Masih ada 4 semester lagi sebelum jatah Bidik Misi-ku berakhir. Berbagai cara aku tempuh selama 4 semester ini, dari aku minta tolong kepada kakak tingkat yang lebih pintar, sampai aku bela-belain menginap demi bisa materi yang disampaikan dosen. Siang malam berusaha bisa mengatur waktu agar bisa belajar, dan akhirnya saya bisa menempuh 4 semester ini. Tak jarang saya juga mengulang mmpelajari mata kuliah yang diberikan dosen.
Mahasiswa Bidik Misi bukanlah mahasiswa sempurna yang serba bisa, begitu pula diriku yang begitu terbatas. Namun keterbatasan ini berusaha aku perbaiki agar kesempatan mendapat Bidik Misi ini tidak berlalu dengan kesia-siaan.
Saya yang memang memiliki sifat aktif, mendarma baktikan sebagian masa kuliahku di organisasi mahasiswa FE. Sekarang saya menjadi pengurus BEM FE UNY—sudah 2 tahun saya menjadi pengurus. Memang dengan masuk organisasi kita semua menjadi orang yang lebih dibanding mereka yang tidak. Kita akan mendapat pengalaman, pengetahuan, dan relasi yang sangat berharga. Saya yang kini juga menjabat sebagai ketua Perhimpunan Mahasiswa Kebumen (Perhimak UNY) mendapat pembelajaran yang sungguh luar biasa. Terlebih di BEM, saya belajar bagaimana menjadi seorang ekonom yang mengawal kebijakan pemerintah dan menyalurkan hasil diskusi kami dengan sebuah forum yang sudah ada.

Saya juga bergabung dalam beberapa forum komunitas, salah satunya adalah komunitas debat. Pengalaman bagaimana saya menjadi pribadi yang mampu mengolah kata-kata saya dapatkan dari forum ini. Dengan forum ini pula saya mampu mengikuti kompetisi baik tingkat regional, maupun tingkat nasional. Selain mengajarkan bagaimana menyampaikan dan mempertahankan argumen, saya juga mendapat jaringan , informasi, dan relasi yang sangat banyak. Beberapa kampus telah aku singgahi dan banyak pula aku menambah daftar nama yang menjadi temanku di semasa kuliah ini. Sehingga mendharma bhaktikan diriku dalam kegiatan kemahasiswaan juga merupakan hal positif yang dapat kita semua lakukan.
Dapat dikatakan bahwa organisasi mahasiswa merupakan kawah candradimuka kita yang kedua setelah ruang kelas yang penuh dengan teori. Organisasi mahasiswa menyajikan kepada kita hal yang baru dengan pemikiran yang baru dan arti sebuah kata yang bernama mahasiswa. Aku yang pernah di amanahkan sebagai ketua KPU FE UNY menjadi paham akan pentingnya berdemokrasi, pentingnya memilih dalam pemilu, dan tahu akan tata cara penyelanggaraan pemilu. Selain itu kita juga dapat ilmu yang tak kalah pentingnya dari ruang kelas jika kita terjun ke dalam organisasi mahasiswa.
Dengan aktif di organisasi saya menjadi terbuka informasi terutama akan lomba dan kompetisi yang lain. Berbagai lomba telah aku ikuti, baik lomba menulis maupun lomba debat. Pernah aku ke beberapa kampus untuk mengikuti perlombaan. Aku yang merupakan mahasiswa Bidik Misi ini kadang terkendala masalah dana jika ingin lomba. Ya maklum saja dana yang di sediakan kampus kita memang ada batasnya. Dari Jakarta sampai Surabaya telah aku singgahi untuk ikut lomba, pernah menang juga banyak juga yang berakhir dengan kekalahan. Kemenangan lomba pertama aku peroleh saat baru masuk semester 2 saat itu, saya dan kawan tim ku mengikuti lomba debat tentang ekonomi di UMY.
Meskipun perlombaan tersebut hanya tingkat provinsi namun cukup berat juga. Saat itu memang kami cukup berhasil, kami yang di dominasi oleh mahasiswa baru mampu menjadi juara satu dalam perlombaan itu. Perang pendapat tentang ekonomi dapat kami menangkan sampai di final dan pulang dengan membawa piala.
Kemudian saya juga pernah menjuarai lomba menulis essay tingkat nasional. Lomba ini berlangsung di kampusku sendiri, cuman beda fakultas. Dengan analisis mengenai pendidikan kepada masyarakat yang cukup menjanjikan keberhasilan, saya mampu memperdaya dewan juri untuk menempatkanku pada posisi ke 3. Untung saja saya menang, karena dana Bidik Misi yang terlambat cair, dan uang di ATM tinggal Rp. 50.000,- sehingga bisa menambah biaya hidupku ke depan. Namun, ternyata uang yang aku dapat dalam lomba tersebut harus saya gunakan untuk mengikuti lomba di ITS Surabaya, dengan menunggang kereta ekonomi kita sampai di kota pahlawan tersebut.
Dengan analisis isu dan permasalahan yang kami olah dengan jeli, dan dengan kemampuan bertutur kata yang kami pahat di komunitas, kami berusaha menampilkan yang terbaik. Sebagai mahasiswa ekonomi ini merupakan tantangan bagi aku dan timku untuk membuktikan siapa yang terbaik. Terlebih, fakultasku yang mengaku menjunjung tinggi ekonomi kerakyatan, perlombaan ini merupakan uji coba keberhasilan fakultasku dalam membina ekonom mudanya yang berjiwa ekonomi kerakyatan. Dan akhirnya kami mampu membawa pulang piala dan penghargaan lainya. Dengan kemampuan kami dalam memberikan dan mempertahankan argumen kami, mampu menyakinkan dewan juri untuk menjadi yang terbaik.
Kami berhasil menjadi juara satu dalam lomba ini, syukur dan haru bercampur dengan bahagia terlebih untuk diriku yang dana Bidik Misi-nya belum cair. Ini merupakan rezeki yang cukup untuk biaya hidupku ke depan. Bahagia semakin nyata terlihat ketika foto kami saat memegang piala kemenangan di pajang di depan Rektorat, ya mungkin itu cara dari birokrasi untuk memberikan penghargaan kepada kami.
Mungkin banyak sekali kisah yang lebih menginispirasi dari pada kisahku. Aku yang baru berjalan 4 semester masih terlalu dini untuk dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi. Masih banyak hal yang belum diraih dan dicapai untuk mendapat predikat tersebut. Namun tidak ada salahnya berbagi dengan teman-teman terutama Mahasiswa Bidik Misi. Tidak ada ilmu yang mubazir jika kita mensyukurinya. Dan ingatlah teman-teman, berprestasi bukan hanya saat kita mampu mengangkat piala dan berhasil meraih IPK tinggi semata. Berbuat baik, menjadi lebih baik, dan menjalankan tugas kita sebgai mahasiswa dengan baik dan benar itu juga termasuk prestasi.

Selamat berprestasi! Demikian kisahku, bagaimana kisahmu?
**) Eko Siam Muwardi, Pendidikan Ekonomi 2014

Minggu, 18 September 2016

WILSON GOMARGA, PERAIH MEDALI EMAS OLIMPIADE BIOLOGI INTERNASIONAL 2016


Tim Indonesia berhasil meraih medali dalam Olimpiade Biologi Internasional atau International Biology Olympiad (IBO)  ke-27 yang diselenggarakan di Hanoi, Vietnam pada tanggal 16-23 Juli 2016. Empat medali berhasil disabet tim Indonesia, yaitu satu medali emas dan tiga medali perak. Medali emas diraih oleh Wilson Gomarga, siswa SMA IPEKA Sunter, Jakarta Utara. Mari kita mengenal Wilson lebih dekat.


Wilson Gomarga lahir di Jakarta, 22 Juni 1998. Sejak SMP, siswa yang menyukai olahraga pingpong ini memang sudah menggandrungi biologi. Baginya,  biologi bukan sekadar hafalan melainkan perlu dimengerti konsepnya agar lebih mengerti, seperti layaknya membaca novel saja.

Dalam IBO Wilson berhasil menyingkirkan 253 peserta dari 68 negara. "Ini merupakan pertama kalinya saya mengikuti IBO, dan tentunya saya sangat senang dapat menyumbangkan medali emas mewakili Indonesia," kata  Wilson, Senin (1/8/2016).

Keikutsertaan Wilson di ajang internasional diawali dengan partisipasinya pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) ke-14 tahun 2015 di Yogyakarta. Dalam ajang tersebut, Wilson berhasil meraih medali emas untuk bidang studi biologi dengan nilai praktik dan teori tertinggi. Selanjutnya,

Wilson mendapat panggilan untuk mengikuti seleksi pada Pelatnas IBO 2016.  Dari sembilan orang yang mengikuti seleksi masuk IBO 2016, Wilson terpilih mengikuti Pelatnas empat besar untuk mewakili Indonesia maju ke IBO 2016.

Perjuangan meraih medali emas sudah barang tentu tidaklah mudah. "Berjuang dan jangan pernah menyerah, terus berdoa dan hasil terbaik akan datang dengan sendirinya. Saya ingin mendapatkan kesempatan pendidikan yang lebih baik lagi ke depan. Saya akan melanjutkan studi yang berelasi dengan biologi dan kedokteran serta mendalami penerapan yang terdapat dalam bidang ilmu tersebut," demikian ungkap Wilson.

Wilson sangat bersyukur karena selama ini banyak mendapat dukungan dari sekolah. Sekolah membantunya dengan menyediakan alat-alat peraga yang dibutuhkan untuk berlatih. Selain itu, guru-guru juga memberikan pendampingan dan bimbingan.

Selamat untuk Wilson Gomarga, semoga terus berprestasi .....

Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah ...