Tampilkan postingan dengan label SMA Negeri 1 Telukdalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SMA Negeri 1 Telukdalam. Tampilkan semua postingan

Jumat, 05 Oktober 2018

Download Aplikasi APKGM-RA, APKGM-MI, APKGM-MTs & APKGM-MA

Asesmen Peningkatan Kompetensi Guru Madrasah atau disingkat dengan APKGM, adalah sebuah program yang bertujuan untuk memetakkan kemampuan guru madrasah dengan media daring (online) dengan menggunakan media smartphone (android).

Berdasarkan pemetaan tersebut akan diketahui kelebihan dan kekurangan masing-masing guru, untuk selanjutnya akan dilakukan pembinaan sesuai dengan tingkat kemampuan dan ruang lingkup pembinaan kompetensi masing-masing.

Aplikasi dapat di download DISINI

Semoga bermanfaat .....

Minggu, 17 Juni 2018

10 Software Karaoke GRATIS Terbaik Untuk PC

1. KaraFun
Software ini merupakan salah satu software yang paling terkenal, dan banyak diminati oleh banyak orang. Dengan menggunakan software ini, kamu bisa memutar lagu apa saja yang ada di komputer kamu. Selain itu, nikmatnya menggunakan KaraFun ialah kamu juga bisa mengaksesnya secara online dan memutar lagu, melalui katalog yang sudah disediakan.
Format file audio yang dapat diputar oleh software ini antara lain .KAR, .MID, .KOK, .LRC, .KFN, .MP3, dan .CDG. Sementara itu, format video yang bisa disajikan ialah .AVI dan .MPG saja. Nah, agar kompatibel secara maksimal, kamu harus menambahkan lagi paket codec pada PC kamu, misalnya K-Lite Codec Pack. Sudah siap bernyanyi di software karaoke gratis terbaik satu ini?

2. Advanced Karaoke Player
Software satu ini juga merupakan salah satu software karaoke gratis terbaik di PC yang favorit. Aplikasi ini memiliki kemampuan untuk mengatur file media dengan cepat, sehingga ketika kamu ingin menggunakan Advanced Karaoke Player, kamu tidak akan kerepotan untuk menambahkan file secara manual.
Software karaoke gratis terbaik bernama Advanced Karaoke Player hampir mendukung semua format utama audio maupun video, seperti .MP3+G, .DAT, .MPG, .AVI, .MKV, .MP4, .WMV, .ASF, .VOB, .RM, dan .RMVB. Dengan adanya format seperti ini, kamu bisa mengakses semua lagu yang ada pada komputer maupun CD/DVD yang kamu masukkan ke dalam PC. Selain itu, kamu juga bisa merubah antarmuka atau skin sesuai selera kamu.

CDG merupakan sebuah plug-in dari sebuah software mainstream untuk Windows, yaitu Winamp. Dengan adanya aplikasi ini, kamu bisa merasakan sensasi bernyanyi saat menyalakan musik yang di format ke karaoke. Tentu saja CDG Plug-in Winamp juga masuk dalam daftar salah satu softwarekaraoke gratis terbaik untuk PC. Sebab, siapa yang tidak mengenal Winamp?
Winamp merupakan satu software yang bisa memainkan musik dengan beragam format. Nah, dengan adanya plug-in CDG maka itu akan merubah format apapun yang bisa diputar pada Winamp menjadi .MP3+G agar kamu bisa bernyanyi dengan riang. Ayo dicoba plug-in software gratis terbaik ini, agar kamu bisa sedikit lebih baik dalam bernyanyi, hehehe.

One Karaoke adalah software yang cukup ideal untuk pengguna rumahan maupun profesional seperti klub rekreasi, restauran, hotel, dan beragam tempat hiburan lainnya. Dengan adanya One Karaoke, kamu nggak perlu repot lagi tukar-menukar CD/DVD untuk, sehinggan tidak membuang-buang waktu.
Software karaoke gratis untuk PC ini mampu menjalankan hampir semua jenis format audio dan juga video. Format tersebut antara lain .MPG, .WMV, .MP3, .MOV, .KAR, .AVI, .DAT, .WMA, serta lain sebagainya. Apalagi yang kamu tunggu? Cepat unduh dan segera buktikan kehebatan kamu bernyanyi.

Software ciptaan TriceraSoft ini mampu membantu kamu untuk berlatih karaoke agar bisa tampil lebih percaya diri. Fiturnya pun berlimpah, ada pengaturan tempo, suara, vocal removal, serta penyimpanan file audio kembali ke dalam format MP3. Menggunakan Tri Karaoke benar-benar memiliki sensasi seperti karaoke di tempat komersil.
Tri Karaoke yang merupakan salah satu software karaoke gratis terbaik, sudah mendukung beragam format file yang mampu diputar, antara lain .FLV, .MPEG, .DAT, .VOB, .MP3, .MIDI, .WAVE, .MP4, .MKV, .AVI, .3GP, dan .MP3+G. Siap untuk tampil beda di depan teman-teman kamu? Semangat ya berlatihnya. Jaka akan mendoakan yang terbaik untuk kamu, hehehe.

Tidak kalah dengan aplikasi di atas, KaraokeKanta juga dilengkapi dengan beragam fitur loh guys. Fitur-fitur tersebut bisa kamu maksimalkan untuk berlatih maupun hanya sekedar lucu-lucuan saja. Di sini, kamu bisa mengatur kecepatan dan keseimbangan video, mengubah nada, merubah format .MP3+G ke .MP3 biasa, mengubah koleksi lagu, tampilan yang lebih unik, serta masih banyak lagi fitur lainnya.
Seperti software karaoke gratis terbaik untuk PC lainnya, KaraokeKanta juga mendukung berbagai format file seperti .AVI, .DIVX, .MP4, .FLV, .MPEG, DAN .MOV. Kalau kamu hobi berkaraoke, jangan ragu untuk menggunakan software karaoke gratis ini ya, guys.

Software karaoke gratis untuk PC terbaik dengan nama keren ini memiliki fitur-fitur yang tak kalah menarik dengan lainnya. Kamu bisa mengkustom tampilan seperti merubah font, merubah warna pada latar belakang, atau bahkan menyematkan gambar pada background. Selain itu, ada juga opsi adjust tempomute, serta pilihan untuk memainkan salah satu instrumen saja.
VanBasco's Karaoke Player mendukung hampir semua format file untuk bisa disajikan menjadi koleksi lagu karaoke kamu. Ketika mengoperasikan aplikasi ini, maka lirik secara otomatis akan muncul pada jendela yang terpisah. Kecepatan tempo untuk liriknya pun cukup akurat, sangat membantu kamu sebagai seorang bersuara fals untuk berlatih bernyanyi.

Jika kamu masih kurang sreg dengan pilihan software serta aplikasi karaoke terbaik yang gratis untuk PC di atas, mungkin Karaoke 5 bisa menjadi opsi terbaik. Karaoke 5 merupakan aplikasi alternatif yang bisa dijadikan sebagai software karaoke terbaik untuk kamu, agar tetap bisa berlatih bernyanyi dengan baik. Fitur-fiturnya lengkap. Apa saja itu?
Ya, fitur-fitur unggul yang tersaji di sini antara lain synchronizersyllabication, dan juga mixing. Bahkan, Karaoke 5 juga dilengkapi dengan dukungan multi bahasa. Jadi, masih harus berpikir berapa kali lagi untuk berlatih, guys?

9. Walaoke
Software ini merupakan software karaoke gratis terbaik lainnya untuk PC berbasis Windows yang cukup mudah digunakan. Walaoke bisa menyajikan video buatan kamu sendiri untuk dijadikan sebagai latar belakang, serta melakukan print out daftar lagu yang ada di dalamnya. Menarik kan?
Bukan hanya itu saja, Walaoke juga mendukung sistem numerik yang bisa memungkinkan kamu untuk memilih lagu berdasarkan nomor yang terurut. Jika masih dirasa kurang nyaman, kamu juga bisa mengubah warna lirik lagu agar kamu lebih nyaman lagi untuk membacanya saat berkaraoke.

Software karaoke gratis terbaik terakhir untuk sebuah perangkat PC ini bernama MiniLyrics. Dengan software ini, kamu bisa menyanyi dan menangkap lirik dari satu lagu dalam setiap katanya. Bahkan, kamu bisa bernyanyi secara bersama-sama, jadi kamu pasti senang adu suara fals dengan teman kamu.
Selain itu, MiniLyrics juga bisa membuat kamu mengkustom sendiri ukuran serta warna pada fontsaat ditampilkan pada jendela desktop, sesuai dengan selera. Fitur-fitur menarik yang terdapat pada aplikasi ini ialah terdapat plug-in untuk banyak pemutar musik lainnya seperti iTunesWindows Media PlayerWinamp, dan lain sebagainya. MiniLyric juga bisa mengunduh lirik lagu secara otomatis, asalkan PC kamu sudah terkoneksi dengan internet.

Minggu, 09 Juli 2017

DAFTAR ISTILAH DALAM SIM-PKB


INILAH ISTILAH DAN AKRONIM PROGRAM SIM-PKB GURU PEMBELAJAR TAHUN 2017 YANG GURU WAJIB KETAHUI ...

Guru wajib tahu, ada sejumlah istilah dan akronim program PKB Guru Pembelajar Tahun 2017. Agar memudahkan bapak ibu guru dalam mengikuti program ini, berikut kami bagikan istilah-istilahnya, silakan disimak dan difahami baik-baik.

Dapodik GTK = data pokok pendidik yang ada di Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK)

Daring = dalan jejaring atau secara online, melalui media internet

Ditjen GTK = Direktorat Jendreral Guru dan Tenaga Kependidikan

E-portofolio = wadah yang terdapat pada LMS yang digunakan untuk menyimpan lembar kerja yang telah disediakan

Interaksi asynchronous = interaksi yang terjadi pada waktu yang tidak bersamaan
Interaksi asyncronous = interaksi yang terjadi pada waktu bersamaan

Instruktur Nasioanal (IN)/Mentor = guru yang memenuhi krteria sebagai instruktur atau mentor dan lulus dalam pembekalan instruktur nasional/ mentor tahun 2016 atau telah mengikuti dan lulus penyegaran instruktur nasional/ mentor tahun 2017

In service training (In) = pembelajaran melalui kegiatan tatap muka antara peserta dengan instruktur nasional

KCM = kriteria capaian minimal

KKG (kelompok Kerja Guru) = wadah atau forum kegiatan profesioanal bagi guru sekolah dasar/ madarasah ibtidaiyah di tingkat gugus atau kecamatan yeng terdiri dari guru beberapa sekolah dengan legalitas Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupten/Kota.

Komunitas GTK = komunitas yang telah terdaftar dan terintegrasi secara resmi di SIM pembinaan karir guru

Komunitas POKJA = komunitas yang telah disahkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi/Kabupaten/Kota dan memiliki Surat Keputusan Pendirian Komunitas

Komunitas Rayon = Forum / wadah kegiatan profesional guru mata pelajaran/ paket keahlian yang dikoordinir dan dibentuk oleh UPT

Koordinator admin LMS = tenaga teknis yang ada di UPT yang mempunyai otoritas di dalam memperbaiki konten teknis untuk menjamin keberlangsungan pelaksaan program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

LMS (Learning Management System) = sistem manajemen pembelajaran secara elektronik contohnya moodle dan blackboard.

