Akun bernama Ojack Siga Rantang mengunggah sebuah foto berupa tulisan tangan anaknya ke Facebook pada Kamis (9/2/2017).
Tulisan tangan sang anak begitu mengharukan.
Hal ini lantas membuat netizen yang melihatnya jadi banjir air mata.
"Keluar air mata membacanya," komentar dari Jonny Oendy.
"Ya Allah, gak kuat aku bacanya surat anak yg begitu rindu dengan mamanya aku sampai bisa nangis," komentar dari Sevaira Maya.
Semua anak pasti ingin mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Namun bagi anak yang tidak memiliki orang tua yang lengkap hal ini menimbulkan rasa rindu yang teramat.
Seperti yang dirasakan oleh anak bernama Feriska Putri Saroja, si anak yang menuliskan tulisan tangan tersebut.
Tulisan tangan Feriska Putri Saroja ini ditemukan sang ayah yang memiliki akun Facebook bernama Ojack Siga Rantang.
Ojack Siga Rantang menuliskan keterangan dalam postingannya seperti ini:
"Assalamualaikum…Hati seorang ayah yang mana yang tak menangis jikalau anaknya seperti ini"
Dia mengunggah foto tulisan tangan anaknya, Feriska Putri Saroja ke Facebook.
Tulisan Feriska Putri Saroja (Facebook Ojack Siga Rantang)
"Kangen mamah.
Mamah Eis kangen sama mamah.
Kenapa mamah meninggal.
Kalau mamah enggak ada Eis sedih.
Eis nangis kal ingt mamah.
Tapi Eis juga berdoa buat mamah.
Semoga mama tenang di dekat owloh.
Eis sekarang nangis mah."
Tampak pula dalam selembar kertas itu gambar dua orang yang menunjukkan Feriska dan mamahnya yang dihubungkan dengan gambar hati.
Ojack menuturkan bahwa tulisan mengharukan itu dibuat oleh putri semata wayangnya. Setelah berhasil dikonfirmasi, Ojack tak sengaja membuka tas Feriska untuk melihat pelajarannya. Namun dia justru menemukan tulisan 'kangen mamah' milik anaknya tersebut.
Menurut Ojack, Feriska tak pernah melihat ibunya sejak lahir.
"Ibunya meninggal waktu melahirkan dia," tutur Ojack, Selasa (14/2/2017).
Feriska yang akan berusia 9 tahun pada Juli mendatang selama ini diasuh oleh neneknya.
Karena Ojack harus mencari nafkah di Bayah, Banten selatan.
Dia hanya bisa bertemu dengan Feriska dua bulan sekali.
Meskipun sudah lama kata Ojack, ternyata Feriska tak pernah bisa melupakan ibunya.
"Masih kelas 3 SD. Anaknya bisa mandiri dan lumayan pintar," tambahnya.
Tidak ada cerita yang paling memilukan daripada cerita kasih tak sampai. Bagaimana dua insan saling mencintai tapi harus berpisah karena takdir dan kondisi.
Kisah kasih tak sampai tak hanya terjadi di cerita roman atau di film saja. Di kehidupan nyata, pilunya kisah cinta yang tak kesampaian pun banyak terjadi. Beberapa sangat terkenal dan kisahnya selalu dituturkan dari generasi ke generasi.
Berikut kisah kasih tak sampai untuk mengiringi Hari Valentine kamu, yang dirangkum dari berbagai sumber.
Chairil Anwar dan Dien Tamaela
Dien Tamaela dan Chairil Anwar. Foto dari Moluccastimes.
Untuk penggemar puisi karya penyair Chairil Anwar, nama Dien Tamaela tentu tak asing lagi. Nama gadis kelahiran Palembang, 27 Desember 1923 dari pasangan dr. Lodwijk Tamaela dan Mien Jacomina Pattirajawane ini memang sempat tercantum di salah satu karya puisi Chairil berjudul Cerita untuk Dien Tamaela.
Kisah kedekatan Chairil dan Dien memang tidak banyak terungkap. Namun dari kesaksian para sahabat, keduanya memang sangat dekat. Salah satu keluarga Dien pun menyebut bahwa Dien dan Chairil memang pernah berpacaran.
Kelihaian Dien memainkan piano menjadi salah satu daya tariknya, selain wajahnya yang cantik. Penampilan Dien berbeda jauh dengan Chairil yang selalu terlihat "urakan", kurus dan berantakan. Kabarnya, ini yang menyebabkan orang tua Dien tidak menyukai Chairil.
Ketidaksukaan itu dirasakan Chairil setiap kali ia menyambangi rumah keluarga Dien di Jakarta dan Yogyakarta. Ditambah lagi, Chairil dan Dien memang berbeda agama. Karena itulah, Chairil mencurahkan isi hatinya lewat puisi Cerita untuk Dien Tamaela.
Sayang, cinta keduanya tidak pernah bersatu. Chairil menikahi Hapsah Wiriaredja, perempuan asal Sukabumi pada 6 September 1946 dan bercerai dua tahun kemudian. Mereka dikaruniai satu putri bernama Evawani.
Dien meninggal muda pada usia 24 tahun (8 Agustus 1948) karena penyakit TBC yang dideritanya. Setahun setelahnya, Chairil meninggal dunia di usia 26 tahun, tepatnya 28 April 1949 juga karena penyakit TBC.
Widodo Suwardjo dan Widari Soewahyo
Kisah cinta Widodo dan Widari yang menjadi inspirasi pertunjukan teater boneka 'Setjangkir Kopi dari Plaja'. Foto oleh Yetta Tondang/Rappler.
Pernah menonton kisah teater boneka Pappermon Puppet Theatre yang berjudul Setjangkir Kopi dari Plaja? Nah, cerita cinta yang diangkat di kisah pertunjukan teater boneka itu benar-benar terjadi.
Kisah cinta tak sampai yang melibatkan sosok Widodo Suwardjo, pemuda kelahiran 2 September 1940 dan kekasihnya seorang putri sulung direktur perusahaan negara bernama Widari Soewahjo.
Dikisahkan, setelah menyelesaikan studinya di Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada, Widodo mendapat kehormatan untuk melanjutkan studinya jauh ke Moskow, Rusia, pada 1959.
Sebelum berangkat, ia bertunangan dan bahkan berencana menikah selepas masa tugas belajarnya. Tahun berganti, surat-surat cinta di antara mereka pada akhirnya harus terputus oleh peristiwa 30 September 1965.
Saat sedang belajar di Moskow itulah, tiba-tiba kewarganegaraannya dicabut oleh pemerintah Orde Baru karena ia dianggap pro terhadap Soekarno dan belajar di negara komunis. Ia tak bisa pulang, tak bisa menghubungi keluarga dan kekasihnya secara tiba-tiba. Tanpa alasan yang dipahaminya
Hingga 40 tahun lebih telah berlalu, dan sang mahasiswa telah menyelesaikan studi S3, dan menjadi ahli Metalurgi di Kuba. Empat puluh tahun telah berlalu, dan ia tetap memilih tidak menikah, demi memenuhi janjinya pada kekasih yang entah di mana.
Di masa pemerintahan Gus Dur, sang ahli metalurgi kemudian mendapat visa untuk bisa kembali ke Tanah Air, menemui sejumlah keluarganya. Tahun 2007, Widodo pun menerima paspor RI setelah empat puluh tahunan lebih berstatus stateless.
Hampir setiap sore, sang ahli metalurgi naik bis dengan trayek yang sama dengan jurusan yang dulu, di tahun 60-an, yang selalu ditempuh olehnya bersama sang kekasih. Dengan harapan, ia akan berjumpa dengan tunangannya di masa lalu itu di dalam bis!
Widari sendiri sudah menikah dengan seorang pria bernama Wiwoho Brodjonegoro dan dikaruniai dua anak. Keduanya sempat bertemu di pertunjukan Setjangkir Kopi dari Plaja dan kini memutuskan untuk menyambung silaturahmi sebagai sahabat. Hingga kini, Widodo tidak pernah menikah.
Putri Margaret dan Peter Townsend
Kisah cinta Putri Margaret dan Peter Townsend ikut diceritakan di serial 'The Crown'. Foto dari Netflix.
Adik Ratu Elizabeth II, Putri Margaret, menjalani kisah kasih tak sampai dengan salah satu orang kepercayaan ayahnya, Raja George VI bernama Peter Townsend. Kedekatan keduanya bahkan sudah terjadi sebelum ayah Margaret meninggal dunia pada 6 Februari 1952 di usia 56 tahun.
Townsend adalah salah satu penanggung jawab rumah tangga kerajaan. Ia bekerja dengan Raja George VI dari tahun 1944-1952. Setelah kematian sang raja, ia bekerja di bawah Ratu Elizabeth II dari tahun 1952-1953.
Tahun 1953, ia bercerai dari istrinya yang sudah mengaruniainya dua anak. Setelah itu, Townsend dan Putri Margaret jatuh cinta dan menjalani hubungan diam-diam. Bahkan Townsend sudah melamar Margaret untuk dijadikan istri. Lamaran itu pun diterima Margaret.
Ia lantas mengabarkan berita ini pada kakaknya, Ratu Elizabeth II. Sayang, sesuai aturan gereja Inggris, seseorang tidak diizinkan menikah kembali setelah bercerai. Elizabeth sempat berusaha mencari jalan agar adiknya dan Townsend bisa menikah. Ia bahkan memindahkan Townsend dari tugas di kediaman ibunya ke rumahnya untuk bekerja sebagai penanggung jawab rumah tangga.
Elizabeth pun meminta Margaret untuk menunggu satu tahun. Tapi kemudian halangan kembali datang dari kabinet pemerintahan Inggris. Jika pernikahan tersebut terjadi, maka akan mencoreng citra dan melanggar tradisi serta aturan kerajaan dan gereja Inggris.
Kecuali jika Margaret rela menanggalkan statusnya sebagai anggota kerajaan, pernikahan tersebut tidak mungkin terjadi. Perdana Menteri Inggris saat itu, Winston Churchiil juga tidak menyetujui pernikahan tersebut.
Churchill juga yang akhirnya memberi saran pada Elizabeth untuk menugaskan Townsend ke Brussel agar terpisah dari Margaret. Uniknya, banyak warga Inggris justru mendukung Margaret dan Townsend untuk menikah saat itu. Bahkan Townsend menjadi populer mendadak.
Namun usaha Margaret dan Townsend untuk menyatukan cinta mereka tidak berakhir indah. Pada 31 Oktober 1955, Putri Margaret akhirnya merilis pernyataan yang menyebut bahwa dia tidak akan menikahi Townsend.
"Mengingat ajaran gereja bahwa pernikahan tidak bisa diceraikan, ditambah lagi tugasku untuk negara, aku memutuskan untuk mengutamakan semua itu. Aku membuat keputusan ini sendiri dengan dukungan penuh dan kesetiaan dari Townsend," tulis Margaret.
Margaret lantas menikah dengan seorang fotografer bernama Antony Armstrong-Jones di Westminster Abby, 6 Mei 1960. Kabarnya, Margaret menerima pinangan Antony sehari setelah mengetahui bahwa Townsend berniat menikahi seorang perempuan muda asal Belgia bernama Marie-Luce Jamagne, yang sangat mirip dengan Margaret.
Ernest Hemingway dan Agnes von Kurowsky
Foto dari Wikipedia.
Semasa hidupnya (1899-1961), novelis, penulis sekaligus jurnalis asal Amerika Serikat, Ernest Hemingway diketahui pernah menikahi empat wanita. Mereka adalah Elizabeth Hadley Richardson (menikah 1921-1927), Pauline Pfeiffer (menikah 1927-1940), Martha Gellhorn (menikah 1940-1945) dan Mary Welsh Hemingway (menikah 1946-1961).
Tapi ada satu lagi wanita yang sukses mencuri perhatian Hemingway. Wanita yang dicintainya jauh wanita lain hadir dalam hidupnya. Ia tersebut adalah Agnes von Kurowsky. Bahkan kisah tentang Agnes pernah dituliskan Hemingway dalam bukunya yang berjudul A Farewell to Arms (1929).
Hemingway dan von Kurowsky bertemu di sebuah rumah sakit di Milan tahun 1918. Ia dirawat di sana karena luka perang. Saat itu Hemingway berusia 19 tahun. Sementara von Kurowsky bertugas sebagai perawat berusia 26 tahun. Banyak prajurit yang jatuh hati pada von Kurwosky, namun Hemingway adalah satu-satunya yang paling serius.
Saat itu, perawat dilarang berpacaran dengan pasiennya tapi Hemingway dan von Kurowsky menyembunyikan hubungan mereka. Sesekali mereka berkirim surat dan makan malam bersama.
Menurut kisah yang dituturkan sahabatnya, Hemingway selalu berpikir seandainya saat itu ia berusia lebih tua. Bahkan Hemingway sempat menulis surat pada orang tuanya yang berisi kalimat, "Aku jatuh cinta lagi."
Saat perang berakhir, Hemingway kembali ke rumahnya di AS. Ia berharap von Kurowsky ikut bersamanya dan menikahinya. Selama beberapa bulan, mereka saling berkirim surat cinta.
Tapi bulan Maret 1919, von Kurowsky yang menyelesaikan tugasnya di Palang Merah di Italia, menerima cinta seorang pria Italia. Ia sempat menuliskan surat pada Hemingway yang bertuliskan, "Aku masih sangat menyukaimu. Tapi aku seperti lebih cocok menjadi ibumu daripada kekasihmu."
Hemingway sangat terpukul saat itu. Namun keduanya tidak pernah bertemu lagi. Von Kurowsky menikah dua kali dan bekerja sebagai librarian sampai ia meninggal dunia tahun 1984 di usia 92 tahun.
Jane Austen dan Thomas Lefroy
Sosok Jane Austen seperti yang dilukis Cassandra. Foto dari Wikipedia.
Novelis kelahiran 16 Desember 1775 ini terkenal dengan kisah-kisah cinta yang romantis di karyanya. Tapi ternyata, kisah cinta Jane Austen justru tak seindah cerita yang ditulisnya. Kisah yang tak berakhir yang bahagia.
Di usia 20an, Jane jatuh cinta pada Thomas (Tom) Lefroy, seorang pelajar jurusan hukum asal Irlandia yang tengah bermukim sementara di kota Steventon tempat Jane bermukim. Tom adalah keponakan suami sahabat baiknya, Anne, yang juga memperkenalkan keduanya untuk pertama kali.
Jane dan Tom sempat menghabiskan waktu bersama. Tom digambarkan sebagai sosok yang serius, pendiam dan baik hati, seperti penyeimbang bagi karakter Jane yang humoris dan penuh enerji.
Tom berasal dari keluarga yang baik namun sederhana. Ayahnya berlatar belakang militer dan dia adalah anak sulung dari 11 bersaudara. Masa depan keluarganya ada di tangan Tom. Karena alasan itu pula, Anne dan suaminya memutuskan untuk memulangkan Tom ke keluarganya, supaya Tom dan Jane tidak bertambah dekat, karena Tom memiliki tanggung jawab besar.
Anne sempat diceritakan frustasi dengan keputusan ini, karena ia merasa Tom memberi harapan palsu pada Jane yang jelas-jelas sahabatnya. Tapi nasi sudah menjadi bubur. Keluarga Tom menganggap Jane tidak layak mendampingi Tom dengan tanggung jawab yang besar yang ada di pundaknya.
Tom akhirnya menikah dengan seorang wanita kaya, memiliki tujuh anak dan menjadi salah satu petinggi pengadilan di Irlandia. Tom dan Jane tidak pernah bertemu lagi. Saat keduanya berpisah, Jane sempat menulis surat pada saudara perempuannya, Cassandra. "Akhirnya tiba waktunya aku mengakhiri semuanya dengan Tom Lefroy. Saat kau menerima surat ini, semuanya sudah berakhir. Air mataku menetes saat aku menuliskan ini."
Jane meninggal dunia di Winchester pada 18 Juli 1817 di usia 41 tahun. Sampai akhir hayatnya, ia tidak pernah menikah.
Kreatif itu tidak hanya berhubungan dengan ide-ide cemerlang dari otak tetapi juga berhubungan dengan kepribadian yang kamu miliki. Apakah kamu termasuk orang kreatif atau banyak orang-orang kreatif di sekitarmu? Cek beberapa kebiasaan orang-orang disekitarmu yang termasuk orang kreatif.
1. Orang kretif penuh dengan imajinasi.
unsplash.com
Orang kreatif pastinya penuh dengan imajinasi dimanapun berada. Saat melihat suatu hal atau melakukan sesuatu, imajinasi dan ide-ide bisa muncul. Hal itu membuktikan bahwa kamu adalah orang yang kreatif jika dengan mudah kamu berimajinasi untuk memunculkan ide-ide baru.
2. Orang kreatif punya passion yang kuat.
bustle.com
Passion selalu berhubungan dengan inspirasi terutama inspirasi untuk meraih mimpi. Pastinya kamu akan banyak memikirkan hal-hal kreatif untuk meraih masa depanmu dengan passion yang kamu miliki. Banyak hal yang kamu dapatkan seperti masukan dari orang-orang yang mendorong otak kreatifmu terus mencari cara untuk meraih mimpi.
3. Orang kreatif itu pemimpi.
fullhdpictures.com
Banyak orang bilang bermimpi itu hanya membuang-buang waktu tapi sebenarnya dengan bermimpi, kamu sedang mengikuti otak kreatifmu dan merencanakan masa depan. Hal itu hasil refleksi dari pengalaman-pengalaman yang kamu miliki.
4. Orang kreatif itu senang dengan kesunyian.
rebloggy.com
Senang dengan kesunyian bukan berarti kamu adalah orang yang anti sosial. Kamu perlu tempat yang tenang untuk otak kreatifmu. Kadang ada waktunya kamu juga ingin sendiri dan setelah itu kamu keluar dengan banyak ide-ide dari otakmu yang kreatif.
5. Orang kreatif itu lebih spontan dalam banyak hal.
unsplash.com
Otak-otak yang kreatif memang benar-benar fleksibel. Pasti kamu atau orang-orang di sekitarmu yang punya otak kreatif sering memunculkan ide-ide dengan spontan. Saat sedang diajak bicara, kamu bisa mengeluarkan ide yang orang-orang gak menduga sebelumnya.
6. Orang kreatif lebih terbuka untuk pengalaman baru.
travelandleisure.com
Banyaknya inspirasi yang diperlukan untuk otak, membuat orang kreatif membutuhkan banyak hal baru dalam hidupnya. Pastinya hal itu membuat orang dengan otak kreatif sangat terbuka untuk menerima pengalaman-pengalaman baru.
7. Orang kreatif itu sadar diri.
popxo.com
Dari banyak kegiatan yang dilakukan oleh orang-orang kreatif, mereka pasti sering menyadarinya. Bahkan saat melakukan kesalahan atau merasa ada yang kurang didalam diri, orang kreatif akan lebih senang untuk introspeksi diri. Semua itu dilakukan untuk memperbaiki kekurangannya.
8. Orang kreatif biasanya lebih sensitif.
sonsation.com
Pikiran kreatif sering mengajak kamu untuk banyak memperhatikan hal-hal yang ada di sekitar. Mulai dari tingkah laku orang-orang, kata-kata orang, dan banyak hal lain disekitar menjadi perhatian. Hal itu membuat orang kreatif menjadi orang yang juga sensitif untuk memberi masukan ide-ide pada otaknya.
9. Yang jelas, orang kreatif pasti punya cara berpikir yang berbeda.
daily.wobb.co
Pengalaman dari bertahan dan mengalami kesulitan membuat orang kreatif mempunyai pertumbuhan kepribadian yang berbeda. Pengalaman-pengalaman yang dialami dari memperhatikan hal-hal di sekitar dan mencoba hal baru membuat orang kreatif jadi lebih pandai berpikir dengan caranya.
10. Orang kreatif mampu mengubah kesulitan jadi keuntungan.
bustle.com
Banyaknya pengalaman yang didapat dan tidak selalu menghasilkan hal yang menyenangkan membuat orang kreatif jadi lebih sering berpikir positif. Kamu sebagai orang yang kreatif pasti lebih banyak mengubah kesulitan yang kamu hadapi menjadi sebuah keuntungan dengan mengambil sisi positifnya.
11. Orang kreatif tahu apa solusi untuk rasa bosan.
khamosiyan.blogspot.sg
Beruntungnya memiliki otak yang kreatif karena saat merasa bosan, pasti ada yang bisa dikerjakan. Kamu pasti banyak melakukan hal-hal yang kamu sukai dan kadang hal itu menuntut atau melatih kreativitasmu. Banyak hal yang dilakukan mulai dari menulis puisi, mengarang cerita pendek, menulis lagu dan membuat hasil karya yang kamu senangi.
Setelah membaca kebiasaan orang-orang kreatif di atas, apakah kamu juga sudah punya bayangan siapa saja orang kreatif yang ada di sekitarmu selain dirimu? Orang-orang kreatif memang unik ya karena mereka punya cara yang berbeda dari orang yang jarang memakai otak kreatifnya. Hidupnya juga lebih menarik untuk disimak dan dipelajari.
Universitas Brawijaya Malang adalah salah satu perguruan tinggi favorit yang ada di Malang, Jawa Timur. UB atau UNIBRA ini menerima mahasiswa baru melalui beberap jalur diantaranya SNMPTN (Undangan), SBMPTN (Jalur Tes), dan Seleksi Mandiri UB(selma ub). Ada banyak jurusan yang tersedia dengan banyak pula pesaing, bahkan ada pula jurusan yang sepi peminat termasuk di tahun 2016.
Jumlah pendaftar SNMPTN tahun 2016 menurun dari 64.653 pendaftar pada 2015 menjadi 48.434 orang pada 2016 disebabkan persyaratan akreditasi sekolah sehingga tidak semua siswa bisa mengikuti seleksi SNMPTN atau jalur undangan. Mengenai berbagai jurusan yang dipilih calon mahasiswa baru, beberapa jurusan Universitas Brawijaya Malang yang sepi peminat diantaranya:
Jurusan Instrumentasi
Bahasa dan Sastra Perancis
Seni Rupa Murni
Sastra Cina
Pendidikan Bahasa & Sastra Jepang
Kewirausahaan
Antropologi
Pendidikan Teknologi Informasi
Setelah melihat beberapa jurusan Universitas Brawijaya Malang yang sepi peminat, perhatikan Passing Grade di tahun 2016 dan prediksi Passing Grade SNMPTN 2017 Universitas Brawijaya Malang.
Kategori IPA Passing Grade SNMPTN Universitas Brawijaya (UB) 2016:
Pendidikan dokter (57,64)% Teknik komputer (43,46%) Teknik kimia (44,50%) Teknik Elektro (43,08%) Ilmu komputer (44,87%) Teknik informatika (45,78%) Pendidikan dokter gigi (43,72%) Sistem informasi (39,39%) Teknik industri (39,31%) Teknik sipil (38,44%) Statistika (38,16%) Ilmu keperawatan (36,78%) Pendidikan dokter hewan (35,59%) Perencanaan wilayah dan kota (39,22%) Ilmu dan teknologi pangan (30,09%) Ilmu keperawatan (kelas khusus) (35,00%) Ilmu kelautan (32,80%) Teknik mesin (36,65%) Keteknikan pertanian (34,55%) Matematika (34,29%) Instrumentasi (34,28%) Arsitektur (37,45%) Kimia (32,40%) Kebidanan (32,03%) Ilmu gizi (33,55%) Peternakan (30,87%) Farmasi (48,52%) Teknologi industri pertanian (30,45%) Agribisnis (29,90%) Teknik pengairan (29,18%) Biologi (28,63%) Teknologi hasil perikanan (27,58%) Fisika (27,34%) Manajemen sumberdaya perairan (27,03%) Agroekoteknologi (25,88%) Pemanfaatan sumberdaya perikanan (25,62%) Geofisika (29,04%) Budidaya perairan (29,31%) Bioteknologi pangan dan agroindustri (28,21%) Teknik sumberdaya alam dan lingkungan (27,02%) Agrobisnis perikanan (25,85%) Teknik bioproses (28,22%)
Kategori IPS Passing Grade SNMPTN Universitas Brawijaya (UB) 2016:
Ilmu Hukum (41.3%) Ekonomi Pembangunan (39.9%) Ilmu Administrasi Publik (32.9%) Ilmu Administrasi Bisnis (32.1%) Manajemen (43.1%) Akuntansi (48.7%) Sosiologi (28.0%) Ilmu Komunikasi (44.6%) Psikologi (40.6%) Hubungan Internasional (45.3%) Sastra Inggris (30.8%) Sastra Jepang (30.7%) Bahasa dan Sastra Perancis (25.0%) Ilmu Politik (25.5%) Ilmu Pemerintahan (29.4%) Bisnis Internasional (31.3%) Administrasi Perpajakan (31.2%) Perencanaan Pembangunan (24.0%) Administrasi Pemerintahan (27.7%) Ekonomi Islam (31.9%) Keuangan dan Perbankan (37.1%) Ilmu Perpustakaan (24.0%) Bisnis Pariwisata (30.4%) Bahasa dan Sastra Cina (21.1%) Pendidikan Bhs & Sastra Inggris (28.2%) Pendidikan Bhs & Sastra Jepang (23.1%) Pendidikan Bhs & Sastra Indonesia (23.4%) Antropologi Budaya (22.0%) Seni rupa (21.3%)
Passing Grade SAINTEK UNIBRAW 2017 (prediksi):
Agribisnis (29,90%) Agrobisnis perikanan (25,85%) Agroekoteknologi (25,88%) Arsitektur (37,45%) Biologi (28,63%) Bioteknologi pangan dan agroindustri (28,21%) Budidaya perairan (29,31%) Farmasi (48,52%) Fisika (27,34%) Geofisika (29,04%) Ilmu dan teknologi pangan (30,09%) Ilmu gizi (33,55%) Ilmu kelautan (32,80%) Ilmu keperawatan (36,78%) Ilmu keperawatan (kelas khusus) (35,00%) Ilmu komputer (44,87%) Instrumentasi (34,28%) Kebidanan (32,03%) Keteknikan pertanian (34,55%) Kimia (32,40%) Manajemen sumberdaya perairan (27,03%) Matematika (34,29%) Pemanfaatan sumberdaya perikanan (25,62%) Pendidikan dokter (57,64%) Pendidikan dokter gigi (43,72%) Pendidikan dokter hewan (35,59%) Perencanaan wilayah dan kota (39,22%) Peternakan (30,87%) Sistem informasi (39,39%) Statistika (38,16%) Teknik bioproses (28,22%) Teknik Elektro (43,08%) Teknik industri (39,31%) Teknik informatika (45,78%) Teknik kimia (44,50%) Teknik komputer (43,46%) Teknik mesin (36,65%) Teknik pengairan (29,18%) Teknik sipil (38,44%) Teknik sumberdaya alam dan lingkungan (27,02%) Teknologi hasil perikanan (27,58%) Teknologi industri pertanian (30,45%)
Passing Grade SOSHUM UNIBRAW2017 (prediksi):
Administrasi Pemerintahan (27.7%) Administrasi Perpajakan (31.2%) Akuntansi (48.7%) Antropologi Budaya (22.0%) Bahasa dan Sastra Cina (21.1%) Bahasa dan Sastra Perancis (25.0%) Bisnis Internasional (31.3%) Bisnis Pariwisata (30.4%) Ekonomi Islam (31.9%) Ekonomi Pembangunan (39.9%) Hubungan Internasional (45.3%) Ilmu Administrasi Bisnis (32.1%) Ilmu Administrasi Publik (32.9%) Ilmu Hukum (41.3%) Ilmu Komunikasi (44.6%) Ilmu Pemerintahan (29.4%) Ilmu Perpustakaan (24.0%) Ilmu Politik (25.5%) Keuangan dan Perbankan (37.1%) Manajemen (43.1%) Pendidikan Bhs & Sastra Indonesia (23.4%) Pendidikan Bhs & Sastra Inggris (28.2%) Pendidikan Bhs & Sastra Jepang (23.1%) Perencanaan Pembangunan (24.0%) Psikologi (40.6%) Sastra Inggris (30.8%) Sastra Jepang (30.7%) Seni rupa (21.3%) Sosiologi (28.0%)