Tampilkan postingan dengan label beasiswa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label beasiswa. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2019

Keuntungan Mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG)

 
Pendidikan Profesi Guru atau sering disingkat PPG adalah pendidikan yang dijalani seorang calon guru profesional setelah menempuh pendidikan sarjana, yang merupakan program pengganti Akta IV yang dinyatakan tidak berlaku lagi mulai tahun 2005. Pendidikan Profesi Guru (PPG) sebagai suatu upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru, tujuannya adalah untuk menciptakan seluruh guru-guru menjadi semakin profesional pada bidangnya masing-masing.

PPG itu sendiri terbagi ke dalam dua jenis yaitu PPG Prajabatan dan PPG Dalam Jabatan. PPG Prajabatan adalah Pendidikan yang diikuti oleh yang belum berstatus guru aktif (lulusan baru), sedangkan PPG Dalam Jabatan merupakan Pendidikan yang dikhususkan bagi yang sudah berstatus Guru aktif dengan masa kerja tertentu baik PNS maupun Non PNS.

Lalu apa saja yang menjadi keuntungan dengan mengikuti PPG tersebut? berikut ulasannya. 
  1. Menyandar gelar S.Pd., Gr. setelah LULUS PPG
  2. Meningkatkan skill dan kemampuan Guru
  3. Menambah teman / keluarga baru
  4. Mendapat tunjangan sertifikasi
  5. Mendapat sertifikat pendidik
  6. Sertifikat PPG dapat digunakan untuk mendaftar menjadi Guru Garis Depan (GGD)
  7. Sertifikat PPG dapat digunakan untuk mendaftar menjadi Guru Sekolah Indonesia Luar Negeri (SILN)
  8. Peluang lapangan kerja semakin banyak
  9. Kemampuan mengoperasikan komputer atau ilmu IT meningkat
  10. Bisa study banding dengan sekolah tempat PPL
  11. Menjadi prioritas utama pengangkatan CPNS dengan menggunakan SERTIFIKAT PENDIDIK
  12. NUPTK diterbitkan otomatis bagi Guru yang belum ber-NUPTK
  13. Biaya PPG disubsidi Pemerintah

Dari sekian banyak keuntungan mengikuti PPG di atas, maka tak heran jika ribuan Guru berlomba-lomba mengikuti program PPG tersebut. Mereka datang dari berbagai daerah asal bahkan yang dari luar pulau menuju LPTK yang ditentukan oleh Pusat. Mereka juga rela meninggalkan anak, sanak saudara, keluarga, bahkan suami/istri tercinta.

Namun sejatinya mengikuti PPG memang adalah sebuah keharusan jika kita berharap generasi penerus bangsa semakin hebat dan berkualitas. Maka hal tersebut dimulai dari meningkatkan kualitas gurunya.

Demikianlah ulasan mengenai 13 Keuntungan ikut PPG, semoga bermanfaat dan semoga Bapak/Ibu menjadi Pendidik berkarakter dan semakin Profesional. JIka anda tertarik mengikuti PPG, maka pergunakan kesempatan emasnya dan persiapkan diri mulai sekarang.

Minggu, 19 Februari 2017

PANDUAN VERIFIKASI NILAI PDSS TAHUN 2017

I. Pendahuluan


Nilai yang telah diisikan oleh pihak sekolah harus diverifikasi oleh siswa. Siswa hanya bisa melakukan verifikasi nilai, jika sekolah sudah melakukan finalisasi pengisian PDSS. Nilai yang telah diverifikasi artinya sudah benar sehingga tidak dapat diubah lagi. Jika ada nilai yang salah, jangan melakukan verifikasi. Siswa harus meminta sekolah untuk melakukan perbaikan nilai terlebih dahulu. Jika nilai sudah selesai diperbaiki sekolah, verifikasi dapat dilakukan kembali.

Untuk dapat login ke sistem PDSS, siswa harus mendapatkan password dari pihak sekolah. Setelah mendapatkan password, siswa dapat login ke sistem PDSS menggunakan NISN dan password tersebut.


II. Login Siswa


Tampilan awal PDSS adalah sebagai berikut:


Klik tombol Halaman untuk Siswa. Pada layar, akan muncul tampilan berikut:


Masukkan NISN dan password pada form di atas. Jika NISN Anda sama dengan NISN siswa lain di sekolah yang berbeda, maka Anda akan diminta memilih sekolah Anda. Pilihlah sekolah Anda dengan benar.

Jika siswa baru pertama kali login, maka siswa akan diarahkan halaman untuk mengganti password berikut:


Segera ganti password, lalu klik tombol Ganti Password. Jika password berhasil diganti, maka muncul tampilan seperti berikut:


Klik tombol Selanjutnya untuk melanjutkan tahapan verifikasi nilai siswa.


III. Verifikasi Nilai


Siswa harus melakukan verifikasi nilai yang telah diisikan oleh sekolah. Verifikasi nilai hanya dapat dilakukan jika sekolah sudah melakukan finalisasi pengisian PDSS. Verifikasi nilai harus dilakukan untuk seluruh nilai di setiap kelas, setiap semester, dan setiap mata pelajaran. Verifikasi juga harus dilakukan terhadap catatan status khusus yang mungkin ada pada semester tertentu, seperti:
- pindah sekolah
- ikut pertukaran pelajar (dari dalam atau luar negeri)
- cuti karena alasan tertentu seperti sakit
- dan lain-lain

Pastikan tidak ada nilai yang salah atau berbeda dengan rapor siswa. Pastikan pula seluruh catatan status khusus sudah diisikan oleh sekolah. Jika ada nilai atau status khusus yang salah atau tidak lengkap, JANGAN melakukan verifikasi. Jika perbaikan sudah dilakukan, barulah verifikasi dapat dilakukan. Nilai atau status khusus yang sudah diverifikasi TIDAK DAPAT diubah kembali.

3.1 Melihat Nilai yang Belum Diverifikasi

Setelah masuk ke halaman nilai siswa, siswa dapat melihat nilai yang belum diverifikasi. Daftar nilai ini hanya akan tampil jika siswa belum pernah melakukan verifikasi. Contoh tampilannya adalah sebagai berikut:



Periksa dengan teliti kelengkapan dan kebenaran nilai pada setiap semester. Selain nilai, periksa juga catatan status khusus yang mungkin ada pada semester tertentu.

Tombol Unduh Seluruh Nilai yang Belum Diverifikasi bisa diklik untuk mengunduh seluruh nilai.

3.2 Melakukan Verifikasi Nilai

Jika Anda yakin seluruh nilai dan status khusus sudah benar, segera lakukan verifikasi. Untuk melakukan verifikasi nilai, beri tanda centang di depan pernyataan seperti berikut ini, lalu klik tombol Verifikasi. Pernyataan ini ada di bagian bawah daftar nilai dan status khusus. Nilai yang sudah diverifikasi TIDAK DAPAT diperbaiki lagi.


Jika nilai berhasil melakukan verifikasi, maka pada layar akan muncul tampilan berikut:

Verifikasi hanya perlu dilakukan satu kali saja. Jika siswa login kembali, maka tampilan daftar nilai tidak akan tampil di layar. Siswa dapat mengunduhnya jika diperlukan.


IV. Perbaikan Nilai


Jika ada nilai atau status khusus yang salah, klik tombol Minta Perbaikan. Setelah tombol ini di-klik, maka seluruh nilai yang belum diverifikasi akan diunduh. Tombol Minta Perbaikan dan tombol Verifikasi akan hilang. Kedua tombol ini akan muncul kembali jika sekolah sudah SELESAI melakukan perbaikan data. Segera laporkan kesalahan nilai atau status khusus kepada Kepala Sekolah agar sekolah dapat memperbaiki kesalahan tersebut. Lakukan verifikasi kembali jika sekolah sudah selesai memperbaiki kesalahan nilai atau status khusus, ditandai dengan munculnya kembali dua tombol Minta Perbaikan dan tombol Verifikasi. Jika kedua tombol ini belum muncul, hubungi Kepala Sekolah agar menyelesaikan perbaikan.

Jika tombol Minta Perbaikan di-klik, maka akan muncul tampilan berikut:



V. Lupa Password


Jika siswa lupa password, siswa dapat menghubungi pihak sekolah untuk mendapatkan password yang baru. Password yang diterima dari sekolah dapat digunakan untuk login. Password tersebut harus segera diganti dengan password yang baru. PASTIKAN agar password cukup aman akan tetapi mudah diingat. JANGAN memberikan password kepada pihak manapun.

Minggu, 12 Februari 2017

Jurusan Universitas Brawijaya Sepi Peminat 2016 dan Prediksi SNMPTN 2017


Universitas Brawijaya Malang adalah salah satu perguruan tinggi favorit yang ada di Malang, Jawa Timur. UB atau UNIBRA ini menerima mahasiswa baru melalui beberap jalur diantaranya SNMPTN (Undangan), SBMPTN (Jalur Tes), dan Seleksi Mandiri UB(selma ub). Ada banyak jurusan yang tersedia dengan banyak pula pesaing, bahkan ada pula jurusan yang sepi peminat termasuk di tahun 2016.

Jumlah pendaftar SNMPTN tahun 2016 menurun dari 64.653 pendaftar pada 2015 menjadi 48.434 orang pada 2016 disebabkan persyaratan akreditasi sekolah sehingga tidak semua siswa bisa mengikuti seleksi SNMPTN atau jalur undangan. Mengenai berbagai jurusan yang dipilih calon mahasiswa baru, beberapa jurusan Universitas Brawijaya Malang yang sepi peminat diantaranya:
  1. Jurusan Instrumentasi
  2. Bahasa dan Sastra Perancis
  3. Seni Rupa Murni
  4. Sastra Cina
  5. Pendidikan Bahasa & Sastra Jepang
  6. Kewirausahaan
  7. Antropologi
  8. Pendidikan Teknologi Informasi
Setelah melihat beberapa jurusan Universitas Brawijaya Malang yang sepi peminat, perhatikan Passing Grade di tahun 2016 dan prediksi Passing Grade SNMPTN 2017 Universitas Brawijaya Malang.
Kategori IPA Passing Grade SNMPTN Universitas Brawijaya (UB) 2016:
Pendidikan dokter (57,64)%
Teknik komputer (43,46%)
Teknik kimia (44,50%)
Teknik Elektro (43,08%)
Ilmu komputer (44,87%)
Teknik informatika (45,78%)
Pendidikan dokter gigi (43,72%)
Sistem informasi (39,39%)
Teknik industri (39,31%)
Teknik sipil (38,44%)
Statistika (38,16%)
Ilmu keperawatan (36,78%)
Pendidikan dokter hewan (35,59%)
Perencanaan wilayah dan kota (39,22%)
Ilmu dan teknologi pangan (30,09%)
Ilmu keperawatan (kelas khusus) (35,00%)
Ilmu kelautan (32,80%)
Teknik mesin (36,65%)
Keteknikan pertanian (34,55%)
Matematika (34,29%)
Instrumentasi (34,28%)
Arsitektur (37,45%)
Kimia (32,40%)
Kebidanan (32,03%)
Ilmu gizi (33,55%)
Peternakan (30,87%)
Farmasi (48,52%)
Teknologi industri pertanian (30,45%)
Agribisnis (29,90%)
Teknik pengairan (29,18%)
Biologi (28,63%)
Teknologi hasil perikanan (27,58%)
Fisika (27,34%)
Manajemen sumberdaya perairan (27,03%)
Agroekoteknologi (25,88%)
Pemanfaatan sumberdaya perikanan (25,62%)
Geofisika (29,04%)
Budidaya perairan (29,31%)
Bioteknologi pangan dan agroindustri (28,21%)
Teknik sumberdaya alam dan lingkungan (27,02%)
Agrobisnis perikanan (25,85%)
Teknik bioproses (28,22%)
Kategori IPS Passing Grade SNMPTN Universitas Brawijaya (UB) 2016:
Ilmu Hukum (41.3%)
Ekonomi Pembangunan (39.9%)
Ilmu Administrasi Publik (32.9%)
Ilmu Administrasi Bisnis (32.1%)
Manajemen (43.1%)
Akuntansi (48.7%)
Sosiologi (28.0%)
Ilmu Komunikasi (44.6%)
Psikologi (40.6%)
Hubungan Internasional (45.3%)
Sastra Inggris (30.8%)
Sastra Jepang (30.7%)
Bahasa dan Sastra Perancis (25.0%)
Ilmu Politik (25.5%)
Ilmu Pemerintahan (29.4%)
Bisnis Internasional (31.3%)
Administrasi Perpajakan (31.2%)
Perencanaan Pembangunan (24.0%)
Administrasi Pemerintahan (27.7%)
Ekonomi Islam (31.9%)
Keuangan dan Perbankan (37.1%)
Ilmu Perpustakaan (24.0%)
Bisnis Pariwisata (30.4%)
Bahasa dan Sastra Cina (21.1%)
Pendidikan Bhs & Sastra Inggris (28.2%)
Pendidikan Bhs & Sastra Jepang (23.1%)
Pendidikan Bhs & Sastra Indonesia (23.4%)
Antropologi Budaya (22.0%)
Seni rupa (21.3%)
Passing Grade SAINTEK UNIBRAW 2017 (prediksi):
Agribisnis (29,90%)
Agrobisnis perikanan (25,85%)
Agroekoteknologi (25,88%)
Arsitektur (37,45%)
Biologi (28,63%)
Bioteknologi pangan dan agroindustri (28,21%)
Budidaya perairan (29,31%)
Farmasi    (48,52%)
Fisika (27,34%)
Geofisika (29,04%)
Ilmu dan teknologi pangan (30,09%)
Ilmu gizi (33,55%)
Ilmu kelautan (32,80%)
Ilmu keperawatan (36,78%)
Ilmu keperawatan (kelas khusus)    (35,00%)
Ilmu komputer (44,87%)
Instrumentasi (34,28%)
Kebidanan (32,03%)
Keteknikan pertanian (34,55%)
Kimia (32,40%)
Manajemen sumberdaya perairan (27,03%)
Matematika (34,29%)
Pemanfaatan sumberdaya perikanan (25,62%)
Pendidikan dokter (57,64%)
Pendidikan dokter gigi (43,72%)
Pendidikan dokter hewan    (35,59%)
Perencanaan wilayah dan kota (39,22%)
Peternakan (30,87%)
Sistem informasi (39,39%)
Statistika (38,16%)
Teknik bioproses (28,22%)
Teknik Elektro (43,08%)
Teknik industri    (39,31%)
Teknik informatika (45,78%)
Teknik kimia (44,50%)
Teknik komputer    (43,46%)
Teknik mesin (36,65%)
Teknik pengairan (29,18%)
Teknik sipil (38,44%)
Teknik sumberdaya alam dan lingkungan (27,02%)
Teknologi hasil perikanan (27,58%)
Teknologi industri pertanian (30,45%)
Passing Grade SOSHUM UNIBRAW 2017 (prediksi):
Administrasi Pemerintahan (27.7%)
Administrasi Perpajakan    (31.2%)
Akuntansi (48.7%)
Antropologi Budaya (22.0%)
Bahasa dan Sastra Cina (21.1%)
Bahasa dan Sastra Perancis (25.0%)
Bisnis Internasional (31.3%)
Bisnis Pariwisata (30.4%)
Ekonomi Islam (31.9%)
Ekonomi Pembangunan (39.9%)
Hubungan Internasional (45.3%)
Ilmu Administrasi Bisnis (32.1%)
Ilmu Administrasi Publik (32.9%)
Ilmu Hukum (41.3%)
Ilmu Komunikasi    (44.6%)
Ilmu Pemerintahan (29.4%)
Ilmu Perpustakaan (24.0%)
Ilmu Politik (25.5%)
Keuangan dan Perbankan (37.1%)
Manajemen (43.1%)
Pendidikan Bhs & Sastra Indonesia (23.4%)
Pendidikan Bhs & Sastra Inggris    (28.2%)
Pendidikan Bhs & Sastra Jepang    (23.1%)
Perencanaan Pembangunan    (24.0%)
Psikologi (40.6%)
Sastra Inggris (30.8%)
Sastra Jepang (30.7%)
Seni rupa (21.3%)
Sosiologi (28.0%)
Semoga Bermanfaat .....

EKO SIAM MUWARDI MENYAMBUNG MIMPI MELALUI BIDIK MISI 2014


Nama saya Eko Siam Muwardi, Mahasiswa Bidik Misi dari Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Yogyakarta. Kebahagiaan tidak terkira saat saya dinyatakan lolos SBMPTN melalui jalur Bidik Misi. Terlebih keluargaku sampai airmata pun tertumpah karena haru. Saya yang tinggal dengan kakek dan nenek di Gombong Selatan arah Pantai Karang Bolong ini, harus berusaha keras untuk medapatkan jatah Bidik Misi. Saya sebagai korban “broken home” harus menyakinkan orang tua saya yang berdomisili di Depok, untuk merestui saya kuliah.
Dengan mempersiapkan segalanya sendiri akhirnya saya bisa diterima menjadi mahasiswa Bidik Misi di FE UNY. Mungkin nasib mujur sedang menemuiku, karena tidak semua teman-temanku saat SMA bisa masuk kampus impiannya. Banyak dari mereka yang merogoh kantong dalam-dalam untuk biaya bimbel dengan iklan dan jargon mampu membantu sampai lolos PTN tapi nyatanya gagal juga. Kesempatan inipun lantas tidak saya sia-siakan guna menyambung mimpiku agar dapat menjadi seorang guru.

Menjadi mahasiswa memang hal yang dinanti, tapi kadang pula jika sudah masanya sangat melelahkan dan menguras tenaga. Begitu halnya dengan saya yang menjadi mahasiswa Pendidikan Ekonomi. Walaupun bukan bidang ekonomi murni, namun melelahkannya sama juga dengan yang murni. Setiap hari kami menghadapi rumus-rumus, data statistika, dan permasalahan ekonomi negera kita. Tentu hal ini sangat melelahkan dan membuat mahasiswa kadang patah semangat. Banyak dari mereka yang merasa salah jurusan dan ada juga yang pindah jurusan. Namun, segala kesusahan saya hadapi dengan menggarap Ridho sang illahi, sehingga saya mendapat IP yang cukup untuk ukuran mahasiswa ekonomi.
Ya.. memang IP-ku tergolong cumlaude saat ini, tapi perjuangan ini belum berakhir. Masih ada 4 semester lagi sebelum jatah Bidik Misi-ku berakhir. Berbagai cara aku tempuh selama 4 semester ini, dari aku minta tolong kepada kakak tingkat yang lebih pintar, sampai aku bela-belain menginap demi bisa materi yang disampaikan dosen. Siang malam berusaha bisa mengatur waktu agar bisa belajar, dan akhirnya saya bisa menempuh 4 semester ini. Tak jarang saya juga mengulang mmpelajari mata kuliah yang diberikan dosen.
Mahasiswa Bidik Misi bukanlah mahasiswa sempurna yang serba bisa, begitu pula diriku yang begitu terbatas. Namun keterbatasan ini berusaha aku perbaiki agar kesempatan mendapat Bidik Misi ini tidak berlalu dengan kesia-siaan.
Saya yang memang memiliki sifat aktif, mendarma baktikan sebagian masa kuliahku di organisasi mahasiswa FE. Sekarang saya menjadi pengurus BEM FE UNY—sudah 2 tahun saya menjadi pengurus. Memang dengan masuk organisasi kita semua menjadi orang yang lebih dibanding mereka yang tidak. Kita akan mendapat pengalaman, pengetahuan, dan relasi yang sangat berharga. Saya yang kini juga menjabat sebagai ketua Perhimpunan Mahasiswa Kebumen (Perhimak UNY) mendapat pembelajaran yang sungguh luar biasa. Terlebih di BEM, saya belajar bagaimana menjadi seorang ekonom yang mengawal kebijakan pemerintah dan menyalurkan hasil diskusi kami dengan sebuah forum yang sudah ada.

Saya juga bergabung dalam beberapa forum komunitas, salah satunya adalah komunitas debat. Pengalaman bagaimana saya menjadi pribadi yang mampu mengolah kata-kata saya dapatkan dari forum ini. Dengan forum ini pula saya mampu mengikuti kompetisi baik tingkat regional, maupun tingkat nasional. Selain mengajarkan bagaimana menyampaikan dan mempertahankan argumen, saya juga mendapat jaringan , informasi, dan relasi yang sangat banyak. Beberapa kampus telah aku singgahi dan banyak pula aku menambah daftar nama yang menjadi temanku di semasa kuliah ini. Sehingga mendharma bhaktikan diriku dalam kegiatan kemahasiswaan juga merupakan hal positif yang dapat kita semua lakukan.
Dapat dikatakan bahwa organisasi mahasiswa merupakan kawah candradimuka kita yang kedua setelah ruang kelas yang penuh dengan teori. Organisasi mahasiswa menyajikan kepada kita hal yang baru dengan pemikiran yang baru dan arti sebuah kata yang bernama mahasiswa. Aku yang pernah di amanahkan sebagai ketua KPU FE UNY menjadi paham akan pentingnya berdemokrasi, pentingnya memilih dalam pemilu, dan tahu akan tata cara penyelanggaraan pemilu. Selain itu kita juga dapat ilmu yang tak kalah pentingnya dari ruang kelas jika kita terjun ke dalam organisasi mahasiswa.
Dengan aktif di organisasi saya menjadi terbuka informasi terutama akan lomba dan kompetisi yang lain. Berbagai lomba telah aku ikuti, baik lomba menulis maupun lomba debat. Pernah aku ke beberapa kampus untuk mengikuti perlombaan. Aku yang merupakan mahasiswa Bidik Misi ini kadang terkendala masalah dana jika ingin lomba. Ya maklum saja dana yang di sediakan kampus kita memang ada batasnya. Dari Jakarta sampai Surabaya telah aku singgahi untuk ikut lomba, pernah menang juga banyak juga yang berakhir dengan kekalahan. Kemenangan lomba pertama aku peroleh saat baru masuk semester 2 saat itu, saya dan kawan tim ku mengikuti lomba debat tentang ekonomi di UMY.
Meskipun perlombaan tersebut hanya tingkat provinsi namun cukup berat juga. Saat itu memang kami cukup berhasil, kami yang di dominasi oleh mahasiswa baru mampu menjadi juara satu dalam perlombaan itu. Perang pendapat tentang ekonomi dapat kami menangkan sampai di final dan pulang dengan membawa piala.
Kemudian saya juga pernah menjuarai lomba menulis essay tingkat nasional. Lomba ini berlangsung di kampusku sendiri, cuman beda fakultas. Dengan analisis mengenai pendidikan kepada masyarakat yang cukup menjanjikan keberhasilan, saya mampu memperdaya dewan juri untuk menempatkanku pada posisi ke 3. Untung saja saya menang, karena dana Bidik Misi yang terlambat cair, dan uang di ATM tinggal Rp. 50.000,- sehingga bisa menambah biaya hidupku ke depan. Namun, ternyata uang yang aku dapat dalam lomba tersebut harus saya gunakan untuk mengikuti lomba di ITS Surabaya, dengan menunggang kereta ekonomi kita sampai di kota pahlawan tersebut.
Dengan analisis isu dan permasalahan yang kami olah dengan jeli, dan dengan kemampuan bertutur kata yang kami pahat di komunitas, kami berusaha menampilkan yang terbaik. Sebagai mahasiswa ekonomi ini merupakan tantangan bagi aku dan timku untuk membuktikan siapa yang terbaik. Terlebih, fakultasku yang mengaku menjunjung tinggi ekonomi kerakyatan, perlombaan ini merupakan uji coba keberhasilan fakultasku dalam membina ekonom mudanya yang berjiwa ekonomi kerakyatan. Dan akhirnya kami mampu membawa pulang piala dan penghargaan lainya. Dengan kemampuan kami dalam memberikan dan mempertahankan argumen kami, mampu menyakinkan dewan juri untuk menjadi yang terbaik.
Kami berhasil menjadi juara satu dalam lomba ini, syukur dan haru bercampur dengan bahagia terlebih untuk diriku yang dana Bidik Misi-nya belum cair. Ini merupakan rezeki yang cukup untuk biaya hidupku ke depan. Bahagia semakin nyata terlihat ketika foto kami saat memegang piala kemenangan di pajang di depan Rektorat, ya mungkin itu cara dari birokrasi untuk memberikan penghargaan kepada kami.
Mungkin banyak sekali kisah yang lebih menginispirasi dari pada kisahku. Aku yang baru berjalan 4 semester masih terlalu dini untuk dinobatkan sebagai mahasiswa berprestasi. Masih banyak hal yang belum diraih dan dicapai untuk mendapat predikat tersebut. Namun tidak ada salahnya berbagi dengan teman-teman terutama Mahasiswa Bidik Misi. Tidak ada ilmu yang mubazir jika kita mensyukurinya. Dan ingatlah teman-teman, berprestasi bukan hanya saat kita mampu mengangkat piala dan berhasil meraih IPK tinggi semata. Berbuat baik, menjadi lebih baik, dan menjalankan tugas kita sebgai mahasiswa dengan baik dan benar itu juga termasuk prestasi.

Selamat berprestasi! Demikian kisahku, bagaimana kisahmu?
**) Eko Siam Muwardi, Pendidikan Ekonomi 2014

Komputasi bisa diartikan sebagai cara untuk menemukan pemecahan masalah dari data input dengan menggunakan suatu algoritma. Hal ini ialah ...