Log activity = rekaman kegiatan dalam sistem

Luring = luar jejaring (internet) / offline

MKBK (Musyawarah Guru Bimbingan Konseling) = wadah atau forum kegiatan profesional bagi guru Bimbingan Konseling di tingkat gugus atau
kecamatan yang terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari Dinas Pendidikan Provinsi/kabupaten/kota

MGMP (Musyawarh Guru Mata Pelajaran) = wadah atau forum kegiatan profesional guru mata pelajaran pada SMP/MTs, SMPLB/MTsLB, SMALB, SMK/MAK, SMALB/MALB yang berada pada satu wilayah/kabupaten/kota/kecamatan/ sanggar/ gugus sekolah dengan legalitas dari dinas pendidikan Provinsi/ Kabupetan/kota

NS (Nara sumber) = widyaiswara, pengembang teknologi pendidikan (PTP) dan/atau guru yang memiliki kriteria dan lulus dalam pelatihan narasumber nasional/ pengampu tahun 2016 atau yang telah mengikuti penyegaran program pengembangan keprofesian berkelanjutan tahun 2017

On teh job learning (on) = merupakan kelanjutan program pembelajaran dari kegiatan In 1

Pengampu = widyaiswara/PTP/dosen/instruktur yang memfasilitasi, membimbing, dan memonitor kegiatan peserta dalam program pengembangan keprofesian berkelanjutan moda daring

Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan = proses penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kompetensi guru dalam melaksanakan tugas profesinya

Moda Daring Murni = model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh Moda

Daring Kombinasi = model pembelajaran bagi guru yang dilaksanakan secara tatap muka dengan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Daring Murni – Model 1: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan difasilitasi hanya oleh pengampu

Murni – Model 2: model pembelajaran bagi guru yang dilakukan secara daring penuh dan didampingi oleh mentor serta difasilitasi oleh pengampu

Moda Tatap Muka = model pembbelajaran bagi guru yang dilakukan secara tatap muka dengan didampingi dan difasilitasi oleh instruktur nasional dan narasumber nasional

PB (Pusat Belajar) = tempat kegiatan pendampingan dan tatap muka antara instruktur nasional (mentor) dengan peserta PKB moda tatap muka atau moda daring kombinasi

Pusat Kegiatan Gugus = merupakan wadah atau forum kegiatan profesional bagi para guru taman kanak-kanak (TK) di tingkat kecamatan terdiri dari beberapa guru dari beberapa sekolah dengan legalitas dari dinas provinsi/ kabupaten/ kodya

Refleksi = memikirkan ulang dan menuangkan hal-hal yang telah diperoh dalam proses belajar, fakto-faktor pendukung maupun penghambat, mengantisipasi langkah yang perlu dilakukan dan rencana tindak lanjut

SIM PKB = sistem informasi manajemen terpadu pada sistem PKB

Smiley face = instrumen untuk mengukur reaksi peserta terhadap proses pembelajaran berupa ‘kepuasan peserta’

Surel = surat elektronik atau email

UPT = unit pelaksana teknis mencakup PPPPTK dan LPPPTK-KPTK yang menyelenggrakan program PKB.

Terimakasih .....

Senin, 08 Mei 2017

Bayang Persahabatan UNBK 2017

Waktu terus berjalan, tanpa kusadari, sudah habis lembaran-lembaran kertas putih yang ku tulis dengan semua kisah kita. Aku menyadari kau pasti bersedih, dan akupun menyadari bahwa aku tidak akan lagi bersamamu.



Aku berjalan, pergi, dan keluar dari kehidupanmu, agar kamu tak lagi merasakan perih dan pedih. Aku menyadari bahwa aku harus berjalan dengan bayangan hitamku, yang setia menemaniku setiap saat.



Aku tertidur di sebuah tempat, di sebuah tempat yang tak ada siapapun kecuali diri ini. Aku diam membisu seribu bahasa, aku mulai memutarkan isi otakku dan melihat ke masa lalu. Ini lah tempat pertama kita berjumpa.

Aku ingat masa masa itu. Aku ingat masa ketika kita berkumpul bersama pertama sekali. Ada yang datang malu-malu, ada yang datang penuh senyum, ada yang datang dengan kecantikannya, dan aku sendiri yang datang dalam diam tak banyak bicara.

Lalu aku mulai berjalan untuk meninggalkan tempat itu. Aku menelusuri lantai yang penuh debu. Aku berhenti untuk beristirahat sejenak, namun ada sesuatu yang terlintas dalam benakku. Tempat pemberhentianku kali ini adalah tempat dimana kita dulu sering bercanda.

Sekarang semuanya telah berubah. Mungkin kau tak akan ingat semua itu. Mungkin semua itu hanya masa lalu yang kelam, namun bagiku itu adalah satu bayangan kelam dalam hidup ini yang tak dapat terlepaskan dari diri ini.

ICT SMAN 1 Telukdalam
08 Mei 2017

Siprianus Hondro, ST
Untuk :
Robinz Daely
Sanjaya Ndraha
Roy Wau
Firman Harita
Jefri Zai
Fatiya Marunduri

Senin, 27 Maret 2017

Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Air Tingkat Nasional untuk Siswa SMK SMA MA 2017

Berikut ini adalah informasi Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Air Tingkat Nasional untuk Siswa SMK SMA MA Tahun 2017.

Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Air Tingkat Nasional untuk Siswa SMK
Lomba Karya Ilmiah Bidang Sumber Daya Air Tingkat Nasional untuk Siswa SMK

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat menyelenggarakan Lomba Karya Ilmiah bidang Sumber Daya Air Tahun 2017 untuk Siswa SMK dengan tema "Potensi Air Limbah untuk Peningkatan Ketahanan Air"
subtema:
  1. Pengelolaan air limbah sebelum masuk badan air
  2. Pemanfaatan uang (recycling)air limbah
  3. Teknologi tepat guna dalam pengendalian air limbah
Persyaratan:
  1. Peserta merupakan siswa kelas X & XI, harus berkelompok atau maksimal 3 (tiga) orang, wajib melampirkan fotocopy kartu pelajar dan surat pengantar dari sekola;
  2. Final Lomba akan dilaksanakan dalam rangkaian peringatan Hari Air Dunia 2017 di Jakarta Convention Center (JCC);
  3. Makalah yang diikutsertakan belum pernah memenangkan perlombaan karya ilmiah lain dalam tingkatan nasional atau internasional;
  4. Hard Copy makalah (2 eksemplar), ringkasan & biodata peserta beserta softcopy dalam bentuk CD dengan format MS Word dikirim ke penyelenggara selambatnya 13 April 2017 (Cap Pos/espedisi), kepada Penyelenggara LKI Bidang SDA untuk siswa SMK Tingkat Nasional X Tahun 2017 d/a Bidang SDK Puslitbang SDA Kementerian PUPR Jln. Ir. H. Juanda No.193-Bandung 40135-Jawa Barat. Untuk soft file makalah melalui alamat email: lki.puslitbangsda@gmail.com

Pendaftaran:
  1. Peserta lomba tidak dipungut biaya apapun
  2. Hardcopy makalah ilmiah peserta wajib dikirim kepada: Penyelenggara LKI Bidang SDA untuk siswa SMA/SMK/MA Tingkat Nasional X Tahun 2017 d/a Bidang SDK Puslitbang SDA Kementerian PUPR Jln. Ir. H. Juanda No.193-Bandung 40135-Jawa Barat.
Contact Person: Metha : 081321016101
Download : Poster/Brosur

Tiga Agenda Penting Implementasi Kurikulum 2013



Tahun 2017, implementasi kurikulum 2013 (K-13) memasuki tahun ke-4. Di jenjang Sekolah Dasar (SD), pada tahun 2016, K-13 telah dilaksanakan di 37.034 sekolah. Pada Tahun 2017/2018, Kemendikbud menargetkan sekolah yang mengimplementasikan K-13 sebanyak 35% sekolah sasaran baru atau sebanyak 52.572 sekolah, sehingga diharapkan sebanyak 60% dari seluruh SD telah menerapkan K-13 (Kemdikbud, 2017).
Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Kemdikbud Hamid Muhammad, pada saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Tim Pengembang Kurikulum 2013 Sekolah Dasar Tingkat Provinsi tanggal 14 Maret 2017 di Hotel Allium Tangerang, mengatakan bahwa ada 3 hal penting yang menjadi agenda atau fokus dalam implementasi K-13, yaitu (1) penguatan pendidikan karakter, (2) penguatan literasi, dan (3) pembelajaran abad 21.
Penguatan Pendidikan Karakter
Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) tidak lepas dari program Nawa Cita yang menjadi visi Presiden Joko Widodo. Ada 5 nilai yang menjadi fokus PPK, yaitu nasionalis, integritas, mandiri, gotong rotong, dan religius. Penjabaran dari nasionalis seperti; cinta tanah air, semangat kebangsaan, dan menghargai kebhinekaan. Penjabaran dari nilai integritas seperti; kejujuran, keteladanan, kesantunan, dan cinta pada kebenaran. Penjabaran dari nilai mandiri seperti; kerja keras, disiplin, kreatif, berani, dan pembelajar. Penjabaran dari nilai gotong royong seperti; kerjasama, solidaritas, saling menolong dan kekeluargaan. Adapun penjabaran dari nilai religius seperti; beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, bersih, toleransi, dan cinta lingkungan. Orang tua, guru, masyarakat, dan para pemegang kebijakan tentunya dapat mengembangkan penjabaran nilai-nilai lainnya sepanjang relevan dengan lima nilai yang menjadi fokus PPK.
Karena bangsa-bangsa hebat dan maju di dunia ini pada umumnya berkarakter kuat, seperti pekerja keras, disiplin, jujur, berintegritas, memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi. Oleh karena itu, bangsa Indonesia, sebagai salah satu bangsa terbesar di dunia perlu juga diperkuat karakternya agar dapat menjadi bangsa yang maju, beradab, dan kompetitif di tengah ketatnya persaingan globalisasi dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), serta dalam rangka mempersiapkan generasi emas tahun 2045.
Pendidikan karakter disamping mengacu kepada Nawa Cita yang digulirkan presiden Joko Widodo, juga merupakan amanat dari Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Pada pasal 3 disebutkan bahwa “Pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.”
Hamid Muhammad menyampaikan bahwa PPK meliputi pada tiga hal. Pertama, penguatan kejujuran dan integritas. Indonesia tidak kekurangan orang pintar, tetapi kekurangan orang jujur dan berintegritas. Faktanya pada pelaku korupsi justru banyak berasal dari kalangan berpendidikan tinggi. Pendidikan yang tinggi tidak selalu identik dengan kejujuran. Keserakahan menjadi faktor utama terjadinya di kalangan orang pendidikan memiliki jabatan di lembaga-lembaga pemerintahan. Justru banyak orang yang berpendidikan rendah dan miskin jujur. Walau mereka kondisinya miskin, tapi hatinya kaya, masih memiliki nurani, memiliki rasa takut dan malu yang tinggi.
Kedua, penguatan sikap yang berkaitan dengan kinerja. Bangsa Indonesia dikenal kurang menghargai waktu dan kurang disiplin. Hal ini dapat kita lihat perilaku warga masyarakat di jalan raya. Pelaksanaan rapat yang sering terlambat karena peserta banyak yang terlambat hadir alias jam karet, terlalu banyak membuang waktu memperdebatkan yang kurang penting sehingga kurang produktif. Ada pribahasa Inggris yang mengatakan bahwa waktu adalah uang. Begitu pun dalam ajaran agama Islam diingatkan tentang kerugian bagi orang yang menyia-nyiakan waktu. Dalil Al Qur’annya banyak dibaca, tetapi belum benar-benar dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Urusan disiplin justru bangsa Indonesia harus banyak mencontoh kepada negara Jepang dan Korea selatan yang sangat menghargai waktu dan produktivitasnya tinggi.
Ketiga, penguatan nasionalisme dan rasa kebangsaan. Nilai-nilai Pancasila sebagai ideologi bangsa harus dikuatkan kembali. Hal ini bertujuan agar semangat untuk mencintai negeri sendiri semakin tumbuh dan kuat di tengah derasnya pengaruh budaya asing (barat) yang masuk ke Indonesia. Implementasi nilai-nilai religi, kemanusiaan, persatuan dan kesatuan, musyawarah mufakat, dan keadilan perlu ditanamkan, dikembangkan, dan dikokohkan kepada seluruh bangsa Indonesia.
Hamid Muhammad juga menegaskan bahwa karakter merupakan fondasi dalam implementasi K-13 sehingga perlu benar-benar diinternalisasikan dalam pembelajaran. Dan tentunya guru adalah sosok kunci yang diharapkan menjadi ujung tombak dalam implementasinya. Selain itu, perlu diciptakan suasana yang kondusif dalam PPK di sekolah. Hal yang paling utama adalah adanya keteladanan dari Kepala Sekolah, guru dan tenaga kependidikan.

Penguatan Budaya Literasi
Selain Penguatan Pendidikan Karakter (PPK), pada kurikulum 2013 juga ditekankan tentang penguatan budaya literasi. Sebagaimana diketahui bahwa minat baca Indonesia masih rendah. Sebuah survei yang dilakukan Central Connecticut State University di New Britain yang bekerja sama dengan sejumlah peneliti sosial menempatkan Indonesia di peringkat 60 dari 61 negara terkait minat baca. Survei dilakukan sejak 2003 hingga 2014. Indonesia hanya unggul dari Bostwana yang puas di posisi 61. Sedangkan Thailand berada satu tingkat di atas Indonesia, di posisi 59. (Media Indonesia, 30/8/2016).Data statistik UNESCO pada 2012 juga menyebutkan indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya, dari 1.000 penduduk, hanya satu warga yang tertarik untuk membaca. Menurut indeks pembangunan pendidikan UNESCO ini, Indonesia berada di nomor 69 dari 127 negara. Keprihatinan kita makin bertambah jika melihat data UNDP yang menyebutkan angka melek huruf orang dewasa di Indonesia hanya 65,5 persen. Sebagai pembanding, di Malaysia angka melek hurufnya 86,4 persen (Republika, 15/12/2014).Berdasarkan hal tersebut di atas, sejak tahun 2015 melalui penerbitan Permendikbud Nomor 23 tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti, Gerakan Literasi menjadi salah satu bentuk penumbuhan budi pekerti di sekolah. Salah satu bentuknya adalah pembiasaan membaca buku non pelajaran selama 15 menit sebelum kegiatan pembelajaran dimulai. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca di kalangan siswa.
Budaya literasi juga ditumbuhkan melalui integrasi dalam pembelajaran, utamanya dalam penerapan pendekatan saintifik yang meliputi mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, menalar, dan mengomunikasikan yang dikenal dengan 5M. Skenario pembelajaran juga diharapkan mampu meningkatkan keterampilan berpikir kritis (critical thinking) dan penilaian hasil belajar pada level kemampuan berpikir tingkat tinggi (High Order Thinking Skill/HOTS) siswa di mana arahnya pada menemukan dan menyelesaikan masalah. Hal tersebut tentunya harus tergambar pada Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru.
Literasi pada jenjang SD harus diperkuat, karena SD adalah fondasi dalam pendidikan siswa. Literasi merupakan pintu gerbang untuk menguasai materi pelajaran. Di kelas rendah (I-III) diajarkan membaca, menulis, dan berhitung (Calistung) yang notabene merupakan literasi yang paling mendasar. Literasi secara sederhana diartikan sebagai keberaksaraan. Dalam perkembangannya, literasi bukan hanya diidentikkan dengan kemampuan calistung, tetapi juga pada aspek yang lain seperti kemampuan memilih dan memilah informasi, berkomunikasi, dan bersosialisasi dalam masyarakat. UNESCO tahun 2003 menyatakan bahwa “Literasi lebih dari sekedar membaca dan menulis. Literasi juga mencakup bagaimana seseorang berkomunikasi dalam masyarakat. Literasi juga bermakna praktik dan hubungan sosial yang terkait dengan pengetahuan, bahasa, dan budaya.” Walau pengertian literasi sudah berkembang, aktivitas membaca dan menulis merupakan hal yang paling mendasar dalam literasi. Mengapa demikian? Karena memilih dan memilah informasi tentunya dilakukan dengan membaca. Dan aktivitas membaca hanya dilakukan jika ada bacaan yang notabene karya para penulis.

Pembelajaran Abad 21
Pada kurikulum 2013 diharapkan dapat diimplementasikan pembelajaran abad 21. Hal ini untuk menyikapi tuntutan zaman yang semakin kompetitif. Adapun pembelajaran abad 21 mencerminkan empat hal. Pertama, kemampuan berpikir kritis (critical thinking skill). Kegiatan pembelajaran dirancang untuk mewujudkan hal tersebut melalui penerapan pendekatan saintifik (5M), pembelajaran berbasis masalah, penyelesaian masalah, dan pembelajaran berbasis projek.
Guru jangan risih atau merasa terganggu ketika ada siswa yang kritis, banyak bertanya, dan sering mengeluarkan pendapat. Hal tersebut sebagai wujud rasa ingin tahunya yang tinggi. Hal yang perlu dilakukan guru adalah memberikan kesempatan secara bebas dan bertanggung bertanggung jawab kepada setiap siswa untuk bertanya dan mengemukakan pendapat. Guru mengajak siswa untuk menyimpulkan dan membuat refleksi bersamasama. Pertanyaan-pertanyaan pada level HOTS dan jawaban terbuka pun sebagai bentuk mengakomodasi kemampuan berpikir kritis siswa.
Kedua, kreativitas (creativity). Guru perlu membuka ruang kepada siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Kembangkan budaya apresiasi terhadap sekecil apapun peran atau prestasi siswa. Hal ini bertujuan untuk memotivasi siswa untuk terus meningkatkan prestasinya. Tentu kita ingat dengan Pak Tino Sidin, yang mengisi acara menggambar atau melukis di TVRI sekian tahun silam. Beliau selalu berkata “bagus” terhadap apapun kondisi hasil karya anak-anak didiknya. Hal tersebut perlu dicontoh oleh guru-guru masa kini agar siswa merasa dihargai.
Peran guru hanya sebagai fasilitator dan membimbing setiap siswa dalam belajar, karena pada dasarnya setiap siswa adalah unik. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Howard Gardner bahwa manusia memiliki kecerdasan majemuk. Ada delapan jenis kecerdasan majemuk, yaitu; (1) kecerdasan matematika-logika, (2) kecerdasan bahasa, (3) kecerdasan musikal, (4) kecerdasan kinestetis, (5) kecerdasan visual-spasial, (6) kecerdasan intrapersonal, (7) kecerdasan interpersonal, dan (8) kecerdasan naturalis.
Ketiga, komunikasi (communication). Abad 21 adalah abad digital. Komunikasi dilakukan melewati batas wilayah negara dengan menggunakan perangkat teknologi yang semakin canggih. Internet sangat membantu manusia dalam berkomunikasi. Saat ini begitu banyak media sosial yang digunakan sebagai sarana untuk berkomunikasi. Melalui smartphone yang dimilikinya, dalam hitungan detik, manusia dapat dengan mudah terhubung ke seluruh dunia.
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian komunikasi adalah pengiriman dan penerimaan pesan atau berita dari dua orang atau lebih agar pesan yang dimaksud dapat dipahami. Sedangkan Wikipedia dinyatakan bahwa komunikasi adalah “suatu proses dimana seseorang atau beberapa orang, kelompok, organisasi, dan masyarakat menciptakan, dan menggunakan informasi agar terhubung dengan lingkungan dan orang lain”.
Komunikasi tidak lepas dari adanya interaksi antara dua pihak. Komunikasi memerlukan seni, harus tahu dengan siapa berkomunikasi, kapan waktu yang tepat untuk berkomunikasi, dan bagaimana cara berkomunikasi yang baik. Komunikasi bisa dilakukan baik secara lisan, tulisan, atau melalui simbol yang dipahami oleh pihak-pihak yang berkomunikasi. Komunikasi dilakukan pada lingkungan yang beragam, mulai di rumah, sekolah, dan masyarakat. Komunikasi bisa menjadi sarana untuk semakin merekatkan hubungan antar manusia, tetapi sebaliknya bisa menjadi sumber masalah ketika terjadi miskomunikasi atau komunikasi kurang berjalan dengan baik. Penguasaan bahasa menjadi sangat penting dalam berkomunikasi. Komunikasi yang berjalan dengan baik tidak lepas dari adanya penguasaan bahasa yang baik antara komunikator dan komunikan. Kegiatan pembelajaran merupakan sarana yang sangat strategis untuk melatih dan meningkatkan kemampuan komunikasi siswa, baik komunikasi antara siswa dengan guru, maupun komunikasi antarsesama siswa. Ketika siswa merespon penjelasan guru, bertanya, menjawab pertanyaan, atau menyampaikan pendapat, hal tersebut adalah merupakan sebuah komunikasi.
Keempat, kolaborasi (collaboration). Pembelajaran secara berkelompok, kooperatif melatih siswa untuk berkolaborasi dan bekerjasama. Hal ini juga untuk menanamkan kemampuan bersosialisasi dan mengendalikan ego serta emosi. Dengan demikian, melalui kolaborasi akan tercipta kebersamaan, rasa memiliki, tanggung jawab, dan kepedulian antar anggota. Sukses bukan hanya dimaknai sebagai sukses individu, tetapi juga sukses bersama, karena pada dasarnya manusia disamping sebagai seorang individu, juga makhluk sosial. Saat ini banyak orang yang cerdas secara intelektual, tetapi kurang mampu bekerja dalam tim, kurang mampu mengendalikan emosi, dan memiliki ego yang tinggi. Hal ini tentunya akan menghambat jalan menuju kesuksesannya, karena menurut hasil penelitian Harvard University, kesuksesan seseorang ditentukan oleh 20% hard skill dan 80% soft skiil. Kolaborasi merupakan gambaran seseorang yang memiliki soft skill yang matang.
Semoga implementasi kurikulum 2013 mencapai tujuan yang diharapkan dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan nasional, dan melahirkan generasi bangsa yang memiliki kompetensi dari sisi pengetahuan, sikap, dan keterampilan, serta mampu menjawab tantangan zaman yang semakin kompleks dan dinamis.* (Idris Apandi).
*
Idris Apandi, Widyaiswara Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Jawa Barat.  

Minggu, 19 Februari 2017

Panduan Pengisian PDSS SMA Tahun 2017

Download Panduan DISINI 

Dokumen ini berisi panduan pengisian PDSS oleh pihak sekolah, khususnya SMA atau MA. PASTIKAN batas waktu pengisian PDSS agar sekolah dapat memanfaatkan dengan baik, waktu yang disediakan untuk mengisi PDSS. HINDARI mengisi PDSS di hari-hari terakhir agar tidak kesulitan mengakses sistem.
Berikut adalah tahapan pengisian PDSS:
1. Login (jika sekolah sudah terdaftar di PDSS); setelah login, sekolah langsung diminta melengkapi data akreditasi sekolah. Jika sekolah belum terdaftar di PDSS, sekolah harus melakukan registrasi terlebih dahulu.
2. Pengelolaan informasi sekolah (jika ada perubahan), mencakup identitas sekolah, akreditas sekolah, dan password sekolah.
3. Pendefinisian kurikulum untuk setiap semester yang diikuti oleh siswa calon lulusan.
4. Pendaftaran kelas untuk setiap tahun ajaran yang diikuti oleh siswa calon lulusan.
5. Pengisian data siswa tiap kelas untuk seluruh siswa calon lulusan. Siswa yang ingin diisikan nilainya harus terdaftar di suatu kelas di setiap tahun ajaran mulai dari Tingkat X hingga Tingkat XII.
6. Pengisian nilai siswa, yaitu nilai siswa calon lulusan untuk seluruh mata pelajaran yang diikutinya sejak Tingkat X hingga Tingkat XII (atau Tingkat XI untuk kelas Akselerasi), sesuai dengan kurikukum yang telah didefinisikan.
7. Finalisasi pengisian data oleh sekolah. Finalisasi dilakukan dengan mengunggah surat pernyataan yang telah disediakan (dapat diunduh). Jika sekolah belum melakukan finalisasi, maka password siswa belum dapat diunduh sehingga siswa belum dapat melakukan verifikasi.

Pentahapan di atas adalah alur kerja normal, yaitu siswa calon lulusan mengikuti proses belajar secara lengkap, mulai dari semester 1 sd semester 5. Untuk siswa calon lulusan yang tidak mengikuti proses belajart secara lengkap (alur khusus), sistem PDSS menyediakan fitur khusus sebagai berikut :
1. Pencatatan status khusus siswa, seperti cuti, pertukaran pelajar, atau pindahan dari sekolah lain, baik dari dalam maupun luar negeri
2. Pengisian nilai tambahan untuk siswa dengan status khusus, seperti nilai dari sekolah asal siswa pindahan atau nilai siswa saat pertukaran pelajar
3. Permintaan bantuan (jika ada kesulitan mengisi data pada PDSS) dengan menulis pesan untuk Helpdesk
4. Pengelolaan password siswa

PDSS 2017 menyediakan menu panduan pengisian yang bisa diakses dengan meng-klik ikon ? dan menu Bantuan pada setiap halamanJika ikon di-klik, maka panduan pengisian untuk halaman tersebut akan tampil pada layar. Jika menu Bantuan di-klik, akan tampil beberapa alternatif cara untuk meminta bantuan (lihat Bagian XI). Selanjutnya, setiap tahap pengisian PDSS akan dijelaskan pada bab-bab berikutnya.

II. Login Sekolah

Sekolah harus login terlebih dahulu sebelum mulai mengisi PDSS. Sekolah yang bisa login hanya sekolah yang sudah terdaftar di PDSS. Jika sekolah belum terdaftar, silahkan lihat petunjuk untuk mendaftarkan sekolah (Bagian 2.2).
Berikut ini adalah langkah untuk melakukan login.
1. Membuka halaman PDSS. Tampilan awal PDSS adalah sebagai berikut:
2. Klik tombol Halaman untuk Sekolah, dan akan muncul tampilan berikut:
Selanjutnya, sekolah harus memilih/mencari sekolahnya dari daftar sekolah. Pada kotak bertanda Cari Sekolah, tuliskan nama sekolah yang dimaksud (misalnya SMA 1 Bandung) kemudian klik tombol Cari. Selanjutnya, login seperti pada tampilan berikut:

3. Setelah berhasil login, pada layar akan muncul tampilan berikut:

4. Jika sekolah login untuk pertama kalinya, maka akan muncul pesan untuk membaca panduan PDSS 2017 seperti pada tampilan berikut:


5. Selanjutnya sekolah harus memeriksa kebenaran informasi akreditasi dengan men-klik tombol Kembali ke halaman utama. Pada layarakan muncul halaman konfirmasi akreditasi sekolah seperti berikut:

PERIKSA kembali informasi tentang akreditasi sekolah. Lengkapi data akreditas yang masih kosong. Jika ada perubahan informasi akreditasi, unggah dokumen hasil scan sertifikat akreditasi terbaru dalam format PDF. Pastikan seluruh informasi akreditasi sekolah sudah benar. Klik ceklist pernyataan seperti gambar di bawah ini, lalu tekan tombol simpan.

2.1 Lupa Password

Jika sekolah lupa password, klik tombol Lupa Password? pada halaman Akreditasi Sekolah tampilan di atas. Pada layar akan muncul tampilan recovery password seperti berikut:

PDSS 2017 menyediakan 2 (dua) macam pilihan untuk mendapatkan password baru., yaitu passwaord akan dikirim lewat email, atau dengan mengunggah dokumen SK KepSek. Jika memilih tab Mendapatkan password baru dengan mengirimkan email maka sistem akan meminta isian NPSN seperti pada tampilan berikut:


Klik tombol Kirim dan sistem akan mengirim email ke alamat email sekolah tentang informasi untuk mereset password seperti tampilan sebagai berikut.


Untuk pilihan mengunggah dokumen, pilih tab Mendapatkan password baru dengan mengunggah dokumen , dan sistem akan meminta isianNPSN dan mengunggah dokumen SK Pengangkatan Kepala Sekolah seperti halaman berikut:
Pastikan bahwa dokumen yang diunggah adalah dokumen yang SAMA dengan dokumen yang diunggah pada saat sekolah mendaftar ke PDSS.

Setelah tombol Kirim di-klik, maka password baru akan tampil di layar seperti berikut:

2.2 Pendaftaran Sekolah Baru

Terdapat 2 (dua) kategori untuk sekolah yang pertama kali melakukan pengisian PDSS
Sekolah sudah ada dalam daftar sekolah di PDSS, tapi sekolah belum pernah mengisi form pendaftaran, atau
 Sekolah belum ada dalam daftar sekolah di PDSS

2.2.1 Sekolah Sudah Ada dalam Daftar PDSS

Kasus ini terjadi jika sekolah sudah ‘dikenal’ oleh sistem sehingga sekolah berhasil ditemukan oleh sistem dengan menu Cari sekolah. Pilih atau klik nama sekolah yang dimaksud, dan lengkapi form pendaftaran melalui menu Pendaftaran Sekolah dengan tampilan berikut :

Klik tombol Lanjutkan untuk memproses pendaftaran. Kemudian sekolah harus:

1. Mengisi form pendaftaran

Sekolah mengisi formulir pendaftaran seperti pada tampilan di bawah ini, dan sistem akan melakukan validasi NPSN sekolah. Jika pengisian form sudah selesai pilih tombol Simpan Pendaftaran Sekolah supaya sistem menyimpan data sekolah.

Sekolah dapat login ke PDSS setelah pendaftaran sekolah berhasil dilakukan.

2. Mengisi form akreditasi sekolah

Setelah melakukan pendaftaran, sekolah harus login ke PDSS untuk mengisi form akreditasi sekolah seperti di bawah ini:

Isi form di atas dengan lengkap sesuai kondisi status akreditasi sekolah. Dokumen hasil scan sertifikat akreditasi harus diunggah pada Scan Sertifikat. Klik ceklis di depan pernyataan, lalu klik tombol Simpan supaya system menyimpan data akreditasi.. Selanjutnya, akan muncul tampilan berikut:


Fasilitas mengubah akreditas disediakan oleh system dengan klik tombol Ubah Akreditasi

2.2.2 Sekolah Belum Ada di Daftar PDSS

Kondisi ini terjadi jika PDSS tidak memuat sekolah dalam daftar sekolah sehingga tidak akan ditemukan pada fasilitasCari Sekolah. Sekolah harus memilih tab Daftar Sekolah Baru dengan tampilan berikut:

Selanjutnya sekolah harus mengisi NPSN sekolah pada halaman berikut:


Sistem PDSS akan memeriksa validitas NPSN yang diisikan. Jika NPSN sudah terdaftar, maka informasi sekolah akan muncul pada form berikut:

Lengkapi informasi sekolah pada form tersebut di atas dengan mengikuti panduan yang sama dengan pendaftaran sekolah baru untuk sekolah yang ada di daftar PDSS (bagian 2.2.1).
Jika NPSN tidak dikenal, atau jika sekolah belum memiliki NPSN, maka sekolah harus mendaftar secara manual dengan mengirimkan surat kepada Panitia Nasional SNMPTN 2017 setelah memiliki NPSN. Dengan surat ini, PDSS akan menambahkan sekolah dengan NPSN. Selanjutnya, sekolah harus mengulang proses 2.2.2. Berikut contoh tampilan jika NPSN belum terdaftar di PDSP:

Berikut adalah contoh tampilan jika NPSN yang diisikan salah:

III. Pengelolaan Informasi Sekolah


Fasiitas ini ditujukan agar sekolah dapat mengubah informasi sekolah seperti password, data sekolah dan informasi akreditasi dapat diubah melalui menu Sekolah.

3.1 Mengganti Password Sekolah

Untuk mengganti password, sekolah harus login terlebih dahulu. Setelah berhasil login, akan muncul tampilan awal berikut:
Pilih menu Ganti Password, dan pada layar akan muncul tampilan berikut:
Isi form tersebut, lalu klik tombol Ganti Password untuk memastikan bahwa perubahan password sudah disimpan.

3.2 Mengubah Data Sekolah

Pilih menu Data Sekolah untuk melihat data sekolah yang disimpan pada sistem, selanjutanya pada layar akan muncul tampilan berikut:

Klik tombol Ubah Data Sekolah untuk mengubah data sekolah.

Ubahlah data yang perlu diubah seperti pada tampilan berikut, lalu klik tombol Simpan Pendaftaran Sekolah. PASTIKAN untuk meng-klik tombol Simpan Pendaftaran Sekolah untuk menjamin bahwa data perubahan akan tersimpan.

3.3 Mengubah Data Akreditasi Sekolah

Pilih menu Akreditasi untuk melihat data akreditasi sekolah yang disimpan di PDSS, dengan tampilan sebagai berikut:

Klik tombol Ubah Akreditasi untuk mengubah data akreditasi. Setelah mengubah data akreditasi, klik ceklis di depan pernyataan, lalu klik tombol Simpan (PASTIKAN bahwa tombol ini di-klik). Berikut contoh tampilannya:

IV. Pendefinisian Kurikulum


PDSS mendukung penggunaan dua kurikulum berbeda di sebuah sekolah. Sekolah dapat memberlakukan kurikulum 2006 (KTSP) maupun kurikulum 2013 (Kurtilas) bersama-sama. Akan tetapi, pada satu tingkat tertentu (X, XI, atau XII), hanya dapat berlaku sebuah kurikulum Selain itu, sekolah juga dimungkinkan untuk mengganti kurikulum di tengah tahun ajaran (mis. pada semester 1 berlaku kurikulum 2006 (KTSP), kemudian pada semester 2 berlaku kurikulum 2013 (Kurtilas). Misalnya, tahun ajaran 2015/2016 untuk tingkat XI semester 1 sekolah memberlakukan kurikulum KTSP, sedangkan semester 2 dengan kurikulum Kurtilas. Artinya, pada tahun ajaran 2015/2016 semester 1, SEMUA jurusan tingkat XI menggunakan KTSP, dan pada semester 2 dengan Kurtilas. Karena itu, sebelum mendefinisikan kurikulum untuk suatu tingkat, jenis kurikulum yang digunakan harus ditentukan terlebih dahulu.
Berikut jenis kurikulum yang didukung PDSS:
1. Kurikulum 2006 (KTSP) berbasis jam dengan nilai skala 100
2. Kurikulum 2013 (Kurtilas) berbasis jam dengan nilai skala 100
3. Kurikulum 2013 (Kurtilas) berbasis jam dengan nilai skala 4 dan skala 100 (nilai skala 100 tetap harus diisikan)
4. Kurikulum 2013 (Kurtilas) berbasis SKS dengan nilai skala 100
5. Kurikulum 2013 (Kurtilas) berbasis SKS dengan nilai skala 4 dan skala 100 (nilai skala 100 tetap harus diisikan)

4.1 Membuat Kurikulum

Kurikulum harus didefinisikan untuk setiap semester dan setiap tingkat. Untuk calon lulusan 2017, kurikulum yang harus didefinisikan adalah kurikulum untuk:
Kelas Reguler:
- Tkt X di TA 2014/2015, semester 1 dan 2
- Tkt XI di TA 2015/2016, semester 1 dan 2
- Tkt XII di TA 2016/2017, semester 1
Kelas Akselerasi 6 semester (jika ada):
- Tkt X di TA 2015/2016, semester 1, 2, dan 3
- Tkt XI di TA 2016/2017, semester 1 dan 2
Kelas Akselerasi 4 semester (jika ada):
- Tkt X di TA 2015/2016, semester 1 dan 2
- Tkt XI di TA 2016/2017, semester 1

Beberapa aturan yang perlu diperhatikan:
a. Dalam tingkat yang sama, untuk tiap semester hanya bisa berlaku satu jenis kurikulum., dan dalam satu tahun ajaran dapat berlaku dua kurikulum yang berbeda. Pilihlah kurikulum sesuai dengan yang berlaku di sekolah.
b. Mata pelajaran yang ingin ditambahkan pada kurikulum ini harus berstatus ON; (sistem secara otomatis akan meng ON kan semua kuliah wajib). Jika ada perubahan, silahkan sekolah menyesuaikan.
c. Untuk setiap mata pelajaran ya berstatus ON, sekolah harus mengisi (i) KKM (skala 100), (ii) alokasi jam/SKS untuk mata pelajaran tersebut dalam 1 minggu, dan (iii) jam ekuivalen untuk kurikulum berbasis SKS.
d. Beberapa peringatan (warning) akan tampil pada layar jika sistem mengidentifikasi telah terjadi kesalahan pengisian. Perhatikan dengan baik semua informasi yang tampil pada layar.

Berikut adalah tahapan untuk membuat kurikulum pada suatu tingkat dan suatu semester:
1. Memilih jenis kelas. Pilih tab jenis kelas yang sesuai:
- Kelas Reguler
- Kelas Akselerasi 6; dipilih jika kelas akselerasi mempunyai nilai yang akan diisikan terdiri dari 5 semester
- Kelas Akselerasi 4; dipilih jika kelas akselerasi mempunyai nilai yang akan diisikan terdiri dari 3 semester
2. Misalnya dipilih tab Akselerasi 6, pada tampilan berikut, sekolah harus klik Buat Kurikulum pada tingkat/semester yang ingin dibuat kurikulumnya.
3. Pilih jenis kurikulum yang akan dibuat untuk tingkat/semester tersebut. Selanjutnya, klik tombol Simpan yang muncul pada halaman seperti tampilan berikut:

4. Setelah jenis kurikulum sudah dipilih, pada layar akan tampil daftar mata pelajaran yang sesuai dengan kurikulum tersebut.dapat dipilih pada semester tersebut. Pilih mata pelajaran yang ingin ditambahkan (penjelasan rinci di bawah). Contoh tampilan untuk Kurikulum 2006 adalah sebagai berikut:

Untuk kurikulum 2006, secara default, seluruh mata pelajaran sudah ditambahkan (yaitu statusnya ON). Jika ada mata pelajaran yang tidak ingin ditambahkan pada semester tersebut, klik tombol ON agar statusnya menjadi OFF.

Contoh tampilan untuk Kurikulum 2013 adalah sebagai berikut:


Untuk kurikulum 2013, secara default, seluruh mata pelajaran wajib dan peminatan sudah ditambahkan (yaitu statusnya ON). Sedangkan untuk mata pelajaran lintas minat secara default sistem akan menutup (OFF). Jika sekolah akan ‘menghapus’ mata pelajaran tertentu pada semester tersebut, klik tombol ON pada mata pelajaran tersebut agar menjadi OFF. Sedangkan jika sekolah ingin “menambahkan” suatu mata pelajaran lintas minat, klik tombol OFF untuk mengaktifkan mata pelajaran lintas minat tersebut agar statusnya menjadi ON. Silahkan tambahkan seluruh mata pelajaran lintas minat yang mungkin dipilih oleh siswa.
5. Isi KKM untuk setiap mata pelajaran yang sudah ditambahkan (statusnya ON). KKM setiap mata pelajaran harus diisi. KKM diisi dalam skala 100. Jika sekolah mendefinisikan KKM dalam skala 4, lakukan pemetaan menjadi skala 100. Aturan pemetaan ini harus tercatat di sekolah.

6. Alokasi jam/SKS setiap mata pelajaran dapat diubah jika diperlukan. Pastikan agar alokasi jam/SKS untuk setiap mata pelajaran yang sudah ditambahkan (statusnya ON) sudah benar.

7. Untuk kurikulum berbasis SKS, isi/perbaiki alokasi Jam Ekuivalen yang secara default sudah dikonversi oleh sistem. Konversi default adalah 1 SKS = 2 Jam. Jika tidak sesuai, silahkan diperbaiki.

8. Setelah selesai memilih mata pelajaran, mengisi KKM, mengubah alokasi jam, dan mengubah alokasi Jjm ekuivalen (untuk kurikulum berbasis SKS), klik tombol Simpan Perubahan.

Sistem akan melakukan beberapa validasi sebagai berikut:
1. KKM yang diisikan harus berupa angka dalam skala 100 dengan nilai lebih besar atau sama dengan 10. Jika tidak sesuai, maka akan muncul pesan peringatan pada layar seperti tampilan berikut:


2. Alokasi jam/sks tiap mata pelajaran yang diisikan harus berupa bilangan bulat lebih besar atau sama dengan 1. Jika tidak sesuai, maka akan muncul pesan peringatan pada layar seperti tampilan berikut:


3. Total alokasi jam/sks per minggu untuk semester tersebut minimal sama dengan nilai tertentu sesuai aturan kurikulum, misalnya 42. Jika tidak, akan muncul pesan peringatan seperti pada tampilan berikut:

4. Jika KKM belum diisikan maka akan muncul pesan pemberitahuan seperti pada tampilan berikut. Jika ingin melanjutkan penyimpanan pilih dan klik Ya,Simpan. Jika tidak, pilih dan klik tombol Batal untuk kembali mengisikan KKM.

5. Jika ada mata pelajaran yang termasuk dalam mata pelajaran wajib tetapi OFF, maka akan muncul pesan pemberitahuan seperti pada tampilan berikut:


Berikut adalah tampilan setelah pembuatan kurikulum selesai. Untuk melihat kurikulum yang sudah dibuat, klik Lihat Kurikulum.

4.2 Menyalin dari Kurikulum Sebelumnya

Pendefinisian mata pelajaran pada suatu kurikulum bisa dilakukan dengan menyalin dari kurikulum sebelumnya. Kurikulum yang dapat disalin adalah kurikulum dengan tahun kurikulum yang sama pada semester-semester sebelumnya.
Untuk melakukan penyalinan kurikulum, pilih kurikulum yang ingin disalin dari dropdown Salin dari. Kemudian, klik tombol Salin seperti pada tampilan berikut:

Jika proses penyalinan berhasil maka akan muncul pesan seperti pada tampilan berikut:

Jika diperlukan, silahkan lakukan pengubahan.

4.3 Mengubah Kurikulum

Pengubahan kurikulum dapat dilakukan untuk kurikulum yang sudah didefinisikan. Namun, jika kurikulum tersebut digunakan oleh suatu kelas dengan siswa yang sudah diisikan nilainya, maka sekolah harus menghapus data nilai tersebut. Perhatikan peringatan yang muncul pada layar untuk menghindari kesalahan.
Berikut ini adalah langkah untuk mengubah kurikulum.
1. Pada tampilan berikut, klik pada semester yang ingin diubah kurikulumnya.


2. Pilih kembali jenis kurikulum yang ingin digunakan untuk semesetr tersebut. Selanjutnya, klik tombol Ubah seperti pada tampilan berikut:

Jika kurikulum yang ingin diubah sudah memiliki kelas yang menggunakannya, dan sudah ada siswa yang diisikan nilainya, maka data nilai siswa harus dihapus. Pada layar akan muncul konfirmasi penghapusan seperti pada tampilan berikut:
Klik tombol yang berwarna merah jika tetap ingin melakukan penghapusan, atau klik tombol Batal jika ingin membatalkan.
Jika proses pengubahan kurikulum berhasil, maka akan muncul pesan seperti pada tampilan berikut:


V. Pendaftaran Kelas

Setelah mendefinisikan kurikulum pada suatu tingkat dan jenis kelas tertentu, sekolah dapat mendaftarkan kelas-kelas pada tingkat dan jenis kelas tersebut. Untuk calon lulusan 2017, kelas-kelas yang didaftarkan adalah:
Tahun 16/17:
- Kelas-kelas Tingkat XII untuk jenis kelas Reguler
- Kelas-kelas Tingkat XI untuk jenis kelas Akselerasi 6/4
Tahun 15/16:
- Kelas-kelas Tingkat XI dan XII untuk jenis kelas Reguler
- Kelas-kelas Tingkat X dan XI untuk jenis kelas Akselerasi 6/4
Tahun 14/15:
- Kelas-kelas Tingkat X, XI dan XII untuk jenis kelas Reguler
- Kelas-kelas Tingkat X dan XI untuk jenis kelas Akselerasi 6/4

5.1 Mendaftarkan Kelas Baru

Berikut adalah langkah untuk mendaftarkan suatu kelas:
1. Pilih menu Kelas yang ditampilkan di bagian atas, seperti pada tampilan berikut:
2. Pilih tab jenis kelas yang sesuai. Misalnya pilih jenis kelas Reguler pada tampilan berikut:
3. Kemudian, klik tombol Tambah Kelas
4. Untuk setiap kelas yang ingin didaftarkan, pilih jurusannya dan isikan nama kelas tersebut, misal nama kelas X-1 Selanjutnya, klik tombol Simpan seperti tampilan berikut:
5. Jika kelas berhasil didaftarkan, maka akan muncul tampilan seperti berikut:

5.2 Mengubah Nama Kelas

Nama sebuah kelas dapat diubah, dengan meng-klik ikon untuk mengubah kelas
(ikon )

Setelah nama kelas diubah, klik tombol Simpan seperti pada tampilan berikut:

5.3 Menghapus Kelas

Fungsi Menghapus kelas dapat dilakukan jika siswa-siswa pada kelas tersebut BELUM melakukan verifikasi nilai, dengan mengikuti langkah-langkah berikut:
1. Pada tampilan berikut, klik ikon untuk menghapus kelas (  pada kolom menu)

2. Pesan konfirmasi penghapusan kelas akan muncul pada layar. Klik tombol Ya, Hapus Kelas jika kelas akan dihapus, atau klik tombol Batal untuk kembali ke halaman sebelumnya.
3. Untuk kelas dengan siswa yang sudah terdaftar, sistem akan menampilkan pesan konfirmasi sebagai berikut:


4. Klik tombol Ya jika ingin menghapus kelas berikut seluruh siswa yang terdaftar pada kelas tersebut, atau klik tombol Batal untuk membatalkan penghapusan.
5. Selanjutnya, akan muncul konfirmasi penghapusan kelas dan daftar siswa. Pada tampilan berikut, klik Ya, Hapus Kelas dan daftar Siswa jika kelas dan seluruh siswanya akan dihapus, atau klik Batal untuk kembali ke halaman daftar kelas.

6. Sistem akan menampilkan pesan seperti tampilan di bawah ini:


VI. Pengisian Data Siswa


Pengisian data siswa hanya dapat dilakukan jika kelasnya sudah didaftarkan. Berikut beberapa aturan untuk pengisian data siswa:
1. Seorang siswa hanya boleh memiliki satu NISN
2. NISN siswa harus unik dan sudah terdaftar di PDSP. Segera lakukan pendaftaran NISN siswa yang belum terdaftar di PDSP agar datanya bisa diisikan di PDSS
3. Pengisian data siswa calon lulusan HARUS dimulai dari Tingkat X
4. Pengisian data siswa Tingkat XI/XII akan divalidasi terhadap data siswa Tingkat X. Jika dataUntuk siswa kelas XI/XII belum terdaftar di kelas X karena alasan tertentu (misalnya karena siswa pindahan), maka data siswa HANYA dapat ditambahkan melalui fitur penambahan data siswa perorangan
5. Untuk sebuah NISN siswa yang valid, jika ada perbedaan nama siswa yang diisikan sekolah dengan nama siswa nama siswa pada sistem PDSP, aplikasi akan meminta konfirmasi dari sekolah
Ada 3 (tiga) cara mengisi data siswa:
1. Mengisi data seorang siswa melalui form isian
2. Mengisi data sejumlah siswa melalui file xls
3. Mengisi data siswa dari data tingkat sebelumnya

6.1 Mengisi Data Seorang Siswa

Berikut adalah langkah untuk mengisi data seorang siswa:
1. Pada tampilan berikut ini, klik tombol Tambah Siswa. Form isian nama siswa dan NISN akan tampil, isikan nama siswa dan NISN. Klik tombol Simpan untuk menyimpan data siswa. Pastikan agar NISN yang diisikan belum pernah digunakan oleh siswa lain di sekolah, karena sistem tidak akan menyimpan data siswa yang baru diisikan (proses tambah siswa batal).


2. Sistem akan memeriksa validitas NISN ke PDSP, dan jika NISN belum terdaftar di PDSP, akan muncul pesan kesalahan seperti pada tampilan berikut:
Perbaiki NISN dengan NISN yang valid, kemudian klik tombol Simpan.
3. Sistem akan memeriksa nama siswa yang diisikan dalam daftar kelas di Tingkat X. Jika siswa tersebut belum terdaftar di salah satu kelas di Tingkat X, akan muncul pesan kesalahan seperti pada tampilan berikut:
4. Untuk NISN yang diisikan, ika ada perbedaan nama siswa yang diisikan dengan nama yang terdaftar di PDSP, akan muncul pesan kesalahan seperti pada tampilan di bawah ini. Silakan sekolah menghubungi PDSP.

6.2 Mengisi Data Siswa per Kelas

Data seluruh siswa pada sebuah kelas, dapat sekaligus diisikan pada sistem dengan fasilitas Unggah Daftar Siswa. Berikut adalah langkah untuk mengunggah daftar siswa:
1. Pada tampilan berikut, klik tombol Unggah Daftar Siswa

2. Pada layar akan tampil seperti di bawah ini, lalu, klik tombol Unduh Template pada untuk mengunduh template file daftar siswa.
3. Isi file template dengan daftar nama siswa untuk kelas tersebut. Jika file sudah siap diunggah. Klik tombol Browse.. untuk mengunggah file, lalu klik tombol Simpan Daftar Siswa


Contoh hasil unggah file daftar siswa dapat dilihat pada tampilan berikut:
Sistem akan memeriksa validitas NISN semua siswa dengan memeriksa satu persatu siswa dengan cara yang sama pada bagian 6.2.

6.3 Mengisi Data Siswa dari Data Siswa Tahun Sebelumnya

Fasilitas ini disediakan agar sekolah menyalin (meng-copi) data siswa dari tingkat X ke data siswa tingkat XI dan XII, atau dari tingkat XI ke tingkat XII. Sekolah disarankan untuk menggunakan fasilitas untuk menjamin bahwa siswa calon lulusan (tingkat XII) sudah terdaftar di tingkat X. Sistem akan menvalidasi siswa calon lulusan berdasarkan data siswa yang sudah terdaftar di tingkat X.
Pengambilan data siswa dari data siswa tahun sebelumnya dapat dilakukan untuk Tingkat X (untuk kasus siswa yang tidak naik kelas), untuk Tingkat XI atau untuk Tingkat XII, selama data siswa tahun sebelumnya sudah diisikan (didaftarkan). Misalnya, siswa Tingkat X Tahun Ajaran 2013/14 yang naik ke Tingkat XI Tahun Ajaran 2014/15, atau siswa Tingkat XI Tahun Ajaran 2014/15 yang naik ke Tingkat XII pada Tahun Ajaran 2015/16.
Sebagai contoh, data siswa yang diisikan pada kelas XII-IPA-1 Tahun Ajaran 2015/16 diambil dari data siswa pada Tingkat XI Tahun Ajaran 2014/15. Pada tampilan berikut, klik tombol Pilih dari Kelas Sebelumnya (pada gambar diberi kotak merah):


Selanjutnya, pada tampilan tab Siswa Naik Kelas berikut ini, pilih siswa yang akan diisikan ke kelas XII-IPA-1 dengan memberikan tanda ceklis pada siswa. Jika sudah selesai, klik tombol Simpan.


Atau, data siswa dapat dipilih dari Tab Siswa Tidak Naik Kelas dengan memberikan tanda ceklis pada siswa yang ingin dipilih. Jika sudah selesai, klik tombol Simpan.

6.4 Mengubah Data Siswa

Untuk mengubah data seorang siswa, klik tombol Ubah pada baris nama siswa yang ingin diubah seperti pada tampilan berikut (pada gambar diberi kotak merah):
Ubah data siswa dengan mengisi Nama Siswa dan NISN, lalu klik tombol Simpan seperti pada tampilan berikut:


Periksa kembali apakah NISN dan Nama Siswa yang muncul sesuai dengan yang diisikan.

6.5 Menghapus Data Siswa

Siswa hanya dapat dihapus jika belum memiliki nilai yang sudah diverifikasi. Pada tampilan daftar siswa berikut, klik tombol Hapus (pada gambar yang diberi kotak merah)

Pada layar akan tampil pesan konfirmasi penghapusan data siswa. Jika yakin akan dihapus, klik tombol Hapus Siswa. Klik tombol Batal untuk membatalkan.
Jika penghapusan data berhasil, akan muncul tampilan berikut:

VII Pengisian Nilai Siswa


Nilai siswa harus diisikan dengan lengkap sesuai dengan definisi kurikulum yang telah dibuat:
1. Nilai dalam skala 4 dan 100 (Khusus Kurikulum 2013)
2. Nilai dalam skala 100

7.1 Mengisi Nilai Seorang Siswa

Nilai seorang siswa diisikan untuk suatu semester. Ada dua cara untuk mengisi nilai seorang siswa.
Cara 1:
Pada tampilan tab Daftar Siswa, klik tombol Isi Nilai untuk semester 1 atau 2 (pada gambar yang diberi kotak merah)

Cara 2:
Pilih tab Nilai Siswa, lalu pilih salah satu nama siswa yang akan diisi nilainya

7.1.1 Nilai Skala 4 dan 100

Berikut langkah untuk mengisi nilai skala 4 dan 100:
1. Form isian nilai siswa untuk skala 4 dan 100 dapat dilihat pada tampilan berikut:

2. Isi nilai pada kolom Nilai Kognitif/PPK dengan nilai Skala 4 dan Skala 100. Sistem akan melakukan validasi terhadap nilai yang diisikan, yaitu Nilai Skala 4 diisikan dalam rentang 1-4 dan Nilai Skala 100 dimasukkan dalam rentang 11-100 dengan maksimum 2 angka dibelakang koma (,). Isikan nilai hanya pada mata pelajaran yang diikuti siswa. Kosongkan nilai pada mata pelajaran yang tidak diikuti oleh siswa (misalnya pada mata pelajaran lintas minat yang tidak diikutinya).
3. Semester/tahun pengambilan otomatis diisi dengan semester dan tahun yang sama dengan definisi kurikulum. Jika ternyata siswa mengambil mata kuliah tersebut pada semester/tahun yang berbeda, silahkan ubah semester/tahun pengambilan. Jika perbedaan karena siswa tersebut mengambil track berbeda (mata pelajaran diselenggarakan tidak sesuai dengan definisi semester/tahun kurikulumnya), ceklist kolom Beda Track. Jika kolom ini tidak diceklist, artinya siswa mengikuti pembelajaran bersama angkatan sebelumnya.
4. Sistem akan melakukan validasi pengisian nilai sebagai berikut:
- Nilai Skala 100 dimasukkan dalam rentang 11-100. Jika tidak, maka akan muncul pesan kesalahan sebagai berikut:

- Nilai Skala 4 dimasukkan dalam rentang 1-4.Jika tidak, maka akan muncul pesan kesalahan sebagai berikut:
- Beberapa mata pelajaran wajib tidak boleh kosong (nama mata pelajaran diberi tanda *). Jika siswa benar-benar tidak memiliki nilai mata pelajaran tersebut, maka sekolah harus mengisikan alasan nilainya kosong. Jika alasan belum diisikan, maka nilai siswa tersebut tidak dapat disimpan. Permintaan alasan nilai kosng dapat dilihat pada tampilan berikut:


5. Apabila pengisian nilai sudah selesai, klik tombol Simpan Nilai. Jika pengisian nilai berhasil dilakukan, akan muncul tampilan berikut:
6. Jika nilai tidak atau belum diisikan, maka akan muncul pesan peringatan seperti berikut:

7.1.2 Nilai Skala 100

Berikut langkah untuk mengisi nilai skala 100:
1. Form isian nilai siswa untuk skala 100 dapat dilihat pada tampilan berikut:

2. Isi nilai pada kolom Nilai Kognitif/PPK dengan nilai Skala 100. Sistem akan melakukan validasi terhadap nilai yang diisikan, yaitu Nilai Skala 100 dimasukkan dalam rentang 11-100 dengan maksimum 2 angka dibelakang koma (,). Isikan nilai hanya pada mata pelajaran yang diikuti siswa. Kosongkan nilai pada mata pelajaran yang tidak diikuti oleh siswa (misalnya pada mata pelajaran lintas minat yang tidak diikutinya).
3. Sistem akan melakukan validasi nilai seperti pada nilai skala 4 dan 100.

7.1.3 Nilai untuk Kurikulum Berbasis SKS

Kurikulum berbasis SKS memungkinkan adanya siswa yang mengambil mata pelajaran bersama dengan angkatan sebelumnya. Karena itu, semester/tahun pengambilan perlu dicatat. Berikut langkah untuk mengisi nilai untuk kurikulum berbasis SKS:
1. Form isian nilai siswa untuk kurikulum berbasis SKS dapat dilihat pada tampilan berikut:

2. Selain mengisikan nilai pada kolom Nilai Kognitif/PPK, perlu dipilih juga Semester dan Tahun pengambilan mata pelajaran oleh siswa tersebut.
3. Sistem akan melakukan validasi nilai seperti pada pengisian nilai untuk kurikulum berbasis jam. Selain itu, ada tambahan validasi yaitu jika alasan perbedaan semester dan tahun pengambilan adalah karena siswa mengambil mata pelajaran pada kelas tahun sebelumnya (ketika kolom Beda Track tidak diceklist), dan ternyata kurikulum untuk kelas tahun sebelumnya tidak berhasil ditemukan sistem. Untuk kesalahan tersebut akan muncul pesan kesalahan berikut:
4. Jika sudah selesai mengisi nilai, klik tombol Simpan Nilai. Jika berhasil, akan muncul tampilan berikut:

7.2 Mengisi Nilai Siswa per Kelas

Berikut langkah untuk mengisi nilai untuk mengisi nilai seluruh siswa pada suatu kelas sekaligus:
1. Pilih tab Nilai Siswa pada menu Kelas seperti pada tampilan berikut ini:
2. Klik tombol Unggah Nilai untuk mengunggah nilai siswa per kelas. Kemudian template file nilai untuk seluruh siswa pada kelas tersebut dapat diunduh terlebih dahulu. Klik tombol Unduh Template Nilai pada menu Unggah Nilai Sesuai Kurikulum seperti pada tampilan berikut.

3. Isikan seluruh nilai siswa pada file tersebut, kemudian unggah file tersebut. Klik tombol Browse..untuk mengunggah file nilai.





4. Jika file nilai siswa sudah diunggah, maka daftar nilai akan tampil pada layar berikut:

5. Jika seluruh nilai sudah benar, klik tombol Simpan Nilai untuk menyimpan nilai
6. Sistem akan melakukan berbagai validasi nilai seperti validasi nilai yang diisikan untuk seorang siswa (Bagian 7.1). Berikut adalah tampilan jika ada beberapa siswa yang mempunyai nilai mata pelajaran wajib yang kosong:

7.3 Mengisi Nilai Siswa per Kelas (Track Berbeda)

Jika pada suatu kelas ada mata pelajaran yang diselenggarakan pada semester/tahun yang berbeda dengan semester /tahun kurikulumnya karena misalnya ada perbedaan track, maka nilai untuk kelas tersebut diisikan harus diunggah melalui link seperti pada tampilan berikut:
Langkah dan caranya mirip dengan langkah dan cara mengisikan nilai siswa per kelas (Bagian 7.2). Untuk mata pelajaran tsb, isikan dengan semester/tahun pengambilan yang sesuai dengan semester/tahun pelaksanaannya.
Misalnya, mata pelajaran Biologi didefinisikan pada semester 3, 4, dan 5. Akan tetapi, penyelenggarannya dibagi dalam 2 track:
 Beberapa kelas (track-1) mengikuti mata pelajaran Biologi di semester yang sama dengan semester/tahun pada definisi kurikulum (semester 3, 4, dan 5)
 Beberapa kelas (track-2) mengikuti mata pelajaran Biologi di semester 2, 4, dan 5.
Untuk kasus di atas, nilai Biologi semester untuk kelas-kelas track-2 diisikan dengan modul ini di semester 1 Tingkat XI (semester 3) (sesuai definisi kurikulum), tetapi dengan semester/tahun pengambilan di semester 2 Tingkat X (semester 2).


7.4 Mengubah Nilai Siswa

Nilai yang belum diverifikasi oleh siswa masih bisa diubah. Untuk mengubah nilai, pilih tab Nilai Siswa. Jika ingin mengubah nilai seluruh siswa klik tombol Ubah Nilai. Jika ingin mengubah nilai salah satu siswa, klik nama siswa tersebut.

Jika nilai sudah diubah, klik tombol Simpan Nilai untuk menyimpan hasil perubahan nilai seperti pada tampilan berikut:


Jika mengubah nilai hanya untuk satu siswa memilih nama siswa, maka pada layar akan muncul tampilan berikut:


Jika nilai sudah diubah, klik tombol Simpan Perubahan untuk menyimpan hasil perubahan.

7.5 Mengisikan Nilai Remedial

Siswa bisa mempunyai perbaikan nilai karena melakukan remedial. Untuk mengisikan nilai siswa yang baru karena sudah melakukan perbaikan nilai (remedial), cari terlebih dahulu data siswanya pada menu Siswa dan Pilih Daftar Siswa Calon Lulusan seperti tampilan berikut:


Isikan NISN atau Nama Siswa kemudian klik tombol Cari Siswa seperti tampilan berikut:
Pilih link Nama Siswa (misalnya Cinta) maka akan muncul tampilan nilai siswa secara keseluruhan seperti tampilan berikut:


Jika siswa memiliki nilai yang tidak memenuhi KKM, maka akan muncul link icon 
di sebelah nilainya seperti pada tampilan di atasUntuk mengubah nilai, klik icon tsb. Selanjutnya,akan muncul tampilan pengisian nilai remedial seperti tampilan berikut:


Jika jenis nilai yang diisikan adalah nilai skala 4 dan 100, isikan nilai dalam dua skala seperti tampilan berikut:


Klik tombol Simpan untuk menyimpan remedial, kemudian halaman akan kembali ke daftar nilai siswa tersebut dengan nilai remedial yang sudah diisikan seperti berikut:

7.6 Memperbaiki Nilai Siswa Setelah Sekolah Melakukan Finalisasi

Jika sekolah telah melakukan finalisasi, maka sekolah tidak dapat melakukan pengisian PDSS. Sekolah hanya diperbolehkan memperbaiki nilai siswa jika ada kesalahan. Perbaiki nilai siswa melalui menu Perbaikan Nilai Siswa. Menu ini hanya akan muncul jika sekolah sudah melakukan finalisasi.

7.7 Mengubah Nilai yang Sudah Diverifikasi oleh Siswa

Nilai yang sudah diverifikasi oleh siswa, tidak bisa diubah kembali.

VIII. Pencatatan Status Khusus Siswa

Siswa-siswa yang mengalami alur tidak normal selama masa studinya, perlu dicatat dengan lengkap. Alur tidak normal yang mungkin terjadi:
1. Siswa tidak naik kelas
2. Siswa pindah jurusan dalam tahun ajaran yang sama
3. Siswa pindahan dari sekolah lain (dari dalam atau luar negeri)
4. Siswa yang cuti karena alasan tertentu, seperti sakit
5. Siswa yang mengikuti pertukaran pelajar ke luar negeri sehingga masa studinya lebih panjang

Sekolah harus mencatat setiap status siswa, dan siswa akan memverifikasi data status khusus ini. Jika siswa memiliki nilai tambahan dari sekolah asalnya (untuk siswa pindahan) atau dari sekolah tempat pertukaran pelajar, maka nilai tambahan ini harus diisikan juga.

Contoh kasus penambahan status khusus dan nilai tambahan untuk seorang siswa calon lulusan tahun 2016 (dengan asumsi kurikulum, nilai dan kelas sudah dibuat terlebih dahulu) adalah sebagai berikut:
1. Tahun Ajaran 2015/16 siswa ybs mempunyai data nilai tingkat 12 lengkap (telah diproses secara normal)
2. Tahun Ajaran 2014/15 siswa ybs mempunyai data nilai tingkat 11 lengkap (telah diproses secara normal)
3. Tahun Ajaran 2013/14 siswa ybs mengikuti pertukaran pelajar tanpa memiliki nilai untuk ditambahkan
4. Tahun Ajaran 2012/13 siswa ybs mempunyai nilai di tingkat 10 akan tetapi kelasnya belum terdaftar di PDSS

8.1 Menambah Status Khusus

Berikut ini adalah langkah untuk menambah status khusus seorang siswa:
1. Untuk menambahkan status khusus, cari terlebih dahulu data siswanya pada menu Siswa dan pilih Daftar Siswa Calon Lulusan seperti tampilan berikut:

2. Isikan NISN atau Nama Siswa kemudian klik tombol Cari Siswa. Hasilnya adalah seperti tampilan berikut:
3. Kemudian klik link Nama Siswa (mis Cinta) maka akan muncul tampilan berikut (sudah mempunyai nilai di Tingkat XI dan XII pada Tahun Ajaran 2014/15 dan 2015/16):


4. Untuk melakukan penambahan status khusus, yaitu ikut pertukaran pelajar pada Tahun Ajaran 2013/14, pilih tombol Status Siswa seperti tampilan berikut:


Pada layar akan muncul tampilan berikut:

5. Pilih Tahun Ajaran (2013/14 sesuai deskripsi kasus), Semester (mis. 1), Status Siswa (Pertukaran Pelajar), Tingkat (mis. XI), lalu isi Nama kelas. Nama Sekolah dan NPSN sekolah bisa diisi atau tidak (optional). Kemudian klik tombol Lanjutkan, sehingga pada halaman daftar nilai siswa muncul tampilan berikut (setelah penambahan status siswa pada semester 1 dan 2):

8.2 Mengisikan Nilai Tambahan

Penambahan status khusus siswa dapat dilengkapi dengan nilai tambahan. Misalnya jika siswa ybs pindahan dari sekolah lain dengan membawa nilai atau ikut pertukaran pelajar dengan membawa nilai. Berikut ini adalah langkah untuk menambah nilai tambahan seorang siswa:
1. Untuk setiap nilai tambahan, perlu dicatat status khususnya. Untuk menambahkan status khusus, cari terlebih dahulu data siswanya pada menu Siswa dan Pilih Daftar Siswa Calon Lulusan seperti tampilan berikut:
2. Isikan NISN atau Nama Siswa kemudian klik tombol Cari Siswa. Hasilnya adalah seperti tampilan berikut:
3. Klik nama siswa yang ingin diberi nilai tambahan (misalnya Cinta). Pada layar akan muncul tampilan berikut (sesuai contoh sebelumnya, siswa dengan nama Cinta sudah memiliki nilai di Tkt XI dan XII pada Tahun Ajaran 2014/15 dan 2015/16, status pertukaran pelajar sudah dicatat di Tahun Ajaran 2013/14):

4. Untuk melakukan penambahan nilai siswa ybs di Tingkat X pada Tahun Ajaran 2012/13, pilih tombol Status Siswa seperti tampilan berikut:


Pada layar akan muncul tampilan berikut:

5. Pilih Tahun Ajaran (mis. 2012/13), Semester (mis. 1), Status Siswa (Mengikuti pembelajaran di sekolah ini pada kelas yang tidak tercatat di PDSS), Tingkat (mis. X), lalu isi Nama kelas. Nama Sekolah dan NPSN sekolah bisa diisi atau tidak (optional). Kemudian klik tombol Selanjutnya(lakukan hal yang sama untuk semester 2), sehingga muncul tampilan berikut:


6. Klik tombol Buat Nilai Tambahan. Pada layar akan muncul tampilan form pembuatan nilai tambahan seperti berikut:
Jika siswa pindah jurusan, pilih jurusan yang sesuai dengan nilai tambahan yang ingin diisikan.
7. Pilih kurikulum dan skala nilai yang digunakan, lalu klik tombol Selanjutnya. Pada layar akan muncul tampilan form pengisian nilai seperti berikut:


8. Isikan nilai siswa ybs pada mata pelajaran yang ada nilainya berikut KKM-nya. Jika ada perbedaan nama mata pelajaran, isi kolom Kesetaraan seperti pada tampilan di atas.

9. Klik tombol Simpan untuk menyimpan nilai tambahan (lakukan proses yang sama untuk semester 2), sehingga muncul tampilan seperti berikut:

Nilai pada Tahun Ajaran 2012/13 dengan status nilai tambahan di tingkat 10 yang tidak terdaftar di PDSS sudah berhasil diisikan (kotak merah). Nilai pada semester 2 dapat diisikan dengan cara yang sama.

8.3 Menghapus Nilai dan Status Siswa

Nilai hanya bisa dihapus apabila belum diverifikasi oleh siswa. Untuk menghapus nilai dan status siswa klik tombol Hapus Nilai dan Status Siswa. Berikut langkah untuk menghapus nilai dan status siswa:
1. Jika hanya ingin menghapus nilai saja, klik tombol Hapus Nilai pada tampilan berikut:

2. Konfirmasi yang muncul jika nilai tambahan akan dihapus seperti pada tampilan berikut (menghapus nilai saja):

atau tampilan berikut (menghapus nilai dan status khusus):

3. Apabila sudah yakin akan melakukan penghapusan, klik tombol Hapus. Klik tombol Batal untuk kembali ke halaman sebelumnya.

IX. Dashboard PDSS


Dashboard berisi status pengisian PDSS oleh sekolah. Pada dashboard ditampilkan status pengisian data seluruh siswa calon lulusan oleh sekolah, yang terdiri dari:
a. Rekapitulasi pendefinisian kurikulum
b. Beban Total Jam antar jenis kelas:
c. Rekap jumlah siswa calon lulusan
 yang sudah didaftarkan
 yang sudah lengkap nilainya (lengkap artinya seluruh mapel wajib sesuai definisi kurikulum sudah ada nilainya)
 yang belum lengkap nilainya

Bagian rekapitulasi kurikulum menampilkan seluruh kurikulum yang sudah didefinisikan. Pastikan bahwa seluruh kurikulum sudah didefinisikan dengan lengkap, yaitu untuk seluruh jenis kelas (reguler dan akselerasi), seluruh jurusan, dan seluruh semester/tingkat yang diikuti oleh siswa calon lulusan 2017.
Bagian beban total jam/SKS menampilkan total jam ekuivalen untuk setiap jenis kelas. Pastikan agar beban total antar jenis kelas relatif setara. Jika ada perbedaan, maka bagian ini akan berwarna merah.
Bagian jumlah siswa calon lulusan menampilkan total siswa yang sudah terdaftar, total siswa yang sudah lengkap nilainya, dan total siswa yang belum lengkap nilainya. Kelengkapan nilai siswa masih relatif terhadap kurikulum yang sudah didefinisikan. Jika kurikulum belum lengkap, maka data kelengkapan siswa juga belum lengkap.
Berikut adalah tampilan dashboard:


X. Finalisasi Pengisian PDSS

Sekolah harus melakukan finalisasi pengisian PDSS. Finalisasi harus dilengkapi dengan meng-upload surat keterangan Kepala Sekolah bahwa pengisian PDSS telah selesai dan Kepala Sekolah bertanggung-jawab atas isian PDSS. Akan disediakan template suratnya.
Sekolah baru bisa melakukan finalisasi jika syarat berikut dipenuhi:
 Sudah memiliki siswa calon lulusan 2017
 Seluruh siswa calon lulusan 2017 sudah memiliki nilai yang lengkap (status kelengkapan nilai siswa dapat dilihat melalui menu Dashboard
 Beban pembelajaran antara kelas Reguler dan kelas Akselerasi sudah sama. Jika beban pembejaran tidak sama, sekolah diminta mengunggah Surat Pernyataan Ketidaksamaan Beban
Setelah melakukan finalisasi, maka sekolah tidak dapat mengisi dan mengubah data di PDSS.
Berikut langkah untuk melakukan finalisasi:
1. Pilih menu Finalisasi. Jika sekolah belum dapat melakukan finalisasi, akan muncul pesan kesalahan sebagai berikut:

2. Jika sekolah sudah bisa melakukan finalisasi, maka pada layar akan muncul tampilan berikut:

3. Unduh template surat pernyataan yang telah disediakan. Isi dan lengkapi surat dengan tanda-tangan Kepala Sekolah.
4. Unggah kembali surat yang telah ditanda-tangani dan di-scan
5. Beri tanda √ dengan cara klik pada lingkaran di depan pernyataan yang menyatakan bahwa data yang diisikan pada PDSS adalah benar dan Kepala Sekolah bertanggung-jawab penuh atas data tersebut.
6. Klik tombol Simpan Pernyataan & Finalisasi

Akan tampil halaman konfirmasi berikut:

Jika tombol Ya, Lanjutkan, maka finalisasi akan diproses, dan akan muncul tampilan berikut:

XI. Bantuan/Help Desk


PDSS menyediakan menu Bantuan untuk membantu pengguna apabila kesulitan mengakses dan mengisi data pada PDSS. Melalui menu bantuan ini, sekolah dapat:
1. Membaca manual penggunaan sistem
2. Melaporkan permasalahan yang dihadapi
3. Mengajukan pertanyaan

Tampilan halaman bantuan dapat diakses melalui menu Bantuan yang dapat dilihat pada tampilan berikut:

11.1 Membaca Manual Penggunaan Sistem

Untuk membaca manual penggunaan sistem klik tombol warna biru Membaca manual penggunaan sistem. Pada layar akan muncul tampilan untuk menelusuri panduan pengisian PDSS oleh sekolah.

11.2 Melaporkan Permasalahan

Untuk melaporkan permasalahan klik tombol warna merah Melaporkan permasalahan. Pada layar akan muncul halaman seperti berikut:

 

Ada dua tab pada tampilan di atas, yaitu untuk melihat permasalahan yang Belum Selesai dan Sudah Selesai, untuk melihat permasalahannya klik pada Judul Permasalahan. Pilih tombol Laporkan permasalahan untuk melaporkan permasalahan yang dihadapi.

Pada layar akan muncul halaman yang berisi form untuk menulis permasalahan atau pertanyaan seperti pada tampilan berikut:

Jika form permasalahan atau pertanyaan telah selesai diisi sesuai format yang tersedia (judul wajib diisi). Klik tombol Kirim untuk mengirim dan kembali ke halaman sebelumnya.

11.3 Mengajukan Pertanyaan

Untuk melaporkan permasalahan klik tombol warna orange dengan tulisan Mengajukan Pertanyaan. Pada layar akan muncul tampilan seperti berikut:


Jika telah selesai melakukan pengisian pada form pengajuan pertanyaan, klik Kirim untuk mengirim dan kembali ke halaman sebelumnya.

XII. Pengelolaan Password Siswa


Agar siswa dapat melakukan verifikasi nilai yang telah diisikan oleh sekolah, sistem PDSS membangkitkan password untuk siswa. Sekolah dapat:
1. Mengunduh daftar password siswa untuk didistribusikan kepada seluruh siswa
2. Membantu mengubah password siswa

12.1 Mengunduh Password Siswa

Password siswa hanya dapat diunduh jika sekolah sudah melakukan finalisasi pengisian PDSS.
Untuk mengunduh password siswa, masuk ke kelas kemudian pilih menu Password Siswa. Menu ini hanya akan muncul jika sekolah sudah melakukan finalisasi pengisian PDSS.
Berikut adalah contoh hasil unduh password siswa:

12.2 Mengubah Password Siswa

Berikut adalah langkah untuk mengubah password siswa:

1. Pilih menu Password Siswa/Reset Password


2. Cari siswa yang ingin diganti passwordnya, lalu klik Ganti Password

Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah ...